xcrucks

1 2 3 18

Secular Radicalism: The Real Blasphemy

Gerakan untuk memisahkan antara politik dan agama menuai banyak kecaman. Ide sekulerisme patut dicurigai, hendak dibawa kemana bangsa ini sebenarnya.

Secara genetik, sekulerisme membawa sifat dasar blasphemic yakni menghujat, menista, menfitnah dan ketiadaan  rasa hormat terhadap Tuhan dan agama.

Jika sifat blasphemic ini disematkan kepada agama selain Islam, seperti Kristen misalnya, mungkin bisa dipahami karena selain agama ini memang agama ritualistik semata, juga secara historis lahirnya sekulerisme adalah akibat perseteruan kaum intelektual kristen dengan para pendeta diseputar gugatan doktrin Kristen yang anti sains.

Karena itu dalam negara yang mengadopsi ideologi sekulerisme seperti Indonesia, Islam sering dinistakan. Sudah sering terjadi kasus-kasus penistaan dan penghinaan terhadap Alquran, Nabi Muhammad dan Islam itu sendiri.

Istilah sekuler berasal dari bahasa latin saeculum yang oleh Naquib al-Attas diistilahkan dengan paham kedisinikian adalah ideologi Barat yang menolak sistem agama dalam semua urusan dunia seperti politik, sosial, pendidikan, ekonomi dan budaya.

Dalam paradigma  sekuler, kehidupan harus diatur berasaskan kepada rasional, ilmu dan sains. Paham pemisah antara agama dan dunia ini menganggap kewujudan sebenarnya adalah melalui pancaindera bukan unsur-unsur rohaniah dan metafisik yang sukar dikesan melalui kajian modern.

Prinsip lainnya adalah bahwa nilai baik dan buruk ditentukan oleh akal manusia bukannya teks agama. Bahkan menganggap alam ini terjadi melalui fenomena sains dan kimia tertentu bukannya refleksi kuasa Tuhan.

Sementara Islam adalah agama dan peradaban sekaligus. Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam –artinya tunduk atau patuh– selain yaslamu salaam –yang berarti selamat, sejahtera, atau damai.

Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian: islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih), salaam (selamat sejahtera), dan silm (tenang dan damai)

Dari pengertian Islam, maka muslim adalah dia yang menyerahkan segenap wujudnya di jalan Allah taala. Yakni mewakafkan wujudnya untuk Allah, mengikuti kehendak-kehendakNya, serta untuk meraih keridhaanNya. Kemudian dia berdiri teguh diatas perbuatan-perbuatan baik demi Allah semata. Dan dia menyerahkan segenap kekuatan amaliah wujudnya di jalan Allah. Artinya, secara akidah dan secara amalan, dia telah menjadi milik Allah semata.

Dalam perspektif paradigmatik, ideologi sekulerisme yang lahir dari Barat ini jelas bertentangan dengan Islam. Sebagai contoh pandangan Islam terhadap alam semesta sangat bertentangan dengan pandangan sekulerisme.

Menurut Islam, pandangan terhadap alam semesta bukan hanya berdasarkan akal semata sebagaimana pandangan sekulerisme. Alam semesta dalam Islam  difungsikan untuk menggerakkan emosi dan perasaan manusia terhadap keagungan al-Khaliq, kekerdilan manusia dihadapanNya, dan pentingnya ketundukkan kepadaNya. Artinya, alam semesta dipandang sebagai dalil qath’i yang menunjukkan keesaan dan ketuhanan Allah

Gelombang modernisme peradaban Barat dengan basis sekuler-liberal ke dunia Islam merupakan ancaman terbesar dalam bidang pemikiran dan keimanan. Perdaban Barat Modern tidak memperdulikan aspek kemanusiaan. Pendidikan modern Barat telah menghilangkan keyakinan kaum muda muslim terhadap agamanya. Padahal keyakinan adalah aset terpenting dalam kehidupan seseorang.

Melalui hegemoni sekulerisme, dunia Islam telah dihadapkan pada ancaman pemurtadan yang menyelimuti bayang-bayang diatasnya dari ujung-ke ujung.

Inilah pemurtadan yang telah melanda muslim Timur pada masa dominasi politik Barat, dan telah menimbulkan tantangan paling serius terhadap Islam sejak masa Rasulullah. Filsafat materialisme Barat tak diragukan lagi adalah “agama” terbesar yang diajarkan di dunia setelah Islam.

Secara historis, sekulerisme di tangan Kemal Attaturk telah menjatuhkan keagungan Islam kekhilafahan Turki Ustmani dalam jurang kenistaan. Turki yang islamis berubah total menjadi Turki teracuni oleh peradaban Barat yang amoral.  Meski  perindu Islam masih ada di Turki, namun kelompok Kemalis masih terus menghantui masa depan Turki. Gerakan kudeta yang berhasil digagalkan pekan kemarin adalah bukti empiris akan tesis ini.

Islam adalah ilmu dan peradaban, agama dan pemerintahan yang oleh sekulerisme hendak dipisahkan. Diriwayatkan oleh Umamah al Bahiliy dari Rasulullah saw bersabda,”Ikatan-ikatan Islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat.” *(HR. Ahmad)*.

Namun pada hakikatnya paham sekulerisme sebagaimana disampaikan oleh Ahmad Al Qashash dalam kitabnya Usus Al-Nahdha Al -Rasyidah adalah pemisahan agama dari kehidupan manusia atau pemisahan Tuhan dari kehidupan manusia

Dengan karakteristiknya yang pragmatis duniawi, maka konsep sekulerisme tentang makna kebahagiaan juga bertolak belakang dengan pandangan Islam.

Sekulerisme memandang kebahagiaan adalah tercapainya kebutuhan materi semata tanpa mengindahkan cara untuk memperolehnya. Sumber kebahagiaan dalam sekulerisme dengan demikian adalah faktor yang berada di luar dirinya, yakni materi.

Sementara Islam memandang kebahagiaan adalah berasal dari dalam diri manusia. Faktor-faktor luar seperti kemakmuran, kekayaan, keluarga, kedudukan, pengetahuan, adalah faktor penunjang. Sifatnya hanya sebagai penyempurna, setelah faktor dominatifnya sudah ditemukan.  Seseorang tidak akan mungkin menemukan kebahagiaan yang dicari di luar dirinya. Kebahagiaan hanya akan ditemukan di dalam diri sendiri.

Alquran maupun sunah Rasul telah memberikan jawaban bahwa faktor dominatif yang menyebabkan orang bisa memperolah kebahagiaan adalah sakinatul qalb atau ketenangan hati. Yaitu hati yang dipenuhi dengan kuatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan bertindak sesuai dengan Alquran dan sunnah.

