Lakukan 7 Kebiasaan Baik Ini Sebelum Tidur

Rutinitas apa yang biasanya kamu lakukan sebelum tidur? Bermain gadget? Membaca buku? Atau makan? Tahukah kamu, kegiatan-kegiatan yang kamu lakukan sebelum tidur bisa memengaruhi kualitas tidur dan berdampak bagi kebugaran tubuh keesokan paginya. Nah, agar kamu bisa bangun dengan tubuh yang sehat, segar, dan bersemangat, yuk coba lakukan beberapa kebiasaan baik berikut, yaitu:

 Mandi

Buat kamu yang sering mengalami insomnia atau susah tidur, coba deh mandi dengan air hangat sebelum tidur. Menurut para ilmuwan, suhu tubuh ternyata sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur. Mandi air hangat memiliki efek powering down yang membuat otot-otot di seluruh tubuh jadi rileks dan membuat kamu merasa tenang dan nyaman. Jadi, kamu pun bisa lebih mudah tertidur.

Matikan Gadget

Kebanyakan orang “zaman now” tidak bisa berhenti bermain gadget, bahkan ketika sudah waktunya untuk tidur. Padahal, cahaya yang terpancar dari gadget bisa mengurangi jumlah melatonin yaitu hormon dalam tubuh yang berfungsi untuk membuat kamu mudah tertidur. Bermain gadget juga bisa menyebabkan kecanduan yang justru bikin kamu malah semakin sulit untuk tidur. Jadi, sebaiknya matikan gadget minimal satu jam sebelum waktu tidur, supaya  kamu dapat mudah tertidur nyenyak dan terhindar dari insomnia.

Menulis

Buat kamu yang senang menulis, nah, kegiatan ini bisa jadi solusi jika kamu sedang enggak bisa tidur. Penelitian menunjukkan bahwa menulis sesuatu yang menjadi beban pikiran bisa bantu mengeluarkan dan membersihkan pikiran. Jadi, kamu bisa lebih mudah tertidur.  Selain itu, menulis jurnal juga dapat meningkatkan kemampuan otak. Bahkan kegiatan ini direkomendasikan oleh para ahli sebagai salah satu cara untuk membantu kamu tertidur.

Membaca Buku

Daripada bermain gadget, membaca buku adalah salah satu alternatif kegiatan yang baik sebelum beristirahat. Membaca buku dapat membantu pikiran rileks sehingga membuat memunculkan rasa kantuk dengan sendirinya.

Gunakan Baju yang Nyaman

Pakaian yang kamu kenakan ternyata berpengaruh terhadap kualitas tidur, lho. Menggunakan pakaian tidur yang longgar, bersih dan lembut membuat tidur jadi lebih pulas dan nyenyak. Buat para wanita, kamu juga disarankan untuk tidur tanpa bra agar peredaran darah menjadi lebih lancar.

Meditasi

Jika hari-hari kamu melelahkan dan bikin pikiran jadi stres, cobalah lakukan meditasi sebelum tidur. Kamu bisa memasang aromaterapi yang wanginya menenangkan, meredupkan lampu kamar, dan pejamkan mata selama beberapa saat agar pikiran menjadi lebih rileks. Meditasi bukan hanya bermanfaat untuk menghilangkan stress dan sakit kepala, tapi juga efektif membantu kamu untuk bisa tidur dengan nyenyak.

Minum Air Putih

Kita semua tahu bahwa air putih punya banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah menjaga kelembapan kulit saat kita tertidur. Minumlah minimal satu gelas air bersuhu normal (bukan air dingin) beberapa jam sebelum tidur, agar tubuh tetap terhidrasi.

Nah, sudah tahu kan kegiatan apa saja yang baik dilakukan sebelum tidur? Yuk,  mulailah lakukan 7 kegiatan tersebut setiap hari sebelum tidur untuk waktu istirahat yang lebih berkualitas. Punya masalah kesehatan yang mengganggu? Coba bicarakan saja dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter dan sampaikan semua keluhanmu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Jadi, tunggu apa lagi?

Halodoc.com

6 Langkah Dorong Anak Gemar Membaca

Berapapun usia anak Anda, tidak pernah ada kata terlambat untuk mengembangkan cinta membaca buku kepadanya. Buat langkah-langkah kecil, namun signifikan ke arah yang benar sehingga membuatnya tertarik.

