Aderai Daneva

Lokomotif Rohaniah

Bulan Ramadhan sebagai bulan suci, kehadirannya tidak dapat disangsikan telah mendapat sambutan yang begitu semarak oleh kaum Muslimin, baik dalam level dunia maupun nasional.

Khusus di negeri kita, hampir semua komunitas Muslim menyambutnya dengan tingkat mobilitas kegiatan keagamaan yang amat berbeda dengan bulan-bulan biasa. Utamanya menyangkut antusiasme aktivitas keagamaan yang dilakukan, tampak ke permukaan menonjol.

Tidak saja dalam kegiatan-kegiatan yang skalanya terbatas pada space sosial tertentu, tetapi juga kerap pada kegiatan keagamaan yang melampaui batas lintas kultur.

Dalam space tertentu sebut saja, misalnya, yang paling normatif adalah shalat jamaah Tarawih bersama, kontemplasi ibadah melalui Tahajud, ikitikaf, kultum, buka bersama, bazar amal, dan diskusi-diskusi keagamaan. Sementara yang sifatnya paling konkret adalah gerakan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.

Pada batas yang paling formal, antusiasme keagamaan di atas amat baik setidaknya umat Islam secara simbolis telah meletakkan keagungan Ramadhan sebagai syiar. Artinya, umat Islam mampu mendeklarasikan Ramadhan di tengah-tengah umat dengan aneka kegiatan dan dengan pesertanya dalam jumlah masif.

Tegasnya, Ramadhan berhasil digerakkan umat menjadi media kolektif (bersama) dalam memperoleh inspirasi (pelajaran) agama, menggagas dan memecahkan persoalan pendidikan, dan pembiasaan-pembiasaan disiplin. Termasuk dalam hal penggalangan solidaritas sosial Islamiyah.

Firman Allah SWT, Demikianlah (perintah Allah) dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu sesungguhnya timbul dari ketakwaan hati.” (QS 22: 32). Dalam diskursus sosiologi agama, Ramadhan dapat menjadi penggerak emansipatoris di tengah-tengah monumentalitas umat.

Emansipatoris, menurut James Hastings dalam bukunya, Encyclopedia of Religion and Ethic, artinya suatu pembebasan dari hidup pembekuan intelektual, kemiskinan, pemihakan individu, kekuasaan, dan golongan. Dengan kata lain, emansipatoris adalah gerakan bersama membebas kan kezaliman (penindasan), sifat individualisme, dan aroganisme dalam upaya mewujudkan persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.

Kita cermati bagaimana Ramadhan menjadi lokomotif kegiatan rohaniah. Dengan Tarawih bersama, secara psikologis umat didorong dapat melakukan temu sosial dan silaturahim dalam batas dan lingkup kohesivitas masyarakat.

Dengan kultum, umat sekali waktu diketuk dan disentuh batinnya dengan pesanpesan agama mengenai disiplin hidup, tentang persatuan, perdamaian, pencerahan, dan perubahan hidup.

Dengan menghimpun zakat, infak, dan sedekah, umat didorong bersatu padu menggalakkan kepekaan sosial dalam membantu duafa. Inilah pentingnya kita lestarikan Ramadhan dalam nuansa emansipatoris.

KH Fauzul Iman

Umat yang Terbaik

Siapa sebetulnya umat terbaik itu? Secara benderang, istilah umat terbaik disebut dalam Alquran, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS 3: 110).

Para mufasir sependapat bahwa yang dimaksud “kamu” di awal surah tersebut adalah umat Islam. Lalu, pada lanjutan ayat itu dijelaskan mengapa dikategorikan sebagai umat terbaik karena mereka memikul tanggung jawab menyuruh kepada kebaikan sekaligus mencegah atas yang buruk. Jadi, jika kedua tanggung jawab itu ditinggalkan, lepas juga sebutan sebagai umat terbaik.

Untuk memelihara sebutan sebagai umat terbaik, umat Islam harus berusaha menyelamatkan misi menegakkan amar makruf dan nahi mungkar, atau secara populer disebut dakwah. Bagaimana mewujudkannya, dibutuhkan perangkat pendukung yang secara dinamis terus berkembang.

Pada zaman Nabi, misalnya, dakwah dapat dilaksanakan sejalan dengan kenyataan kebudayaan masyarakat nya. Nabi beserta para sahabatnya da tang dari satu pintu yang satu me nuju ke pintu yang lain, lalu mengajak secara perlahan dan damai, sehingga masuk Islamlah sejumlah orang yang kemudian menjadi sahabat Nabi.