Dengan demikian, dalam pandangan Islam, kebahagiaan itu memiliki dua faktor. Pertama, faktor dominan yaitu berupa sakinatul qalb atau ketenangan hati karena adanya iman dan kedekatan kepada Allah. Sifatnya inner self, di dalam diri. Kedua faktor penunjang seperti kekayaan, jabatan, kesehatan dan sebagainya, yang sifatnya berada di luar diri manusia. Karena sifatnya menunjang, kekayaan, kesehatan, dan sebagainya itu melengkapi faktor dominan.

Dengan kata lain, faktor dominan itu mesti ada untuk timbulnya kebahagiaan. Jika tidak adanya faktor dominan menyebabkan kebahagiaan akan hilang. Akan tetapi, tidak adanya faktor penunjang belum tentu kebahagiaan seseorang hilang dari dirinya. Idealnya memang sesorang memilki faktor dominan dan penunjang sekaligus, sehingga kebahagiaan yang diperolehnya sempurna.

Kontaminasi racun sekulerisme di segala bidang sangat membahayakan aqidah kaum muslimin. Apalagi jika telah merasuki bidang pendidikan. Ciri sistem pendidikan yang sekuleristik adalah yang mengesampingkan etika dan moral anak didik. Sebab moral dianggap sebagai masalah pribadi dengan Tuhannya. Mereka memisahkan antara agama dengan kehidupan. Agama dicampakkan dalam ranah indivudi bukan publik.

Sistem pendidikan sekuleristik dengan demikian adalah sistem pendidikan yang tidak bertuhan. Apa jadinya jika produk pendidikan adalah manusia tanpa etika. Apa jadinya manusia tidak memiliki moral. Islam sangat mementingkan moral sebagai landasan kehidupan manusia.

Sebab jika manusia minus moral, maka tak ubahnya seperti binatang. Etika memiliki peran yang fundamental dalam sistem pendidikan Islam.

Di bidang politikpun, sekulerisme bisa menjadi racun mematikan. Paham sekulerisme dengan sistem demokrasinya telah merusak kemuliaan tujuan politik dengan lahirnya politik tak beretika.

Sekulerisasi politik telah mengakibatkan tumbangnya pilar-pilar fundamental dalam mengurus rakyat dan mengelola sumber daya alam. Politik yang telah terkontaminasi sekulerisme menjelma menjadi politik pragmatis transaksional.

Perilaku politikus yang hedonis, rakus kekuasaan, abai terhadap kepentingan  rakyat, tidak amanah, opportunis dan anti-syariah bahkan hingga korupsi, suap dan fitnah mewarnai polah politik sekuler. Sekulerisme ini juga membahayakan jika telah merasuki bidang ekonomi dan budaya.

Ekonomi kapitalisme yang hanya mengayakan segelintir manusia dan memiskinkan jutaan manusia lainnya tanpa mengindahkan nilai-nilai etika adalah karakteristik ekonomi sekuler.

Timbangan kapitalisme adalah materialisme, hanya mengejar keuntungan materi tanpa memperdulikan hukum halal dan haramnya. Istilah pertumbuhan dalam sistem ekonomi kapitalis adalah pertumbuhan semu, sebab hanya fokus kepada produksi dan abai terhadap distribusi.

Sementara prinsip ekonomi Islam adalah ekonomi berbasis nilai kebajikan untuk kesejahteraan dan keberkahan banyak orang, sehingga lebih fokus kepada distribusi.

Budaya sekuler adalah budaya hedonis dan liberal yang bertujuan untuk memuaskan hawa nafsu. Budaya sekuler memberikan peluang kepada manusia untuk berekspresi sebebas-bebasnya tanpa batas-batas kepantasan dan nilai religius.

Pergaulan bebas, seks bebas, minuman keras, dan hiburan amoral  adalah sedikit contoh budaya sekuler. Sementara Islam menjadikan budaya sebagai penghalus rasa dan sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Untuk membendung paham sekulerisme di segala bidang, harus menjadikan Alquran dan As Sunnah sebagai sumber pemikiran dan perilaku. Rasulullah bersabda, “ telah aku tinggalkan kepada mu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Alquran dan Sunnah” *(HR. Bukhari)*

Bahkan Allah mengancam dengan kerusakan kehidupan manusia jika mengadopsi sekulerisme dan membuang hukum Allah.  “Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. *(QS Thaha : 124)*

Sifat blasphemik sekulerisme telah menjadi pangkal segala kerusakan peradaban manusia. Daya rusak blasphemik sekulerisme meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Saatnya menegakkan Islam dan tinggalkan sekulerisme, jika masih punya impian bagi kebaikan negeri ini.

Jika ada istilah Islam radikal, itu hanya tuduhan Barat untuk merusak citra Islam, sebab Islam adalah agama dan ideologi terbaik yang datang dari Allah. Tapi jika disebut Barat sebagai radikalisme sekuler yang menjadi biang kerok kerusakan kehidupan manusia, ini adalah kenyataan. Secular radicalism is the real blasphemy.

Karena itu gerakan revolusi Islam dengan dakwah syariah dan khilafah untuk menggantikan ideologi kapitalisme sekuler atau komunisme ateis selain rasional juga sebuah keharusan.

Ahmad Sastra
Dosen Filsafat UIKA Bogor

Pendidikan yang Tidak Biasa

Suatu hari, beliau bercerita yang tampak sebagai pikiran orang sederhana, tapi justru menghunjam dan mengaduk-aduk perasaan saya.

Auguste Comte (1798-1857), filsuf Prancis, bisa dikatakan berpikir cemerlang dalam menguak fenomena sosiologi agama, tapi dia bukanlah seorang pakar agama. Namun Comte melihat fenomena umat beragama itu dengan refleksi filosofis, tidak pada substansi umat (ajaran) agama.

Skema yang diajukannya tampak lebih cocok untuk agama-agama tingkat suku (primitif). Jika ditarik pada agama samawi, maka pandangannya, refleksi filosofisnya, tampak terlalu sederhana dan tidak menjawab persoalan yang ada.

Jika menilik fenomena masyarakat modern, yang tumbuh dengan semangat kembali pada inti ajaran agama, maka agama masih mempunyai daya pikat yang (justru) makin menggelora. Perlawanan agama terhadap sekularisme menemukan bentuknya untuk berhadap-hadapan, dan itu tampak menggejala.

Tidak salahlah jika John Naisbitt dan Patricia Aburdance, dalam Megatrend 2000, berani menyimpulkan bahwa abad ini adalah abad kebangkitan agama-agama. Menurut pendapatnya, agama akan muncul sebagai kekuatan sosial yang dahsyat.