Di zaman modern dengan teknologi maju, mungkin sebagian besar orang tua juga kesulitan mengembangkan minat membaca buku. Dan untuk mengajari anak agar dapat cinta membaca, maka bisa dimulai dari orang tua yang kerap memegang buku.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua dilansir dari laman The Indian Express:

Perkenalkan Semenjak Kecil

Ada sejumlah besar buku yang tersedia yang dapat dinikmati bayi atau balita, buku kain, buku bertekstur, buku-buku papan atau buku-buku tahan air untuk dimainkan ketika mereka sedang mandi. Masing-masing buku ini memberikan pengalaman yang menstimulasi untuk anak dan memperkenalkannya ke dunia buku dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Saat ia semakin tua, perkenalkan dia untuk menggambar buku atau cerita lucu.

Baca dengan Keras

Sisihkan 10 menit dari jadwal harian Anda untuk membaca. Cerita pengantar tidur biasanya berhasil membawanya ke tempat tidur tepat waktu, serta memperkenalkannya ke dunia imajinasi. Biarkan dia memilih cerita setiap malam. Jangan terkejut jika dia memilih cerita yang sama berulang kali, karena anak-anak suka pengulangan. Ubah suara Anda menjadi singa yang mengaum atau tikus melengking bernada tinggi.

Kelilingi Anak dengan Buku

Jangan beli buku dan simpan di rak tinggi yang tidak bisa dijangkau. Anak Anda harus dapat melihat dan menyentuh buku setiap kali dia memilih. Jaga buku-buku ini sejajar dengan mata. Jika Anda memiliki ruang, buat sudut baca untuknya.

Jadilah Teladan

Tidak masalah jika Anda membaca novel Dewi Lestari terbaru atau jika Anda membaca buku sejarah. Selama Anda memiliki buku di tangan, anak Anda akan merasa terdorong untuk mengambil buku sendiri. Temukan seorang penulis atau genre yang Anda sukai, dan luangkan waktu untuk membaca sendiri juga.

Tingkatkan Kosa Katanya

Mainkan permainan kata dengannya. Gunakan kata-kata deskriptif dalam bahasa sehari-hari Anda. Semakin banyak kosakata yang Anda gunakan saat berbicara dengannya, semakin besar kata-kata yang akan ia miliki ketika ia akhirnya mulai membaca. Kemudian, ketika menemukan sebuah kata, dia akan tahu apa artinya ketika telah mendengarnya sebelumnya.

Jangan Berhenti Membaca untuk Anak

Begitu seorang anak belajar membaca, orang tua cenderung berhenti membaca keras kepada mereka. Ubah buku yang Anda baca kepadanya. Pilih buku yang sesuai dengan usia, dan gunakan ritual cerita tidur Anda untuk membacakan sebuah bab untuknya. Imbaulah dia untuk membaca bab berikutnya, dan memberi tahu Anda apa yang terjadi.

Rossi Handayani

Kekuatan Malu

10 Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan Tubuh Dan Kecantikan

Buah naga, buah yang terkenal akan begitu manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia. Buah yang berasal dari salah satu jenis kaktus ini cukup unik. Sebelum menjadi buah, bunga buah naga mulai bersemi sejak sore hingga malam hanya untuk layu ketika terkena sinar matahari. Karena keindahan bunganya, seringkali bunga buah naga mendapat julukan “moonflower” atau “Queen of the night”.

Fisik dari buahnya pun tergolong unik, mulai dari kulitnya hingga dagingnya. Beberapa mungkin terbiasa dengan penampilan buah naga dengan kulitnya yang berwarna merah, namun ada juga buah naga yang berkulit kuning dan memang hampir sama sekilas dengan nanas. Bagian dalamnya pun ada yang berwarna ungu dan ada yang berwarna putih. Tampilan bagian dalam buahnya hampir sama dengan kiwi, yakni terdapat biji hitam kecil-kecil yang juga bisa dimakan.

Buah naga ini asli dari Amerika Tengah, namun juga berkembang dan diekspor dari beberapa negara Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam. Hylocereus undatus, bahasa latin dari buah naga, merupakan buah dengan rendah kalori namun menawarkan banyak sekali nutrisi termasuk vitamin B dan C, fosfor, protein, kalsium, fiber, captin, dan antioksidan.