Abu Bakar as-Shiddiq dikenal sebagai orang pertama yang menyatakan diri masuk Islam setelah istri Na bi, Khadijah. Seorang saudagar, Utsman bin Affan juga masuk Islam de ngan caranya sendiri. Lalu, Umar bin Khattab yang dikenal seorang pemberani juga masuk Islam dengan cara dan gayanya yang khas dan menakjubkan.

Islam masuk ke nusantara juga dibawa dan disebarkan oleh orang-orang terbaik pada zamannya. Islam disebarkan oleh para wali, yang dalam sejarah dikenal sebagai Wali Sanga. Dengan penuh akomodasi mereka mem perkenalkan Islam dari pintu ke pintu sehingga Islam menjadi agama pribumi yang kuat melekat pada sistem kehidupan masyarakat nya. Para wali dengan tekun menyapa setiap warna kebudayaan yang dimiliki masyarakat yang dihadapinya, termasuk digunakannya tradisi wayang golek untuk menyebarkan agama. Sukses!

Namun, jangan mimpi kalau sukses gemilang yang dilalui para wali itu dapat diulang untuk menghadapi masyarakat saat ini. Zaman kini telah berubah, dan warna kebudayaannya pun ikut berubah secara signifikan. Saat ini, secara kasatmata, media baru sedang menguasai dunia.

Perkembangan internet yang menjadi salah satu ciri abad ini tanpa banyak disadari para dai telah ber impli kasi besar pada pembentukan ma syarakat baru, komunitas virtual, yakni sebuah komunitas yang secara bebas dan independen berinteraksi dalam dunia cyberspace.

Inilah masyarakat dakwah baru yang seharusnya dipertimbangkan ketika akan menjadikannya sebagai sasaran utama amar makruf nahi mungkar. Dakwah di atas mimbar kini sudah bukan zamannya lagi. Bahkan, media sosial kini sudah menjadi pilihannya. Karena itu, penting untuk mulai merancang bagaimana menjadi umat terbaik yang tetap eksis di era media.

Asep S Muhtadi

10 Makanan yang Mempercepat Penuaan

Para ahli setuju jika radiasi sinar matahari, stres, dan gen adalah faktor penyebab penuaan. Namun, bagaimana dengan makanan yang kita konsumsi?

Ahli gizi sependapat jika makanan tertentu bisa menyebabkan munculnya penuaan. Oleh karena itu, kita tak boleh sembarangan mengikuti nafsu makan yang berlebihan.

Laman Reader’s Diggest melansir 10 jenis makanan yang mempercepat penuaan.

1. Makanan yang Dipanggang

Mengurangi komsumsi lemak trans sangat penting bagi kesehatan kita. Ahli gizi dari New York bernama Keith-Thomas Ayoob mengungkapkan, lemak trans sering terdapat pada minyak sayur yang terhidrogenasi parsial.

Bahan ini sering ditemukan dalam makanan yang dipanggang. Oleh karena itu, penting untuk selalu membaca label bahan saat berbelanja.

Bahkan, kita mungkin harus mencari label itu karena pembuat produk terkadang meletakkannya di bagian bawah produk. Cara ini dilakukan dengan harapan agar konsumen tidak melihatnya.

2. Produk Susu

Meskipun reaksi tubuh setiap orang berbeda, pakar diet dan nutrisi Amy Shapiro mengatakan, beberapa orang bisa mengalami penuaan dengan cepat karena mengonsumsi susu.

Ini terjadi karena susu adalah makanan yang sensitif untuk orang dewasa. Jadi, penting untuk memperhatikan reaksi yang merugikan dan membuat perubahan.

Menurut ahli kesehatan Romio, makanan olahan susu dapat menyebabkan beberapa individu mendapatkan reaksi kulit.

Reaksi tersebut bisa berupa eksim atau psoriasis, gatal merah, bercak bersisik pada kulit yang merah, dan meradang.

“Makanan tersebut dapat memperburuk masalah kulit ini dan, sering kali, ketika kita tidak mengonsumsinya, kulit membaik,” tambahnya.

3. Protein Tinggi Lemak

Daging dan sosis mungkin sudah menjadi menu sarapan umum. Namun, pakar diet Paul Salter mengatakan, makanan tersebut mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi.