Maka tulisan saya ini akan menilik fenomena pada sebagian masyarakat dimana agama (Islam) ditempatkan dalam posisi terhormat, dan itu mengacu pada kitab sucinya, Alquran…

Kitab suci Alquran yang begitu tebal itu menjadi tren dihafal dengan begitu baiknya. Menghafal Alquran (tahfidz), menjadi corak masyarakat modern, yang dalam skala tertentu bisa jadi mencoba melawan hegemoni yang cenderung memilih hidup dengan asumsi-asumsi duniawi semata, terutama dalam bidang pendidikan.

Bertebaranlah pendidikan penghafal Alquran (Rumah-rumah Tahfidz) bak jamur di musim hujan. Fenomena itu muncul justru di kota-kota besar, yang secara sosiologis sulit diurai benang merahnya, tapi bisa jadi itu bagian dari upaya membentengi diri dari keruntuhan bangunan moral.

Tulisan ini menilik satu keluarga muslim harmonis, yang karena pilihan-pilihannya pada pendidikan anak-anaknya memilih jalur khusus, jalur yang tidak biasa, yaitu pendidikan menghafal Alquran menjadi prioritas utama bagi pendidikan anak-anaknya.

Kisah Seorang Kawan

Namanya Hamid Baraja, seorang kawan yang memiliki enam anak (tiga perempuan dan tiga lelaki). Pak Hamid asal kota Solo, menikah dan menetap di Surabaya, meski bisnisnya juga ada di Solo. Dia bagi waktunya antara Surabaya dan Solo.

Apa hebatnya kawan yang satu ini sehingga saya perlu repot-repot menuliskan khusus tentangnya? Namanya tidak pernah tersemat dan dibicarakan di media mana pun. Namun justru karena itulah, saya perlu menuliskannya. Bukan apa-apa, kisah Pak Hamid dan keluarganya begitu menarik, karena berpikirnya out of the box, meski dia tidak menyadarinya.

Hidupnya berkecukupan, bahkan kaya tidak dalam sekadar hitungan materi, tapi lebih dari itu, yaitu dia pandai berkongsi dengan Tuhan dalam memenej keluarganya…

Pak Hamid punya prinsip yang sederhana, bahkan simpel untuk ukuran masa kini tapi justru dahsyat. Prinsipnya dalam mengelola rumah tangga dengan ukuran-ukuran yang tidak biasa, khususnya bagi pendidikan anak-anaknya…

Memiliki enam orang anak bukan perkara mudah dalam memenejnya. Pak Hamid memilih konsep pendidikan dengan penekanan khusus dan utama, yaitu anak-anaknya “diharapkan” bisa menghafal Alquran dengan baik. Maka semua anaknya diarahkan pada jalur itu, pendidikan menghafal Alquran. Pilihannya tampak “aneh”, dimana keluarga besarnya dan lingkungan sekitar lebih memilih pendidikan formal pada anak-anaknya, tapi Hamid memilih jalannya sendiri.

Anaknya tiga perempuan, dan tiga lelaki… Yang pertama, Nisma namanya, perempuan, Sarjana Arsitektur (sudah menikah). Hanya mampu menghafal Alquran sekitar lima belas juz. Suatu ketika Hamid berkisah, bisa jadi hafalan Alquran anaknya itu terbebani dengan pendidikan formal yang dijalaninya. Pendidikan formalnya selesai, tapi mengorbankan hafalan Alqurannya, sedikit sesalnya…

Anak keduanya, Nada, perempuan, baru lulus SLTA, hafal Alquran tiga puluh juz (Hafidhah). Adiknya, anak ketiga yang juga perempuan, Adila, masih duduk di SLTA, yang juga hafidhah…

Lalu anak keempatnya, Ammar, yang duduk di SLTA yang berbasis agama, yang juga mencetak siswa penghafal Alquran. Anak kelimanya, Muhammad (16 tahun), pendidikan Pondok Pesantren di Solo. Muhammad hafal Alquran tiga puluh juz (al-Hafidz)… Saat i’tikaf malam kedua puluh enam bulan Ramadhan ini, di Masjid al-Ikhlash, di kawasan Tanjung Perak Surabaya, dia menjadi imamnya. Suaranya yang masih kekanak-kanakan, namun merdu dengan mahraj bacaan yang baik, membuat kekaguman tersendiri.

Dan sang adik yang bungsu, Abdurrahman (SLTP), juga mengikuti jejak kakaknya, yang juga mengenyam pendidikan Pondok Pesantren di kota yang sama.

Saya terkagum dengan Pak Hamid ini dalam memenej anak-anaknya. Suatu hari, beliau bercerita yang tampak sebagai pikiran orang sederhana, tapi justru menghunjam dan mengaduk-aduk perasaan saya. Begini…

Saya berpikir, bahwa menghafal Alquran itu suatu keharusan. Dengan mampu menghafal Alquran itu sama saja dengan menjaga Kalamullah. Saya sendiri tidak hafal Alquran, katanya, tapi saya berharap pada anak-anak agar hidup lebih mengutamakan yang prinsip dulu, baru kemudian yang lainnya…

Menghafal Alquran dan mempelajari ilmu agama adalah hal prinsip, dan mencari ilmu duniawi itu sampiran yang mengikutinya. Tambahnya, apalagi saat ini banyak perguruan tinggi negeri dan swasta ternama sudah mengapresiasi para calon mahasiswanya, baik al-hafidz maupun hafidhah diterima tanpa tes masuk…

Jika nantinya anak-anak akan meneruskan pendidikan pada ilmu-ilmu lain, ya silakan. Jika tidak, mereka sudah punya bekal hidup yang baik. Saya yakin, anak-anak yang membela agama Allah, akan juga dipermudah Allah dalam kehidupannya. Saya bertawakal kepada Allah atas anak-anak saya, ucapnya.

Prinsip hidupnya itu tentu mendapat sokongan dari sang istri Feriyal Bawazer, yang memiliki pandangan dan prinsip yang sama dengan suaminya. Jika tidak, mustahil beliau bisa mewujudkan “sebuah karya” memaknai kehidupan, khususnya pendidikan bagi anak-anaknya yang tidak biasa itu dengan baik. Pasangan hidup yang serasi yang dihadirkan dan menghasilkan anak-anak yang juga luar biasa.