Beberapa orang mengira bahwa buah naga dengan daging putih dan merah berbeda, namun sebenarnya sama-sama bernutrisi bagi tubuh. Manfaat buah naga akan kita pelajari lebih lanjut.

Membantu Mengurangi Berat Badan

Mengisi perut dengan makanan kaya akan serat serta rendah kalori yakni buah naga ini akan membuat perut Anda terus merasa kenyang tanpa perlu takut akan bertambahnya berat badan. Selan itu buah naga juga akan membuat pencernaan semakin lancar karena mengandung banyak air.

Camilan Sehat Bagi Anda Yang Sedang Berdiet

Sama halnya dengan poin pertama, bagi Anda yang sedang berdiet baik untuk menurunkan berat badan maupun untuk menjaga berat badan ideal Anda, mak tidak salah jika Anda memanfaatkan manfaat buah naga untuk diet. Mengkonsumsi buah naga secara teratur akan membuat perut Anda terus merasa kenyang tanpa takut tubuh akan melar.

Membantu Proses Detoksifikasi

Sebagai sumber antioksidan, buah naga dapat mengurangi radikal bebas dalam tubuh sehingga proses detoksifikasi (pengeluaran racun dalam tubuh)akan berjalan lancar.

Mampu Mencegah Kanker

Sama seperti buah merah lainnya, buah naga mengandung lycopene. Lycopene, yang bertanggung jawab sebagai penyedia warna merah pada buah naga, telah terbukti dapat merendahkan risiko terkena kanker prostat.

Tidak hanya lycopene, buah naga juga kaya akan antioksidan hytoalbumin yang membantu pembentukan radikal bebas karsinogenik dalam tubuh. Buah ini juga kaya serat, kalsium, fosfor, dan vitamin C dan B2, serta yang membantu mengeluarkan racun logam dari tubuh yang beberapa di antaranya dapat menyebabkan kanker.

Mampu Mencegah Diabetes

Sifat antioksidannya ini juga berfungsi untuk mencegah terjadinya diabetes melitus karena dapat membunuh sel jahat yang biasanya dihasilkan oleh pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Buah naga juga aman bagi penderita diabetes karena kadar gulanya yang sangat kecil.

Mampu Mencegah Tekanan Darah Tinggi Dan Serangan Jantung

Lycopene, selain berfungsi sebagai pencegah kanker juga berfungsi sebagai penurun tekanan darah serta mencegah penyakit jantung seperti serangan jantung mendadak karena biji dari buah naga kaya akan lemak omega 3 dan omega 6 yang dapat membantu meringankan gangguan kardiovaskular.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat buah naga untuk sistem kekebalan tubuh merupakan efek samping dari buah naga yang banyak mengandung nutrisi dan gizi. Selain itu, dengan rajin mengkonsumsi buah naga, maka proses penyembuhan baik luka luar maupun luka luar akan semakin cepat pula.

Meningkatkan Nafsu Makan

Vitamin B1 dan B2 yang ada pada buah naga akan membuat nafsu makan menjadi meningkat jika rutin mengkonsumsi buah naga terutama untuk anak-anak yang biasanya susah makan. Memang bertolak belakang dengan manfaat buah naga untuk diet, namun bagi Anda yang diet, cukup dengan mengganti makanan sehari-hari dengan buah naga yang juga mengenyangkan tanpa takut tubuh melar.

Membantu Masalah Pencernaan

Untuk membersihkan pencernaan Anda, makanlah buah naga. Kandungan fiber atau serat yang tinggi dapat membantu pencernaan dan mengobati konstipasi atau sembelit. Dengan memakan dagingnya yang juga mengandung protein baik, dapat membuat badan Anda sehat dan segar.

Menunda Penuaan Dini

Manfaat buah naga untuk kecantikan adalah dengan memperlambat penuaan diri. Hal ini dikarenakan antioksidan yang akan membuat kulit tetap kencang dan beregenerasi dengan baik.

Membantu Meringankan Batuk Dan Asma

Biji dari buah naga kaya akan lemak omega 3 dan omega 6 yang dapat membantu meringankan gangguan respirasi sehingga bagi Anda yang menderita asma atau sedang batuk tidak berhenti-berhenti, maka akan sedikit terobati. Namun bukan juga bisa dikatakan bahwa buah naga merupakan obat dari asma.