Mengonsumsi makanan ini akan berdampak negatif pada kolesterol dan lipid darah. Selain itu, makanan ini juga berkontribusi pada penambahan berat badan dan peradangan.

Tentu saja ini akan berdampak buruk pada tubuh dan kulit kita.

“Protein tinggi lemak memerlukan waktu, energi, dan sumber daya yang signifikan untuk dicerna dan diserap,” papar Paul Salter.

Inilah yang pada akhirnya, kata Paul Salter, mengambil suplai gizi dari sisa tubuh kita.

4. Makanan Tinggi Garam

Keith-Thomas Ayoob menyarankan agar kita mengonsumsi garam secukupnya saja. Garam dapat berdampak negatif pada tubuh kita, terutama pada kulit.

Menurut dia, makan malam dengan menu yang tinggi sodium membuat kita bangun pagi dengan wajah bengkak.

Ini terjadi karena terlaliu banyak garam membuat tubuh menahan air. Itulah sebabnya dia menyarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi garam pada malam hari.

Apalagi, jika keesokan harinya kita akan menghadiri acara penting.

Jika kita terlalu banyak mengonsumsi garam, minumlah banyak air untuk memperbaiki efek negatif yang mungkin terjadi keesokan harinya.
“Pada sore hari, kamu mungkin buang air kecil banyak dari air yang tertahan,” kata Keith-Thomas Ayoob.

5. Alkohol

Kulit harus terhidrasi dengan baik untuk mempertahankan kekencangan dan elastisitasnya. Oleh karena itu, kita harus menghindari semua hal yang dapat mengurangi cadangan air dalam kulit.

Selain kebersihan tempat tidur, minum alkohol juga mempengaruhi kulit wajah.

Banyak penelitian telah membuktikan kurang tidur dan dehidrasi dapat berdampak pada munculnya garis-garis halus dan keriput.

“Minum alkohol dapat membuat kita mengantuk pada awalnya, tetapi ada efek ke depan yang dapat mengurangi kualitas tidur,” kata Keith-Thomas Ayoob.

“Satu atau dua gelas baik-baik saja, tetapi lebih dari itu juga berefek negatif pada hati, yang merupakan organ detoks tubuh,” tambahnya.

6. Gorengan

Gorengan memang makanan yang lezat. Tapi, makanan ini justru mempercepat datangnya penuaan.

Gorengan mengandung gizi yang rendah. Selain itu, minyak yang dipakai untuk menggoreng mengandung lemak trans.

Meskipun banyak minyak yang kini mengandung lemak trans rendah, tapi minyak goreng dapat menimbulkan penambahan berat badan.

Hampir semuanya memiliki kalori yang tinggi. Keith-Thomas Ayoob mengatakan penambahan lemak di tubuh berefek negatif pada kulit.

Inilah yang akhirnya membuat kita terlihat cepat menua.

7. Minuman Tinggi Gula

Selain minuman bersoda, minuman yang mengandung tinggi gula juga tak baik untuk tubuh kita.

Menurut Keith-Thomas Ayoob, minuman bersoda mengandung asam fosfat, yang dapat mempercepat erosi pada email gigi.

“Gigi yang buruk akan membuatmu tampak lebih tua darimu, dan semua kalori kosong itu juga tidak bermanfaat untukmu,” paparnya.

Sebagai alternatif pengganti gula, Keith-Thomas Ayoob, menyarankan kita untuk menggantinya dengan stefia. Stefia merupakan pemanis alami tanpa kalori.

Pemanis ini tidak berkontribusi pada kerusakan gigi. Bahkan, senyawa di dalamnya juga mengandung zar anti bakteri.

8. Lemak Jenuh

Diet tinggi daging merah, susu, dan keju dapat membuat kita terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

Menurut Rebecca Lewis, ahli nutrisi dari HelloFresh, makanan tersebut mengandung lemak jenuh yang dapat mempercepat penuaan.
“Konsumsi lemak jenuh berlebihan, terutama ketika dikombinasikan dengan makanan tinggi gula, akan berkontribusi pada peradangan,” papar dia.