Bahagia Dunia Akhirat

Para hafidz dan hafidhoh mempunyai kedudukan dan derajat yang tinggi dalam pandangan Allah. Tidak itu saja, anggota keluarga inti, terutama ayah ibu akan mendapatkan kedudukan istimewa…

Allah akan memberikan kepada para penghafal Alquran kelak di akhirat, “mahkota kehormatan”. Sesuai dengan hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, “Baginda bersabda: Orang yang hafal Alquran kelak akan datang, dan Alquran akan berkata, ‘Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru.’ Maka orang tersebut diberi mahkota kehormatan…

Alquran berkata lagi, ‘Wahai Tuhan, tambahkanlah pakaiannya.’ Kemudian orang itu diberi pakaian kehormatannya. Alquran berkata lagi, ‘Wahai Tuhan, ridhailah dia.’ Maka kepadanya dikatakan, ‘Baca dan naiklah.’ Dan untuk setiap ayat [yang dibacanya], dia diberi tambahan satu kebajikan.” (HR. at-Tirmidzi).

Banyak pula hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan para penghafal Alquran… Tidak saja bagi para hafidz dan hafidhoh itu sendiri keutamaan itu diberikan, tapi orangtua para penghafal Alquran pun akan mendapatkan pertolongan…

Sebagaimana hadits riwayat Buraidah al-Aslami Radhiyallahu Anhu, dia berkata mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada Hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya (orangtuanya) bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran’.” (HR. al-Hakim).

Barangsiapa yang membaca (menghafal) Alquran, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian, hanya saja tidak ada wahyu baginya…” (HR. al-Hakim).

Pak Hamid dan sang istri bukanlah orang yang sederhana dalam berpikir. Pikirannya tampak sederhana di pandangan khalayak yang mengabdikan diri pada materi semata. Namun, sebenarnya dia berpikir dan sekaligus bertransaksi dengan Tuhan untuk mendapatkan peruntungannya yang kekal di akhirat… Anak-anaknya akan memakaikan jubah kemuliaan padanya dan sang istri, pertanda dia lulus sebagai orangtua bagi “pendidikan” anak-anaknya… Wallahu A’lam.

Ady Amar
Pemerhati Sosial Keagamaan

Cara Mengisi Hati dengan Nilai-Nilai Positif

Pakar Ilmu Tafsir dan Hukum Islam, Prof KH Ahsin Sakho Muhammad menerangkan, keimanan kepada Allah adalah hal yang paling mendasar dalam beragama. Hati adalah tempat bersemayamnya nilai-nilai seperti keimanan, ketaqwaan, rasa syukur, qana’ah, sabar, thuma’ninah, tawakkal dan lain sebagainya.

Ia menjelaskan, hati juga tempat bersemayamnya nilai nilai yang buruk seperti kufur, nifaq, takabur, hasud dan lain sebagainya. Jika hati seseorang bagus maka akan membuahkan perilaku yang bagus pula. Jika hati seseorang buruk makan akan membuahkan perilaku yang buruk.

“Demikian pentingnya hati sehingga perlu mendapat perhatian yang ekstra, salah satu di antara cara untuk mengisi hati dengan nilai-nilai positif adalah dengan itikaf,” kata Prof KH Ahsin.

Ia menerangkan, itikaf adalah berdiam diri di satu tempat dalam rangka beribadah kepada Allah. Secara substantif, itikaf adalah upaya seseorang untuk mengkonsentrasikan diri hanya kepada Allah dan memutuskan sementara hubungannya dengan selain Allah.

Gunanya iktikaf agar hatinya diisi dan dipenuhi dengan nilai-nilai yang positif dan menjauhi dari nilai-nilai negatif. Salah satu caranya adalah dengan zikir qalby seperti merenungkan tentang Allah, sifat-sifat-Nya dan kekuasaan-Nya.

“Juga merenungkan tentang kematian dan kehidupan setelahnya, sambil merenung, orang yang itikaf berzikir dengan lisannya, seperti membaca Alquran, wirid-wirid atau melaksanakan shalat sunah dan lain-lain,” ujarnya.

Prof KH Ahsin mengatakan, cara perenungan dalam rangka ibadah sudah pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad pada masa jahilyah. Ketika beliau ber-tahannuts atau menyendiri untuk beribadah di Gua Hira sebelum diangkat menjadi nabi.

Juga seperti Nabi Musa ketika ber-tahannuts di Gunung Sinai selama 40 hari sampai akhirnya mendapatkan pencerahan jiwa melalui wahyu atau pembicaraan secara langsung dengan Allah dari belakang tabir. Dalam konteks kehidupan para sufi, mereka justru menemukan kenikmatan dan kenyamanan ketika mereka hidup bersama Allah dengan berkhalwat atau beruzlah.

“Yaitu hidup menyendiri untuk merenung, mengevaluasi diri, membersihkan jiwa dari kekotoran dan mengisinya dengan nilai-nilai yang mulia, hidup berkhalwat seperti ini sekali waktu diperlukan agar seorang tidak disibukkan oleh urusan dunia sehingga ada keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat,” katanya.

Fuji E Permana

6 Strategi Agar Tak Berlebihan Makan Saat Lebaran

Siapa yang tidak tergoda melihat menu makanan khas Lebaran. Saat Lebaran, biasanya setiap keluarga menyajikan makanan dan kue khas Lebaran, seperti opor, rendang, kue nastar, atau kue putri salju. Makanan-makanan ini tentu menggugah selera makan Anda, sehingga Anda rasanya ingin makan terus dan terus.

Makan saat lebaran bersama keluarga juga jadi kenikmatan tersendiri. Terlebih lagi, saat berkunjung ke rumah saudara, melihat menu makanan yang berbeda-beda, tentu semakin meningkatkan selera makan Anda. Anda seperti ingin mencicipi semua makanan dan makan semakin banyak. Makan berlebihan ini tentu akan memicu kenaikan berat badan Anda.

Apakah Anda mau? Jika tidak, simak ulasan berikut ini untuk menghindari makan berlebih saat Lebaran, agar #HidupEnak setelah Lebaran usai.

Bagaimana menahan diri agar tak berlebihan makan saat lebaran?

1. Kenali Pemicu Makan Berlebih Anda

Anda bisa membuat catatan kapan Anda mulai makan dan makan dengan porsi yang banyak. Catat juga makanan apa yang membuat nafsu makan Anda bertambah. Dengan melakukan ini, Anda akan tahu dengan benar apa yang memicu makan berlebih Anda dan dapat mengatasinya di kemudian hari.

2. Makan dengan Perlahan

Jika Anda masih merasa perlu makan, cobalah untuk makan dengan perlahan. Perut Anda sebenarnya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memberi sinyal pada otak apakah sudah penuh atau belum. Oleh karena itu, kunyah makanan dengan pelan dan sampai benar-benar lembut untuk ditelan.

Jika Anda mengisi perut Anda dengan terus-menerus, maka perut akan kebingungan kapan harus memberi sinyal tanda kenyang. Akhirnya, Anda menjadi makan lebih banyak.