Membantu Pertumbuhan Dan Kesehatan Tulang Serta Melancarkan Peredaran Darah

Kalsium yang ada dalam buah naga akan menjaga kesehatan tulang dan gigi Anda. Dan juga zat besi serta fosfor akan membantu melancarkan peredaran darah dan membantu memperbaiki jaringan yang rusak dalam tubuh.

Orangtua Kini Makin Mudah Pantau Tontonan Anak dengan YouTube Kids

Para orang tua yang menggunakan aplikasi YouTube Kids di gadget untuk memberikan video yang layak tonton bagi anak kini memiliki lebih banyak opsi untuk memilih jenis tontonan.

Ini karena Google menanamkan serangkaian fitur content control baru dalam update teranyar YouTube Kids. Para orangtua kini bisa memilih secara manual video atau kanal mana saja yang bisa ditonton oleh anak.

Google turut menyediakan koleksi video dan kanal dari sumber-sumber yang sudah dipastikan ramah anak, seperti Sesame Workshop dan tim kurasi YouTube Kids, untuk semakin mempermudah orangtua dalam menyisir pilihan yang ada.

“Dari koleksi kanal milik partner terpercaya hingga memungkinkan orang tua memilih video dan kanal secara manual, kami memberikan kendali lebih kepada para orang tua,” ujar Product Director YouTube Kids James Beser.

Selain itu, apabila orang tua mematikan fungsi search di dalam aplikasi, YouTube Kids juga hanya akan menyajikan video-video yang sudah ditinjau dan diloloskan oleh tim kurasi YouTube Kids di kolom rekomendasi.

Khusus untuk wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Asia, Google turut memberikan fitur signed-in profiles sehingga para orang tua bisa membuat profil individual bagi masing-masing anak di perangkat yang sama.

YouTube Kids sendiri adalah aplikasi mobile yang berdiri sendiri, terpisah dari aplikasi YouTube reguler. Aplikasi yang dirancang agar ramah anak dalam artian hanya menyajikan konten-konten yang pantas untuk orang di bawah umur ini pertama kali diluncurkan pada 2015.

Semenjak hadir, YouTube Kids diklaim telah mengumpulkan lebih dari 70 miliar view video dan digunakan oleh 11 juta keluarga di seluruh dunia.

Oik Yusuf

Ketika Media Sosial Menjadi “Agama” dan “Kitab Suci” Baru

INDONESIA baru mengenal demokrasi yang sebenar-benarnya 20 tahun lalu, tepatnya tahun 1998 ketika terjadi pergolakan dan terjadi wolak-waliking perpolitikan Indonesia. Tahun 1999 pidato pertanggungjawaban Presiden Habibie ditolak oleh MPR/DPR, Presiden Habibie turun.

Kemudian Pemilu 1999 berlangsung dan mulailah era hobi bergaduh politik di Indonesia. PDI-P menang, namun pihak-pihak dan golongan yang tersenggol kepentingan dengan segala cara, termasuk menggunakan alasan agama untuk menyingkirkan lawan politik.

Di sinilah pertama kali agama dijadikan kemasan politik. Terbentuklah Poros Tengah dan menggeser Megawati yang sedianya menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia ketika itu. Poros Tengah menarik Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia Ke-4.

Poros Tengah salah kalkulasi dan salah prediksi, ternyata karakter Gus Dur membuat morat-marit dunia persilatan politik Indonesia ketika itu.

Dur diturunkan karena nyaris mengeluarkan dekrit pembubaran parlemen. Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Republik Indonesia Ke-5 sekaligus menjadi presiden perempuan pertama Republik Indonesia.

Di era Megawati digodok aturan baru pemilihan presiden secara langsung untuk tahun 2004. Kita semua menyaksikan gegap gempitanya pilpres langsung pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia.

Walaupun Demokrat bukanlah pemenang Pemilu 2004, tapi gebrakan perolehan suara partai pendatang baru sudah mengejutkan jagat politik Indonesia dan tidak menghalangi Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden Republik Indonesia Ke-6 sekaligus presiden pertama hasil pemilihan langsung.

Pilpres langsung pertama ini ada lima pasangan calon: Wiranto-Salahuddin Wahid, Megawati-Hasyim Muzadi, Amien Rais-Siswono Yudo Husodo, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.