Selain itu, Rebecca menjelaskan diet yang tinggi lemak dan gula akan menyebabkan kenaikan berat badan.
Secara tak langsung, makanan tersebut juga mengakibatkan peradangan di tubuh. Baca juga: Mengenal Jenis Lemak yang Paling Jahat

9. Krim Kopi Tanpa Susu

Lemak trans mampu menciptakan radikal bebas yang membuat plak pada arteri.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans secara teratur, dapat menyebabkan masalah pada peredaran darah dan kesehatan jantung.
Salah satu bahan makanan yang mengandung lemak trans ini adalah krim kopi non-dairy atau krim kopi yang tak mengandung produk susu.
Keith-Thomas Ayoob mengatakan, hal ini tentu akan berakibat buruk pada penuaan.

Dengan mengonsumsi bahan makanan tersebut, proses penuaan akan terjadi lebih cepat.

10. Popcorn

Menonton film sembari menikmat popcorn menang lezat. Tapi, popcorn mengandung garam dan lemak trans yang tinggi.
Apalagi, jika popcorn tersebut dimasak dengan mentega berlebih.
Sebagai alterntif, kita bisa memasak popocorn dengan minyak yang rendah kalori dan lemak.

Ariska Puspita Anggraini

Bijak Hadapi Revolusi Industri 4.0

Dalam sebuah acara buka puasa bersama, Presiden Jokowi beramah-tamah dengan sekitar seratusan peserta, undangan khusus, sebagian besar anak muda dalam suasana lesehan sederhana.

Hanya sedikit dari mereka mengenakan jas atau batik, sebagaimana lazimnya mereka yang akan berhadapan dengan Presiden. Rata-rata usia peserta masih 30-an. Beberapa bahkan mengenakan kaus dengan tulisan tertentu di bagian depan.

Melihat suasana lesehan yang berdesak-desakan, secara kasat mata, pertemuan ini bagai sebuah jamuan kecil dan santai. Padahal di balik itu, ada kekuatan besar yang tidak bisa dianggap remeh.

“Satu atau dua orang yang hadir di sini, punya pengaruh terhadap 20 sampai 30 juta penduduk Indonesia,” kata pembawa acara.

Bahkan, sebenarnya bisa lebih dari itu karena yang datang adalah praktisi digital terkuat. Ada perwakilan dari Facebook, Google, Apple, pemilik market place, blogger berpengaruh, serta pebisnis besar digital industri. Saya sendiri (diwakilkan), diundang dalam kapasitas sebagai salah satu pendiri Komunitas Bisa Menulis atau KBM, salah satu komunitas penulis terbesar di Facebook.

“Secara singkat, peserta di sini bisa menjangkau segenap rakyat Indonesia.” lanjut pembawa acara. Kalimat sederhana itu mewakili apa yang bisa terjadi pada masa depan.

Buka puasa bersama kali ini memang bertemakan “Masa Depan dan Konsep Indonesia 4.0”. Presiden Jokowi kembali menegaskan, betapa Indonesia harus siap menghadapi revolusi Industri ke-4 yang menurut sang Kepala Negara, kecepatannya 3.000 kali lipat lebih cepat dari revolusi industri lainnya.

Jika alih teknologi industri pada masa lalu memerlukan puluhan hingga ratusan tahun untuk berpindah ke lokasi lain, pada era internet ini hanya memerlukan beberapa detik. Perubahan di Amerika bisa langsung berpengaruh ke Indonesia.

Anak-anak muda yang hadir sangat mungkin menjadi representasi gambaran masa depan.

Jumlah sedikit orang akan memengaruhi begitu besar perubahan. Salah satu indikasi yang akan terjadi ketika internet menguasai dunia, dan ini sudah terbukti. Tercatat sebuah lembaga survei bisa mempengaruhi hasil pemilihan presiden di Amerika. Sebuah twit influencer yang tidak lebih dari 140 karakter, mampu membuat perusahaan Snap Chat rugi triliunan.

Tidak ada simbol dan formalitas dalam komunitas digital, semua bergantung kualitas. Lihat Mark Zuckerberg pemilik Facebook, kesehariannya hanya memakai kaus oblong. Sergey Brian pemilik Google, bisa menemui pejabat sekelas kepala negara dengan celana selutut yang sangat informal. Mereka tidak lagi dilihat berdasarkan penampilan, sebab gerak-geriknya jelas berpengaruh terhadap ratusan hingga miliaran manusia di dunia.