3. Lakukan Aktivitas Lain

Anda mungkin tidak bisa mengendalikan diri saat melihat makanan lezat khas Lebaran. Apalagi setelah menjalani puasa sebulan penuh, Anda merasa saatnya makan banyak saat lebaran.

Alih-alih kebanyakan makan saat lebaran, Anda bisa menggantinya dengan melakukan aktivitas lain. Anda bisa berbincang-bincang atau bermain dengan sanak saudara Anda. Anda juga bisa menjauh dari ruangan makan, agar tidak tergoda saat melihat makanan yang lezat.

4. Jadwal Makan yang Rutin

Saat puasa, Anda makan hanya waktu sahur dan ketika berbuka puasa. Nah, saat Lebaran sebaiknya Anda kembali dengan jadwal makan yang rutin, seperti makan pagi, siang, dan malam, serta mungkin sedikit camilan.

Memiliki jadwal makan yang rutin membantu Anda mengendalikan nafsu makan, sehingga lambung sudah terbiasa dengan waktu-waktu makan tertentu. Hal ini menghindari munculnya lapar palsu yang bisa saja membuat Anda makan berlebih.

5. Atur Porsi Makan Anda

Supaya tak berlebihan makan saat lebaran, gunakan piring atau wadah makan yang lebih kecil dari biasanya untuk mengatur porsi makan Anda. Jadi, piring makan Anda hanya dapat menampung sedikit makanan saja dan mencegah Anda untuk makan berlebih.

6. Tidur yang Cukup

Saat Anda lelah, Anda bisa makan lebih banyak dari biasanya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur memiliki hubungan langsung dengan peningkatan stres dan makan emosional pada wanita.

Orang yang tidur nyenyak, sekitar 7-8 jam setiap malam, makan dengan porsi yang normal dibandingkan dengan orang yang kurang tidur. Oleh karena itu, saat puasa pastikan Anda tidur dengan cukup, sehingga ketika Lebaran datang Anda tidak merasa kelelahan karena kurang tidur.

Andisa Shabrina

Tips Memilih Makanan untuk Bekal Mudik Saat Puasa

Melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman saat puasa membutuhkan persiapan yang matang. Tak hanya perlu mempersiapkan akomodasi perjalanan, Anda juga wajib memiliki kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, tips menjelang mudik yang mesti Anda lakukan adalah mengonsumsi berbagai makanan sehat yang kaya akan nutrisi. Namun sebelumnya, Anda perlu tahu dahulu berbagai jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat puasa.

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Menjelang Mudik

Karbohidrat

Karbohidrat harus selalu ada di waktu sahur maupun berbuka puasa. Nutrisi ini berperan sebagai sumber energi utama, maka itu sangat penting. Saat sahur sebaiknya konsumsi jenis karbohidrat kompleks yang bisa membuat Anda kenyang tahan lama.

Contoh karbohidrat kompleks seperti nasi, roti, bihun, atau mie. Anda bisa memilih jenis karbohidrat kompleks yang mengandung lebih banyak serat seperti nasi merah atau roti gandum supaya tidak mudah lapar.

Sebaliknya, saat berbuka Anda bisa memilih makanan manis atau jenis karbohidrat sederhana lainnya untuk menggantikan energi tubuh yang habis setelah seharian berpuasa.

Protein

Makanan tinggi protein dapat membuat Anda kenyang lebih lama dibandingkan dengan makanan yang kaya akan karbohidrat dan lemak. Selain itu, makanan tinggi protein juga membantu tubuh membentuk otot dan jaringan baru.

Jadi pastikan makanan sumber protein seperti daging sapi, daging ayam, ikan, telur, tempe, dan tahu, ada di dalam menu makan sahur maupun berbuka puasa.

Lemak

Lemak dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama, sama seperti karbohidrat dan protein. Lemak mengandung energi yang cukup besar yakni sebanyak 9 kkal. Tak hanya itu, lemak juga bermanfaat untuk membantu tubuh menyerap vitamin yang berasal dari makanan maupun suplemen.

Serat

Makanan kaya serat memiliki efek yang sama dengan makanan yang kaya akan protein. Makanan tinggi serat dapat menahan rasa lapar selama seharian. Selain itu, serat juga membantu menyehatkan sistem pencernaan.

Air

Sebanyak 60 persen tubuh tersusun atas air. Untuk itu, mencukupi kebutuhan air setiap hari menjadi hal wajib, bahkan saat bulan puasa tiba. Mencukupi cairan tubuh setiap hari selama puasa dapat menghindarkan Anda dari dehidrasi dan masalah kesehatan lainnya.

Vitamin dan Mineral

Ketika berpuasa, pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral tinggi. Pasalnya ketika puasa, tubuh jadi lebih mudah kehilangan vitamin dan mineral akibat kekurangan cairan dan pola makan yang berubah.

Bila kekurangan vitamin dan mineral akan membuat tubuh jadi mudah sakit. Nah, tidak mau kan saat perjalanan mudik Anda atau anggota keluarga lainnya jatuh sakit?

Maka itu, Anda harus memastikan asupan vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral yang paling diandalkan untuk menjaga daya tahan tubuh adalah vitamin C dan zinc.

Kombinasi keduanya membuat Anda dan keluarga terjaga dari serangan penyakit dan menjadi lebih bugar. Bila memang perlu, Anda bisa menambah asupan vitamin dan mineral dari suplemen.
bau mobil baru

Pilihan Bekal Mudik yang Cocok Disantap Saat Sahur atau Berbuka

Tips menjelang mudik yang sangat penting yakni mengonsumsi makanan sehat. Mengatur asupan makanan sebelum mudik perlu Anda lakukan agar tubuh siap menjalankan perjalanan yang cukup melelahkan selama berjam-jam.

Untuk itu, Anda perlu mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa, seperti:

Tempe

Tempe merupakan produk olahan dari kacang kedelai yang terbuat dari fermentasi Rhizopus. Dikutip dari Asian Pacific Journal of Clinic Nutrition tempe bermanfaat untuk menjaga kesehatan usus, melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular, kanker payudara dan prostat, dan kesehatan tulang.

Tempe adalah salah satu makanan yang tinggi akan protein dan serat yang baik dikonsumsi sebelum Anda melakukan perjalanan jauh karena membuat Anda kenyang lebih lama.

Tak hanya itu, tempe juga dapat memberikan cadangan protein yang cukup banyak untuk tubuh sehingga dapat digunakan sebagai bekal selama perjalanan.

Ikan

Selain mengandung protein yang cukup tinggi, ikan juga mengandung asam lemak omega 3, kalsium, fosfor, vitamin B2, zink, magnesium, serta kalium. Karena nutrisinya yang sangat kaya dan beragam, Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan untuk makan ikan sebanyak 2 sampai 3 kali per minggunya.