Di tahun 2003-2004 belum ada media sosial seperti hari ini. Yang ada maksimal blog dan beberapa situs pertemanan ‘tradisional’ era pra-Facebook dan juga beberapa chatroom (MSN, Yahoo Messenger, ICQ, mIRC).

Kehebohan gegap gempita pemilihan presiden langsung pertama kali di Indonesia hanya bisa kita ikuti di media massa arus utama, internet masih merupakan ‘barang mewah’ hanya tersedia cukup luas di rumah-rumah dengan provider layanan internet terbatas (dial dan kemudian terdengar suara berkeciap sebelum tersambung internet), sementara platform seluler masih jarang dan sangat mahal. Tentu saja kecepatan internet ketika itu jauh jika dibandingkan sekarang.

Perlahan terjadi perubahan yang luar biasa cepat dimulai dengan masuknya Facebook ke Indonesia sekitar tahun 2007-2009, dan mulai terjangkaunya internet di platform seluler oleh masyarakat lebih luas.

Di Pemilu 2009 pemilihan presiden langsung untuk kedua kalinya, Demokrat menang dan SBY melanjutkan periode kedua pemerintahannya. Di masa ini, sudah mulai terjadi polarisasi seteru para pendukung calon presiden pilihannya karena pilihannya hanyalah tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden; SBY-Budiono, Megawati- Prabowo, JK-Wiranto, dibandingkan dengan Pilpres 2004.

Dengan hanya tiga pasangan calon otomatis para pendukungnya lebih mengerucut mendukung pasangan calon masing-masing. Namun jagat virtual belumlah segaduh hari ini. Dengan koalisi-koalisi tiga pasangan calon, kekuatan politik sebarannya lebih merata.

Pada waktu pemilihan presiden 2009 baru dimulai ‘demam’ orang Indonesia berinteraksi dengan yang disebut BBM – BlackBerry Messenger. Saat ini baru berinteraksi, belum bersosialisasi apalagi bergedubrakan di media sosial ataupun grup seperti hari ini.

Facebook sudah ada namun hanya di laptop atau desktop (kebanyakan akses justru di kantor). Produk bergambar apel kroak, iPhone, masih di generasi awal-awal dan merupakan barang papan atas yang tidak semua orang sanggup membelinya dan di masa itu masih kalah jauh dengan demam BlackBerry.

Berita dan komunikasi yang berseliweran di BBM kadar nyinyirnya masih sangat-sangat rendah. BBM menggunakan PIN khusus yang harus ditanyakan dan ditambahkan serta disetujui atas seizin yang bersangkutan, sehingga tidaklah semasif grup-grup WhatsApp seperti hari ini.

Kemudian datanglah dentuman masif media sosial itu! Momentum awal adalah Pilkada/Pilgub DKI Jakarta 2012. Tahap awal pengenalan ‘mainan baru’ media sosial, tidaklah menimbulkan riak gelombang.

Berikutnya adalah Pilpres 2014, di tahun inilah bentuk-bentuk baru bermunculan, hoaks, penyesatan informasi, caci maki terbuka sampai editing foto dan artikel juga dihalalkan.

Ada kubu yang menghalalkan segala cara termasuk menerbitkan tabloid khusus menggempur salah satu pasangan capres-cawapres. Tidak kalah militannya adalah kubu yang di-framing dengan tabloid tersebut. Fanatisme dan militansi dua kubu setara dan setanding.

Dan puncaknya adalah Pilkada DKI 2017, dunia internasional menyaksikan sontak di Indonesia muncul “agama” baru, yaitu media sosial beserta “nabi-nabi”-nya. Baik yang mendeklarasikan diri sendiri sebagai “nabi-nabi” baru media sosial dengan segala gelarnya ataupun yang ditahbiskan oleh para pengikut “agama” baru itu.

Dua kubu sama-sama militan dan fanatik, saling mengejek sudah menjadi keseharian “agama” baru ini. Cebong, IQ200 sekolam, bani taplak, bani serbet, bumi datar, dan masih banyak lagi.

Semuanya tidak sadar sebenarnya sedang diperdagangkan oleh para pemilik big data “agama” baru media sosial tersebut. Anda pengguna Facebook aktif? WhatsApp dan segenap grupnya? Instagram? Twitter? Line?