Tidak ada seleksi ketat dalam strata industri digital. Untuk menjadi anggota DPR, seorang politikus harus berjuang lama, melakukan kampanye dan menghabiskan biaya besar. Para influencer digital, sanggup memberi pengaruh tidak kalah kuat, tanpa melewati seleksi formal. Mereka dapat memberi sugesti besar tanpa melewati prosedur rumit formal.

Meski demikian, sebuah perubahan ada harga, juga dampaknya. Termasuk revolusi 4.0.

Ketika e-toll diberlakukan, puluhan ribu pekerja kehilangan penghasilan tetap. Ketika taksi daring merebak, taksi konvensional banyak yang gulung tikar. Jika itu harga sebuah perubahan, memang tetap harus dibayar, sekalipun demikian perlu sebelumnya diantisipasi.

Namun, perubahan ini juga mempunyai dampak. Hoaks bukan harga perubahan yang harus dibayar, melainkan dampak negatif industri 4.0. Satu orang bisa merusak nasib satu pihak atau meruntuhkan kebaikan yang dirintis puluhan tahun hanya dengan sebuah hoaks yang viral.

Di dunia penerbitan dampaknya lebih terasa. Perubahan buku konvensional menjadi e-book memberikan harga perubahan yang berimbas pada tersebar luasnya penjualan buku bajakan di internet. Jika dulu seseorang harus ke pasar ilegal untuk membeli buku bajakan, kini dengan handphone di tangan siapa saja bisa dengan mudah membeli buku bajakan secara daring di toko daring resmi.

Sayangnya, pembeli sering tidak tahu mana buku asli dan bajakan karena pada gambar display semua terlihat sama.

Untuk sebuah bangsa yang masih berjuang meningkatkan minat baca, jika tidak diantisipasi dini, bisa jadi pada masa depan dunia penerbitan konvensional hancur, buku-buku tidak terbit dan dampaknya – anak Indonesia hanya bergantung pada informasi digital yang sebagian besar sulit dipertanggungjawabkan.

Tugas pemerintah bukan hanya menggalakkan Industri 4.0 melainkan menyiapkan langkah antisipasi atas berbagai dampak yang akan terjadi. Tanpa itu, industri ini bukan menjadi awal kemajuan, malah menjerumuskan banyak orang dalam kehancuran.

Asma Nadia

Membaca Kunci Sukses Generasi Muda

Generasi muda merupakan aset yang akan menjadi pemimpin di masa mendatang. Kualitas generasi muda sangat ditentukan dengan kompetensi dan hubungan sosial satu sama lain. Meningkatkan kompetensi salah satunya dengan bagaimana mendapatkan informasi yang utuh dan benar.

Membaca merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Pepatah “Buku adalah jendela dunia” mungkin relevansinya tidak pernah pudar walaupun arus informasi dunia internet sudah mengubah gaya membaca kita dari buku cetak ke digital. Semua orang di zaman ini gampang mengakses bacaan lewat smartphone. Mau baca berita tinggal klik, mau baca buku tinggal download dan bisa lansung membaca lewat layar smartphone. Di dunia digital sekalipun pepatah di atas relevansinya masih sangat berpengaruh di zaman ini, bahwa dengan membaca kita dapat mengetahui informasi-informasi yang tiada batas dari mana saja, bahkan dari penjuru dunia sekalipun.

Coba kita lihat bagaimana Jepang membangun bangsanya dengan membaca. Negeri sakura ini bangkit dari keterpurukannya dimulai dengan membiasakan budaya membaca kepada seluruh masyarakatnya. Langkah awal yang dilakukan oleh Jepang ini adalah dengan memberantas buta huruf untuk membangun SDM nya. Lalu kemudian mendisiplinkan budaya membaca kepada masyarakatnya sejak dini.

Langkah awal yang dilakukannya adalah dengan mengirim pelajar-pelajar Jepang ke luar negeri dengan misi membangun bangsanya sendiri. Ribuan buku-buku Barat diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang agar mempermudah transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Lalu anak-anak dan remaja kemudian didisiplinkan untuk membaca buku setiap hari.

Alhasil, misi inilah yang membuat jepang cepat bangkit dari keterpurkannya. Tak heran jika kita melancong ke Jepang banyak masyarakat di sana kita lihat sedang membaca buku di tempat-tempat umum. Inilah nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat Jepang untuk membiasakan budaya membaca agar meningkatkan pengethauan dan kualitas SDM masyarakatnya.