Untuk itu, mengonsumsi ikan di hari-hari menjelang mudik juga sangat baik untuk menjaga tubuh tetap sehat dan tercukupi nutrisinya. Berbagai ikan yang baik untuk dikonsumsi yaitu sarden, tuna, mackerel, dan juga nila.

Roti Gandum

Roti gandum bisa menjadi pilihan makanan lezat sebelum Anda mudik. Hal ini dikarenakan roti yang terbuat dari gandum utuh kaya akan serat. Serat membantu menyehatkan sistem pencernaan Anda dan mencegah sembelit.

Menjaga sistem pencernaan tetap sehat menjadi salah satu faktor penting yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh agar tetap nyaman.

Selain itu, roti gandum juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan tidak menaikkan kadar gula darah karena mengandung karbohidrat kompleks. Sederet nutrisi lain juga terkandung dalam roti gandum seperti protein, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Selain kaya akan nutrisi, konsumsi gandung juga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, diabetes melitus, dan obesitas.

Jus buah

Membiasakan minum jus buah setiap hari akan sangat menyehatkan tubuh. Pasalnya, jus lebih mudah diserap tubuh sehingga berbagai nutrisi yang terkandung di dalam buah bisa diserap secara maksimal.

Untuk membuat tubuh tetap sehat dan bugar menjelang mudik, Anda bisa mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C dan zinc. Vitamin C dan zinc sangat dibutuhkan saat puasa karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit.

Contoh buah yang kaya akan vitamin C dan zinc seperti mangga, jeruk, kiwi, dan juga alpukat. Namun,Anda juga bisa membuat jus dari berbagai macam buah yang Anda sukai untuk tetap mendapatkan manfaat lainnya.

Sayur-sayuran

Sayur-sayuran menjadi makanan wajib yang perlu ada di menu harian Anda. Sayuran hijau dan jenis sayuran lainnya menjadi sumber makanan yang kaya vitamin dan mineral.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian, usahakan untuk tidak melewatkannya terutama di hari-hari menjelang mudik. Contoh sayur-sayuran yang mengandung banyak vitamin dan mineral yaitu brokoli, bayam, wortel, timun, dan juga tomat.

Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan lain yang mengandung zat gizi serupa. Selain itu, makanan yang kaya akan nutrisi ini juga tak hanya perlu dikonsumsi menjelang mudik saja.

Akan tetapi, saat perjalanan mudik dimulai pun Anda tetap perlu mengonsumsinya di waktu sahur maupun berbuka agar badan tetap terjaga kesehatannya. Tips menjelang mudik yang satu ini bisa Anda lakukan mulai dari sekarang demi tubuh yang sehat dan perjalanan yang menyenangkan.

Widya Citra Andini

Bangkit

Bangkit yang paling benar dan berasa adalah kalau habis sujud. Sujud dulu, baru bangkit.” Begitu kata saya di hadapan santri-santri.

Kebangkitan yang diawali dengan sujud berarti menghamba, merendah, di hadapan Allah Yang Mahatinggi.

Bahkan, saat berdiri diawali dengan takbir. Membesarkan Allah Yang Mahabesar. Bahwa berdirinya kita bukan untuk menyejajarkan diri dengan-Nya dan melawan-Nya.

Harus diakui, dari banyak sisi, negeri kita dan kita-kita semua jauh lebih beruntung dibandingkan negara-negara konflik. Suasana yang perlu disyukuri. Tetapi, di sisi lain, jangan sampai terlena, lengah.

Kebangkitan Indonesia harus benar-benar kebangkitan negerinya sendiri, bangsanya sendiri. Jangan sampai kelihatan bangkit, maju, sukses, jaya, ternyata palsu. Kegegapgempitaan kita ternyata bukan oleh kita dan bukan untuk kita, melainkan pihak asing dan pihak lain yang tidak mencintai Indonesia; cuma cari untung di Indonesia, enggak berjuang untuk Indonesia.

Seperti misal di dunia startup, digital market, online shop, payment gateway, cashless business, traveling, transportation… industri ini lagi bangkit dan bangkitnya benar-benar bangkit. Gegap gempita. Namun, alhamdulillah, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah melihat bahwa dominasi asing begitu kuat. Enggak benar. Perlu di rem. Jangan sampai enggak ada national champion.

Yang begini-begini bagus dan keren banget. Percuma juga industrinya bangkit, maju, dan semarak bergai rah tetapi ternyata lagi-lagi Indonesia menjadi pasar saja. Perusahaan yang kelihatannya Indonesia pun bila ditelisik mungkin kita akan bekernyit.Masih benarkah? Masih layakkah disebut Indonesia saat pemegang sahamnya juga asing?

Sisi ini menarik, yakni membuat perusahaan-perusahaan strategis tetapi keburu dikuasai asing sebagai pemegang saham mayoritas. Seperti perusahaan fintech yang besar-besar di Indonesia. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berperan di dunia global, bisakah? Mengapa tidak? Asal ada kemauan, pasti ada jalan.

Saya pribadi memperkenalkan investasi rakyat. Investasi recehan.Sebuah perjalanan sejarah sudah dimulai, tinggal dikembangkan dan dimasifkan saja, merambah ke perusahaan dan industri strategis.

Sekaligus puncaknya nanti, yang besarnya nanti, adalah mem-buy back utang negara ke asing. Jika negara berutang, berutang saja ke rakyat.Jadi, kalau harus ada bayar bunga maka rakyat yang menikmati, plus enggak ada urusan dengan fluktuasi mata uang asing.

Asli, ini soal supermudah, asal ada kemauan barengbanyak rakyat Indonesia. Dari sisi pemerintah, saya melihat sudah ada kemauan yang tinggi. Istilahnya, gayung bersambut.Tinggal bismillahnya aja dikencengin dan dirame-ramein.

Dan jadilah kebangkitannya, kebangkitan menyeluruh yang meng- Indonesia. Tinggal kemudian kebangkitannya ditandai, dijagai, diberikan ruh: takbir dan sujud.Kebangkitan tetap untuk Allah.

Keren banget dah.

Ustaz Yusuf Mansur

Ramadhan Mengasah Intelektual

Pada bulan Ramadhan sekitar tahun 610 M, Allah menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang berisi perintah untuk melakukan salah satu aktivitas dalam proses belajar yakni membaca, Iqra!

Perintah membaca dari Allah ini menunjukkan tingginya kedudukan ilmu sekaligus akan meninggikan derajat pemiliknya (QS 58: 11).Membaca berkaitan erat dengan menulis, menelaah, menganalisis, dan merangkum. Sejak turunnya wahyu itulah ilmu menjadi ruh dari Islam yang tidak akan terpisahkan.