Sadarkah Anda apa yang nampak di halaman-halaman “kitab suci” media sosial itu adalah targeted preferences? Mesin pencari (Google. Yahoo, Bing, Baidu) newsfeed, Facebook newsfeed dari wall teman-teman, berita di seluruh “renungan harian “kitab suci”” (linimasa) media sosial adalah berita yang Anda sukai.

Berita atau informasi yang bertentangan dengan preferensi Anda tidak akan muncul di halaman media sosial Anda.

Contoh: untuk para pengguna pendukung petahana Presiden Joko Widodo akan melihat semua hal positif dan baik pemerintahan Jokowi dan yang jelek-jelek dari kubu oposisi. Sebaliknya, untuk para pengguna pendukung Prabowo, akan melihat semua yang positif tentang Prabowo dan semua yang jelek tentang Jokowi. Sadarkah Anda?

Yang menjadi masalah di sini adalah jika big data media sosial tadi kemudian diolah menjadi senjata kampanye digital seperti yang terjadi dalam Pilpres Amerika Serikat, Hillary Clinton vs Donald Trump.

Cambridge Analytica mengolah data 87 juta pengguna Facebook (termasuk 1 juta-sekian pengguna Indonesia) untuk diumpankan ke newsfeed masing-masing layar targeted pengikut “agama” baru (media sosial) itu.

Konon, pemesan kampanye digital tersebut adalah dari Kubu Trump, yang muncul di publik Amerika adalah semua hal yang negatif tentang Hillary Clinton dan semua yang positif tentang Donald Trump.

Alhasil kita semua tahu hasilnya hari ini. Sebegitu masifnya kampanye digital yang tidak mengenal batasan halaman cetak dan waktu terbit, terbukti merasuki alam bawah sadar ataupun atas sadar para pemilih Amerika.

Who knows, ketika heboh referendum Brexit (British Exit) yang menghasilkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa juga dipengaruhi dari preferential targeted audience/viewer? Dari semua jajak pendapat mayoritas tidak setuju keluar dari UE, warga Inggris kaget dan menyesal kenapa hasil referendum justru kebalikannya.

Akan terus terseretkah Anda semua dalam tarikan magis “agama” dan “kitab suci” baru ini? Sebagian besar pengikut “agama” baru sangat mengimani kebenaran semua “sabda” dan “fatwa” halaman-halaman “kitab suci” “agama” baru ini.

Self-awareness mutlak diperlukan. Selain itu kematangan intelektual dan kematangan pemahaman dunia digital masyarakat Indonesia bisa dibilang masih sangat rendah. Bahkan negara superpower seperti Amerika Serikat tidak steril dari terpaan “agama” baru serta “kitab suci agama” baru ini, bagaimana Indonesia?

Hanya bisa berharap dan berdoa semoga Pemilu dan Pilpres 2019 Indonesia dijauhkan dari tsunami pengaruh negatif media sosial ini yang sudah menjadi semacam “agama” dan “kitab suci” baru di negeri ini. God bless Indonesia.

Aji Chen Bromokusumo

8 Ciri-ciri Anak Sedang Mengalami Stres

Stres tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalaminya, meskipun dengan ciri-ciri yang sedikit berbeda.

Penyebab stres pada anak bisa bermacam-macam mulai dari sesimpel masalah pekerjaan rumah hingga efek dari bullying ataupun perceraian orang tua.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri anak yang sedang mengalami stres, bagian pertama:

1. Mimpi Buruk

Sering mengalami mimpi buruk merupakan salah satu ciri paling umum yang muncul ketika anak sedang mengalami stres. Buntutnya, anak malas atau menolak ketika disuruh tidur karena tidak ingin mengalami mimpi buruk,

Jika begini, orang tua sebaiknya menemani anak sambil tertidur sembari membacakan dongeng agar tidurnya menyenangkan.

2. Sulit Kosentrasi

Sulit konsenstrasi merupakan ciri anak sedang memiliki masalah. Biasanya, sulit konsentrasi yang terjadi sekolah berhubungan dengan tuntutan dan prestasi anak di sekolah.

Bisa saja anak sulit konsentrasi karena orang tua selalu membandingkan anak dengan teman lainnya. Atasi masalah ini dengan beri pujian serta motivasi optimis.

4. Perilaku Agresif

Memukul, menendang, marah atau tantrum merupakan ciri perilaku agresif yang muncul karena anak stres. Biasanya perilaku agresif terjadi ketika anak tidak mendapatkan apa yang ia mau.