Selain di Jepang, negara yang memiliki budaya baca tinggi adalah Finlandia. Menurut John W. Miller negara yang terletak di Eropa Utara ini terkenal dengan negara paling literat di bidang literasi di seluruh dunia. Langkah yang dilakukan oleh negara ini untuk meningkatkan minat baca di antaranya dengan penyediaan maternity pakage (paket perkembangan anak) yang diberikan oleh pemerintah kepada orang tua yang baru memiliki anak dengan memberikan beberapa perlengkapan bayi yang disisipkan dengan buku bacaan untuk orang tuanya maupun untuk bayinya, fasilitas perpustakaan yang sudah tersebar dimana-mana, budaya membaca yang turun temurun dilakukan dengan mewajibkan anak-anaknya wajib membaca satu buku perminggu, tradisi orang tua yang suka mendongeng, dan dari strategi dari pengalihan suara acara televisi dan film ke dalam bahasa lain yang kemudian diberi bantuan subtitles agar anak rajin membaca. Kebiasaan inilah yang membuat Finlandia sebagai negara tingkat pendidikan nomor satu di dunia dan kualitas SDM yang hebat.

Bagaimana Budaya Membaca di Indonesia?

Soal minat baca masih menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa ini. Beberapa data yang ada, Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan yang dilakukan di 28 kota/kabupaten di 12 provinsi dengan 3.360 responden dalam beberapa tahun belakangan ini, ditemukan bahwa minat baca di Indonesia masih rendah yaitu hanya 25,1persen. Tidak jauh berbeda dengan riset yang dilakukan oleh UNESCO, indeks minat baca indonesia hanya 0,001persen artinya dari 1.000 penduduk hanya 1 orang yang serius membaca. Data dari survey BPS juga mencatat tingkat minat baca anak-anak Indonesia hanya 17,66 persen, sementara minat menonton mencapai 91,67 persen. Hasil penelitian ini dapat menjadikan acuan bagi bangsa Indonesia untuk terus membenahi diri meningkatkan minat baca generasi Indonesia.

Lemahnya minat baca di Indonesia didukung oleh banyak faktor, mulai dari akses terhadap bahan bacaan yang sangat minim karena akses bahan bacaan baru tersebar di kota besar saja belum sampai ke pelosok Tanah Air. Disamping itu kondisi dan fasilitas perpustakaan serta buku bacaan bagi masyarakat Indonesia terutama di daerah-daerah. Jika ada pun program-program yang ditawarkan masih berjalan setengah-setengah, perpustakaan masih menjadi tempat yang sepi, terkesan angker dan hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang berpendidikan tinggi, padahal anak-anak dan warga biasa juga perlu akses terhadap bahan bacaan.

Gerakan Membaca “Itu Bermanfaat” dan Dilakukan oleh Semua Stakeholder

Dalam Agama Islam, ayat “Iqra” (bacalah) dalam surat al-Alaq menjadi ayat/wahyu yang pertama yang turun. Membaca merupakan sesuatu aktivitas baik dan bermanfaat. Tentunya dengan Membaca sesuatu yang bermanfaat dan diridhoi Allah SWT akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.

Budaya membaca akan muncul dari kebiasaan, kalau tidak dibiasakan, kapan akan menjadi biasa? Kegitan membaca ini harus dilakukan secara masal dan terus menerus agar timbul kebiasaa tersebut dan akan melekat menjadi kebutuhan. Beberapa lembaga juga telah membentuk suatu gerakan untuk membiasakan masyarakat Indonesia untuk membaca, diantaranya adalah Gerakan Literasi Sekolah, Gerakan Indonesia Membaca, Program Pengembangan Budi Pekerti, Program Duta Baca Indonesia, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB), Taman Baca Masyarakat, Perpustakaan Desa hingga Perpustakaan Keliling yang bergerak di desa-desa terpencil. Namun gerakan-gerakan ini sepenuhnya belum didukung pemerintah secara maksimal, karena masih banyak kelemahan di mana-mana, mulai dari koleksi buku yang kurang hingga SDM yang tidak memadai.

Kalau saya boleh bilang saat ini justru sinergi dari gerakan-gerakan yang dilakukan oleh organisasi nirlaba justru yang lebih massif dan maksimal, seperti Gerakan 1001 Buku yang fokus pada pendistribusian buku anak dan penguatan taman baca anak berkomitmen untuk meningkatkan akses sumber bacaan khususnya bagi anak-anak agar mencintai dunia literasi sejak dini. Mereka ini adalah pejuang tanpa pamrih yang berjiwa besar untuk meningkatkan kualitas SDM bangsa dengan tangannya sendiri tanpa bantuan pemerintah.