Tradisi membaca dan menulis merupakan ciri khas umat ini. Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat iqra di atas membawakan sebuah atsar salaf yang menyeru untuk mengikat ilmu dengan tulisan. Maka lahirlah peradaban ilmu umat manusia yang tidak ada tandingannya dalam sejarah manusia. Dari rahim Islam, lahirlah para ulama sekaligus para penulis produktif yang meletakkan fondasi keilmuan dan sains bagi umat manusia.

Aktivitas membaca pada bulan Ramadhan begitu mulia hingga Allah menjanjikan pahala dan kebaikan yang berlipat-lipat ganda. Rasulullah bersabda, Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR Tirmidzi).

Ketika menjalankan ibadah shaum, seseorang tidak disibukkan oleh syahwatnya sehingga proses belajar semisal membaca dan menulis semakin baik, insya Allah.An-Nadhr bin Syumail berkata, Seseorang tidak akan bisa merasakan nikmatnya belajar sampai dia lapar dan melupakan laparnya.

Dalam membaca dan menulis, para ulama terdahulu begitu bersemangat memanfaatkan waktu agar tidak ada satu menit pun terlewat tanpa manfaat dan faedah. Salah seorang murid senior Imam asy- Syafi’i bernama Imam al-Muzani pernah berkata, Aku membaca kitab ar-Risalahsebanyak 500 kali, setiap kali membacanya saya selalu menemukan ilmu yang baru.

Salah seorang dari guru Imam Bukhari bernama Ubaid bin Ya’isy pernah berkata, Diriku tidak pernah makan dengan tanganku di malam hari selama 30 tahun. Adalah saudara perempuanku yang menyuapkan makanan ke mulutku sementara aku sibuk menulis hadis Rasulullah.

Ramadhan bukan saja bulan saat shalat ditegakkan dan lisan basah oleh tilawah Alquran, melainkan ia juga momen mulia untuk memperdalam ilmu agama.

Syekh Albani pernah berkata kepada putranya, Adapun mengkhususkan bulan Ramadhan hanya untuk tilawah saja, tanpa mengerjakan ibadah yang lain, seperti menuntut ilmu agama atau mengajar hadis dan penjelasannya, maka ini tidak ada dasarnya.

Allah telah memberikan nikmat Ramadhan kepada hamba-Nya dengan seluruh kebaikannya, bukan saja ampunan dan limpahan pahala, tetapi juga kesempatan untuk mengasah intelektual sehingga selalu menggandengkan iman dengan ilmu. Wallahualam.

WISNU TANGGAP PRABOWO

4 Menu Sahur Sehat dan Lezat Bagi Anda yang Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang berpuasa. Pasalnya, penderita hipertensi sering kali mengeluh mudah pusing dan mual. Ini tentu akan mengganggu hari-hari puasa. Kabar baiknya, gejala hipertensi tersebut dapat diatasi dengan mudah, asalkan Anda memilih makanan yang tepat saat sahur. Lantas, apa saja menu sahur untuk hipertensi yang aman dan sehat? Baca terus ulasan berikut ini.

Pilihan menu sahur untuk hipertensi yang aman dan sehat

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah seseorang mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Padahal, tekanan darah yang normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg.

Dilansir dari NHS Inggris, orang dengan tekanan darah tinggi boleh-boleh saja puasa. Namun, dengan catatan kondisi tubuhnya stabil. Maka itu, Anda dianjurkan untuk memerhatikan asupan makanan sehari-hari, terutama saat sahur, untuk mencegah gejala hipertensi kambuh sewaktu-waktu.

Tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah, pemilihan makanan yang tepat saat sahur dapat membantu meningkatkan energi saat berpuasa dan mengurangi risiko edema atau penimbunan cairan dalam tubuh.

Nah, berikut ini adalah beragam menu sahur untuk hipertensi yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda di rumah.

1. Nasi Goreng Sayur

Kalau Anda mencari menu sahur untuk hipertensi yang praktis, maka nasi goreng adalah jawabannya. Ya, nasi goreng merupakan salah satu makanan yang mudah dibuat dalam waktu singkat dan dapat dikreasikan dengan beragam bahan makanan sehat lainnya.

Saat menggoreng, gunakan minyak zaitun yang kaya lemak sehat dan antioksidan sehingga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Bahkan, sebuah kajian ilmiah yang dilakukan di Spanyol tahun 2015 menunjukkan bahwa minyak zaitun dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Agar semakin sehat, tambahkan berbagai jenis sayuran pada nasi goreng buatan Anda. Misalnya brokoli, sawi, kacang polong, dan sayuran lainnya. Pasalnya, sayuran hijau mengandung tinggi kalium yang dapat membantu menyingkirkan kelebihan garam dalam tubuh melalui urine. Ini tentu bermanfaat untuk menjaga tekanan darah Anda tetap stabil selama berpuasa.

2. Ikan Sarden

Ikan sarden merupakan jenis ikan yang baik dikonsumsi sebagai menu sahur untuk penderita hipertensi. Pasalnya, kandungan asam lemak omega-3 pada ikan sarden dapat membantu mengendalikan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan mencegah penyakit jantung.

Agar sahur Anda lebih sehat, lengkapi dengan sajian nasi merah yang mengandung tinggi serat. Ini akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan tak mudah lapar saat puasa.

3. Sandwich Roti Gandum

Menu sahur untuk hipertensi selanjutnya adalah sandwich roti gandum. Mengapa harus roti gandum?

Dr. Lu Wang, seorang peneliti asal Harvard Medical School di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa kandungan serat dan nutrisi pada gandum dapat membantu mencegah lonjakan tekanan darah. Selain itu, gandum utuh juga mengandung vitamin B dan karbohidrat kompleks.

Belum lagi roti gandum indeks glikemiknya tergolong rendah sehingga akan diserap lebih lama oleh tubuh. Akibatnya, Anda menjadi tak mudah lapar saat puasa.

Setangkup roti ditambah dengan telur dadar atau telur ceplok sudah bisa menjadi hidangan yang menggugah selera Anda saat sahur. Namun, gunakan bagian putih telurnya saja yang kadar kolesterolnya lebih rendah sehingga tak lekas menaikkan tekanan darah Anda.

Untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral, tambahkan berbagai jenis sayuran segar seperti bayam, tomat, timun, atau selada. Voila! Menu sahur untuk hipertensi ini akan terasa lebih lezat dan sehat tentunya.