Jika anak mengalami masalah ini, segera cari sumber stresnya. Jangan sampai perilaku agresif anak membuatnya jadi bully yang malah merugikan diri sendiri.

5. Ngompol

Stres juga bisa menyebabkan anak sering merasa gelisah, yang menyebabkan anak cenderung ngompol saat tidur. Ketika ini terjadi, jangan memarahinya.

Ganti saja kasur atau seprei anak dengan yang baru dan tanyakan apa yang sedang ia pikirkan atau takutkan.

Muhamad Reza Sulaiman

4 Sinyal Tak Biasa dari Tubuh Ketika Kamu Sedang Stres

Stres bisa datang dari mana saja. Masalah pekerjaan hingga rumah tangga, atau bahkan sekadar macet di perjalanan saja sudah bisa bikin seseorang stres.

Sayangnya, tak sedikit dari kita yang menyepelekan stres. Padahal, tubuh akan mengirimkan sinyal ketika kita stres agar bisa beristirahat dan rileks sejenak.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 sinyal dari tubuh yang menandakan kamu stres dan butuh istirahat:

1. Sakit Perut

Pelepasan hormon kortisol saat stres sangat memengaruhi saluran cerna. Sakit perut, mual, hingga masalah lambung rentan menyerang ketika kamu sedang stres.

2. Sulit Mendengar

Selain perut, hormon stres juga memengaruhi penerimaan gelombang suara pada koklea di telinga. Saat stres, kamu bisa saja sulit mendegar dan mengalami gangguan pendengaran.

3. Lemot

Stres juga memengaruhi fungsi otak lho. Orang yang stres akan sulit berkonstrasi, sulit mengingat, lemot, dan cenderung mengambil keputusan yang buruk.

4. Gatal-gatal

Stres menyebabkan fungsi saraf lebih peka. Hal ini menyebabkan kamu lebih mudah merasa gatal dan geli jika sedang stres.
Muhamad Reza Sulaiman

Demi Kesehatan Mental, Ini 4 Tips untuk Tidak Overthinking

Pernahkah kamu khawatir dengan apa yang kamu pikirkan? Membayangkan sesuatu yang sebenarnya belum terjadi, memutar kembali apa yang membuatmu sedih dan memprediksi hal-hal negatif atas apa yang kamu pikirkan?

Ya, kebanyakan mikir alias overthinking merupakan kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan hal-hal yang belum tentu bermanfaat. Ini berbeda dengan sifat pemikir, sifat pemikir cenderung memikirkan hal-hal yang memang perlu dipikirkan.

Terlalu banyak memikirkan hal-hal seperti itu sebenarnya berdampak yang buruk bagi kesehatan mental. Untuk itu ikuti tips berikut untuk mengatasi overthinking, seperti dikutip dari Times of India:

1. Olah Raga

Ketimbang memikirkan sesuatu yang belum pasti, lebih baik pindahkan pikiranmu ke tubuh untuk melakukan latihan fisik. Seperti misalnya, berlari, yoga, berenang, dan zumba. Lakukan segala bentuk latihan yang Anda nikmati.

Itu akan bermanfaat pada dua hal. Pertama, membantu Anda keluar dari pikiran negatif Anda, dan kedua, itu akan menyeimbangkan hormon Anda. Berolahraga menurunkan hormon stres, dan melepaskan hormon bahagia, serta meningkatkan suasana hati Anda secara instan.

2. Tarik Napas Dalam-dalam

Menarik napas dalam-dalam bisa membantu tubuh menjadi relaks dan meremajakan pikiran Anda. Seiring berjalannya waktu, dan dengan latihan yang teratur, pernapasan dalam yang terfokus meningkatkan konsentrasi dan pikiran secara keseluruhan.

3. Dance

Tak sedikit dari kita yang menjalani hidup terlalu serius. Padahal, segala sesuatunya tidak separah seperti apa yang Anda pikirkan. Oleh karena itu, belajarlah untuk menganggap enteng pada sesuatu dan nikmati prosesnya. Hal ini bisa dilakukan, salah satunya dengan dance atau berjoget.

4. Pikirkan Sekarang

Pikiran ini terkadang terlalu aktif memikirkan tentang masa lalu atau masa depan. Lebih baik, pikirkan dulu yang sekarang, agar Anda dapat melepaskan apa yang tidak dapat Anda kendalikan.