Kita dapat melihat contoh yang dilakukan oleh POS Indonesia, ia juga sudah meluncurkan satu layanan baru untuk bersinergi dalam membangun budaya membaca di Indonesia yaitu dengan memberikan layanan pengiriman buku gratis yang akan didonasikan di setiap tanggal 17. Hal-hal semacam itu menjadi langkah awal untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia untuk membangun karakter bangsa ini dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Nah, diharapkan BUMN-BUMN lain juga bisa meniru gerakan-gerakan yang dilakukan oleh POS Indonesia untuk berperan mencerdaskan bangsa sesuai dengan model kerjanya masing-masing.

Selain meningkatkan akses terhadap sumber bacaan, gerakan pembiasaan baca buku pun perlu ditingkatkan lagi, tidak hanya bagi lembaga tertentu untuk meningkatkan budaya membaca dan pemberantasan buta huruf adalah tanggung jawab kita semua. Contohnya salah satu founder startup pendidikan di Indonesia, Iman Usman yang berperan aktif dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Dengan memanfaatkan salah satu media sosial yang ia miliki, pemuda ini membuat gerakan membaca dengan menuliskan tagar #sabtubelajar untuk mengajak seluruh masyarakat agar memanfaatkan waktu senggangnya dengan membaca. Hal kecil seperti ini yang dapat meningkatkan budaya baca di Indonesia dan dapat menjadikan tren bagi masyarakat khususnya bagi pemuda untuk membaca sehingga dapat meningkatkan kualitas SDMnya.

Peran Generasi Muda

Pada tahun 2020-2035 Indonesia akan mulai memasuki masa emasnya dengan bonus demografi, pada tahun tersebut pertumbuhan usia produktif akan lebih besar dibandingkan dengan usia tidak produktifnya. Ini merupakan bonus yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk membangun bangsanya, namun jika tidak diiringi dengan budaya membaca, Kondisi bangsa Indonesia mengalamai tantangan untuk mencapai masa emasnya ini.

Generasi muda sebagai tonggak kemajuan bangsa harus membiasakan diri untuk membaca agar mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas. Pada mulanya mungkin mereka merasa dipaksa untuk membaca tapi di masa depan mereka menjadi tahu ternyata budaya membaca menjadi rumus sukses mereka untuk mengatarkan mereka menjadi orang maju dan negara yang maju.

Oleh karena itu, budaya membaca sangatlah penting dalam membangun suatu bangsa. Tips memulai membaca dari yang termudah untuk dilakukan oleh generasi-generasi muda dalam meningkatkan minat baca adalah dengan memulai membaca dari topik yang kita sukai, terlebih saat ini akses terhadap internet pun sangat mudah sehingga kita bias membaca kapan saja dan darimana saja tak terhalang tempat dan waktu. Kita harus sadar bahwa dengan membiasakan membaca akan membentuk karakter dan meningkatkan kualitas diri menjadi orang yang hebat.

Bulan Ramdhan adalah Moment yang Tepat

Bulan suci Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk membudayakan membaca. Bulan Tarbiyah ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. Bagaimana generasi muda mengisi waktu dari mulai sahur sampai menjelang buka puasa dengan membaca Alquran. Kita masih mengingat pada saat sekolah, berapa target kita membaca Alquran dalam sehari dan sebulan? Banyak orang yang mentargetkan Khatam Alquran pada bulan Ramadhan. Ada yang melakukannya dengan sendiri dan ada juga yang melakukannya bersama-sama dengan Tadarus Alquran setelah shalat Tarawih. Dari kebiasaan ini akan menjadi perilaku dan budaya membaca yang baik.

Dr Misbah Fikrianto MM MSi
Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Direktorat Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

7 Strategi Jitu untuk Menurunkan Berat Badan Saat Puasa

Bila selama ini Anda sudah berangan-angan untuk diet tapi belum juga kesampaian, bulan Ramadan bisa jadi momen yang tepat. Namun, Anda butuh cara menurunkan berat badan yang tentunya ampuh. Pasalnya banyak orang justru berat badannya naik selama puasa. Jadi supaya Anda bisa tampil prima ketika hari raya tiba nanti, simak dulu cara menurunkan berat badan saat puasa yang aman dengan tujuh strategi berikut ini.

Cara menurunkan berat badan saat puasa yang aman dan ampuh

1. Perbanyak Makan Serat Dan Protein Saat Sahur Dan Buka

Saat Anda menyantap sahur dan buka puasa, pastikan makanan Anda kaya akan serat dan protein. Daripada makanan tinggi kalori, serat akan diserap dan dicerna oleh tubuh dalam waktu yang lebih lama. Anda pun bisa merasa kenyang sepanjang hari tanpa dan mencegah kelaparan selama puasa.

Makanan tinggi serat dan protein juga membantu menekan nafsu makan sehingga ketika waktunya makan malam setelah berbuka puasa, Anda tidak kalap dan malah kebanyakan makan.

2. Hindari Makanan Dan Minuman Manis

Meski sebaiknya buka puasa memang pakai yang serba manis untuk mengembalikan energi, tapi jangan terlena sampai kebanyakan. Terlalu banyak makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh, yang jadi mengacaukan diet Anda.

Pasalnya saat berpuasa, produksi insulin tubuh menurun. Padahal insulin berfungsi untuk mengubah gula jadi sumber energi. Jika gula tak diubah jadi energi, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Inilah mengapa makan hidangan manis saat berpuasa bisa bikin gemuk.

Maka, lebih baik pilih makanan dengan karbohidrat kompleks untuk menambah energi. Misalnya dari buah, sayur, dan nasi merah.

3. Tetap Olahraga

Bukan berarti karena Anda sedang puasa dan tidak makan banyak, Anda boleh bermalas-malasan. Berolahraga justru bisa jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yang efektif.

Biasanya tubuh menghasilkan energi dari pembakaran glukosa (gula). Namun, ketika Anda puasa dan tidak mendapatkan asupan glukosa selama berjam-jam, tubuh akan mencari sumber energi lainnya, yaitu cadangan lemak Anda. Maka, berolahraga saat puasa bisa memicu pembakaran lemak berlebih dalam tubuh Anda.

4. Minum Banyak Air

Pastikan Anda tetap minum banyak air selama bulan Puasa, paling tidak 8 gelas per hari. Anda bisa menggunakan rumus 2-4-2: Dua gelas saat sahur, dua gelas ketika berbuka puasa, dua gelas setelah Tarawih, dan 2 gelas sebelum tidur.

Penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism mengungkapkan bahwa minum air putih bisa meningkatkan metabolisme tubuh sampai 30 persen. Semakin cepat metabolisme tubuh Anda bekerja, semakin banyak lemak dan kalori yang dibakar oleh tubuh.

5. Hindari Makan Sahur Dan Buka Dengan Gorengan

Setelah menahan lapar seharian, Anda mungkin tergoda untuk langsung menyantap makanan berlemak waktu berbuka puasa. Hati-hati, mengonsumsi makanan serba digoreng yang sarat dengan lemak jahat (lemak jenuh) di bulan puasa tetap bisa membuat Anda gemuk.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat puasa, ganti dengan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh lebih baik untuk kesehatan karena tidak meningkatkan kadar kolesterol Anda. Anda bisa mendapatkan asupan lemak tak jenuh dari kacang-kacangan, alpukat, dan ikan.
6. Tidur Cukup

Tidur bisa jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yang manjur. Pasalnya, kurang tidur saat puasa akan mengacaukan sistem metabolisme Anda. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

Di samping itu, kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon ghrelin yang menyebabkan nafsu makan bertambah. Bisa-bisa ketika waktunya buka puasa Anda jadi kalap dan makan terlalu banyak.

7. Jaga Porsi Makan Saat Berbuka

Meskipun Anda tidak makan, ngemil, atau minum seharian, Anda tetap harus menjaga porsi makan saat sahur dan buka puasa. Makan dengan porsi berlebihan bisa meningkatkan gula darah secara tiba-tiba. Padahal seperti disebutkan sebelumnya, tubuh tidak memproduksi banyak insulin ketika puasa. Gula pun hanya akan diubah jadi lemak dalam tubuh.

Supaya tidak makan berlebihan, coba pakai piring yang ukurannya lebih kecil. Anda juga bisa sahur atau buka puasa dengan makanan yang bisa bikin Anda cepat kenyang seperti sup.

Irene Anindyaputri