Ini tidak berarti bahwa Anda langsung menjadi tidak menyadari apa yang telah terjadi atau apa yang akan terjadi. Ini lebih merupakan kesadaran bahwa masa lalu tidak dapat berubah dan masa depan belum terjadi.

Suherni Sulaeman

Jalan Ilmu dan Kebajikan

Duduk di deretan kursi paling belakang, saya menyimak penuturan Sridala Suwarmi, sesama penulis yang diundang mengikuti International Writers Program (IWP) di Iowa, Amerika Serikat. Penyair dari India tersebut menyinggung sebuah naskah berusia 2.000 tahun yang belum lama ditemukan di negerinya.

Saat itu, IWP mengundang 34 penulis dari 31 negara untuk tinggal selama 81 hari dalam program penulis tamu paling prestisius, menurut banyak penulis dunia. Salah satu yang kami lakukan di sana selain membacakan karya di ruang publik, adalah berbagi proses kreatif, baik di Iowa University–seperti yang dilakukan Sridala dan kami semua.

Upaya berbagi wawasan dan pengalaman proses kreatif juga ditujukan kepada khalayak lain, anak-anak sekolah menengah atas, sampai senior citizen atau para orang tua. Lalu, berapakah usia tulisan tertua di dunia yang pernah ditemukan? Jika tidak salah 8.000 tahun, di Bulgaria.

Sebuah naskah tulis memiliki daya tahan luar biasa untuk melampaui berbagai zaman. Abadi, meski penulisnya telah pergi. Menulis merupakan ikhtiar untuk abadi. Sebuah alasan jitu bagi siapa saja yang ingin meninggalkan jejak lebih lama, bahkan setelah kita tak lagi di dunia.

Seorang penulis akan tetap eksis lewat tulisan-tulisannya, menjelma diskusi panjang di kalangan pembaca hingga pemerhati sastra. Bagi seorang Muslim, menulis juga merupakan upaya sedekah ilmu. Banyak keutamaan dilimpahkan untuk mereka yang mengajarkan ilmu atau mengajak pada kebaikan.

Amal yang tetap mengalirkan pahala bagi penulisnya, jika prosesnya dilandasi keikhlasan. Ikhtiar untuk meninggalkan mesin yang dengan izin Allah akan terus mengalirkan ganjaran kebaikan bagi pemiliknya, meski dia sudah berpulang.

Mengingat setiap manusia tak luput dari dosa, dan tak satu pun kita boleh merasa aman, yakin pasti masuk surga, maka tidakkah keberadaan mesin “pahala” tersebut menjawab kekhawatiran akan tak cukup banyaknya amal kebajikan selama masa di dunia? Atau sedikitnya di antara rangkaian amal yang dikerjakan dengan keikhlasan terjaga; di awal, selama proses, hingga selesainya?

Mereka yang tidak menulis, tidak mewariskan ilmu pada generasi penerus, seluruh pengetahuannya ikut terkubur bersama jasad, terbenam di dalam bumi ketika usianya selesai. Pun, bagi seorang Muslim, menulis juga salah satu jalan menjadi sebaik-baiknya manusia. Sebagaimana Rasulullah sampaikan, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lainnya.

Di era digital seperti saat ini, sebenarnya terbuka ruang lebih luas, alias justru menjadi lebih mudah untuk mendulang pahala. Tulis sesuatu yang baik, buat tulisan positifmu menjadi viral, yang setiap dibagikan dan makin banyak dibaca mengalirkan pahala buat penulisnya. Bahkan, tangan-tangan yang membagi tulisan baik pun ikut mendulang pahala.

Sebaliknya, hindari diri dari menjadi penulis yang menyebarkan keburukan atau berbagi keburukan. Sebab, Allah juga mencatat setiap peran kita dalam membagi dan memopulerkan keburukan.

Contohnya buku Prince karya Machiavelli, yang memberi ilham pada Hitler, Mussolini, Stalin, dan Mao Tse Tung untuk memimpin dengan tangan besi dan kekerasan.

Saya teringat sebuah kata mutiara, membaca membuat kita mengenal dunia, tapi menulis membuat dunia mengenal kita. Bahkan lebih dari itu, bisa menyelamatkan kita tidak hanya di dunia, juga di akhirat kelak.

Asma Nadia