4. Oatmeal Susu dan Buah

Oatmeal saja mungkin tidak cukup untuk sahur Anda. Akan tetapi, oatmeal merupakan salah satu makanan rendah lemak dan natrium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, oatmeal juga mengandung serat tinggi sehingga dapat membuat Anda kenyang lebih lama saat puasa. Jika ingin lebih sehat, tambahkan dengan buah-buahan yang baik untuk penderita hipertensi seperti pisang, alpukat, atau beri-berian. Segelas susu juga bisa melengkapi menu sahur Anda hari ini.

Adelia Marista Safitri

4 Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin Saat Sedang Puasa

Tubuh yang kurang vitamin saat puasa, umumnya akan menimbulkan gejala tertentu. Gejala defisiensi vitamin tersebut, biasanya akan memengaruhi bagian tubuh tertentu yang kekurangan vitamin. Karena pada dasarnya, vitamin adalah nutrisi organik yang sangat penting untuk kesehatan dan fungsi normal sel-sel metabolisme tubuh, terlebih ketika sedang puasa.

Anda mungkin tidak terkena penyakit, tapi Anda bisa mengalami fungsi tubuh yang terganggu. Karena vitamin adalah kebutuhan penting untuk semua reaksi biokimia di tubuh agar bisa berfungsi dengan baik. Berikut ini adalah ciri dan gejala tubuh yang kurang vitamin saat puasa.
Ciri dan gejala tubuh kurang vitamin saat puasa

1. Penglihatan Menurun adalah Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin A

Banyak yang tidak sadar kalau tubuh sedang kekurangan vitamin A. Terlebih lagi, gejala seperti penglihatan yang kabur, kulit kering dan sesak napas, dirasa umum bagi yang sedang menjalankan puasa. Padahal ciri serta gejala tersebut bisa menjadi salah satu indikasi bahwa tubuh anda perlu dan kurang vitamin saat puasa.

Anda bisa memperoleh vitamin A saat sahur dan berbuka dengan mengonsumsi sayuran yang berwarna cerah seperti wortel, sayur sawi, makan telur, minum susu dan bahkan mengonsumsi suplemen vitamin A anjuran dari dokter.

2. Rambut Rontok dan Diare Menjadi Tanda Kurang Mineral Zinc

Pernahkah saat puasa mengalami kerontokan rambut, diare, atau indra pengecap jadi berkurang ketajamannya? Bisa jadi itu merupakan ciri tubuh Anda kekurangan mineral zinc atau seng. Zinc sangat dibutuhkan tubuh ketika puasa untuk membantu mengatur nafsu makan, mengurangi tingkat stres, dan memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Gejala lainnya bisa meliputi menurunnya bobot tubuh dan lamanya penyembuhan luka ketika puasa. Anda bisa mendapatkan mineral zinc pada sumber makanan daging hewani, hati hewan (biasanya sapi atau ayam), labu dan sayur bayam.

3. Suka Kesemutan Jadi Tanda Kurang Vitamin B

Salah satu ciri kurang vitamin saat puasa adalah dengan munculnya kesemutan di bagian tubuh tertentu. Biasanya kesemutan dialami di bagian kaki dan tangan. Hal itu juga disebut sebagai neuropati perifer. Gejala neuropati perifer memiliki beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya kekurangan vitamin B. Vitamin B tersebut meliputi vitamin B6, B9, B12, serta vitamin E dan niasin yang sangat penting untuk kerja saraf tubuh.

4. Bibir Pecah-pecah Bisa jadi Tanda Kurang Vitamin C

Bibir pecah-pecah memang tidak sedap dipandang siapa saja, dan itu menjadi tanda bahwa di dalam tubuh Anda mengalami kekurangan sejumlah vitamin. Ya, vitamin C yang minim akan menghasilkan reaksi tubuh tertentu, antara lain bibir pecah-pecah, kulit wajah pucat, dan bahkan mood jadi gampang turun saat puasa.

Anda bisa mendapatkan nutrisi vitamin C penting dari buah dan sayuran. Terutama buah yang mengandung asam seperti jeruk, lemon, dan pepaya. Sedangkan vitamin C dari sayuran bisa Anda dapatkan dari paprika, cabai, kentang, brokoli, sayuran hijau dan ubi jalar. Kadar asupan vitamin C yang cukup sehari-hari adalah sebanyak 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

Novita Joseph

Menjaga Nikmat

Tidak lama setelah Nabi Musa meninju orang Mesir (dalam tafsir Ibn Katsir disebutkan orang Qibthi) yang berkelahi dengan orang Bani Israel, kemudian meninggal orang Mesir yang ditinjunya itu, Nabi Musa langsung sadar akan apa yang telah dilakukan dan dampak perbuatan yang bakal diterimanya.

Nabi Musa berkata, Ini adalah perbuatan setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata.Musa berdoa, `Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku’.Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS al- Qashash [28]: 16).

Apa yang dilakukan Nabi Musa mungkin wajar, jika dipandang dari perspektif orang Bani Israel, karena Nabi Musa melakukannya dalam rangka membantu pria Bani Israel. Pada saat yang sama secara nyata, Fir’aun adalah pemimpin yang otoriter, lalim, dan tidak berperikemanusiaan.Jadi, wajarlah Nabi Musa membantunya.

Tetapi, membunuh orang tanpa proses pembuktian melalui mekanisme hukum yang semestinya, tentu bukan perbuatan yang dibenarkan.Oleh karena itu, seketika Nabi Musa sadar dan langsung menyatakan bahwa apa yang telah terjadi seharusnya benar-benar dijauhi.

Menyadari itu semua, Nabi Musa langsung bertekad untuk tidak tergesa-gesa melakukan apa pun yang belum jelas. Nabi Musa berdoa, Ya Rabbku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.

(QS al-Qashash [28]: 17).

Ibn Katsir menerangkan yang dimaksud dengan nikmat oleh Nabi Musa adalah mengemban amanah sebagai seorang Nabi, suatu derajat yang paling tinggi di kalangan manusia.

Kisah tersebut memberikan ibrah kepada kita bahwa segala nikmat yang telah Allah berikan, baik berupa kecerdasan, pangkat dan jabatan, maupun keberlimpahan harta dan kekayaan tidak semestinya digunakan untuk memberikan bantuan ataupun pertolongan kepada siapa pun yang melakukan perbuatan dosa.Baik itu orang yang sekelompok, separtai, maupun sekeluarga seharusnya tidak diperlakukan istimewa apabila terbukti berbuat dosa dan aniaya.Tapi, gunakanlah segala nikmat itu untuk menolong agama Allah dan membela orang-orang yang benar dan tertindas.

Demikian pula halnya dengan nikmat sehat dan nikmat waktu, seharusnya dijaga dan digunakan sepenuhnya untuk beramal sholeh, menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar.Bukan sebaliknya.

Dan, yang tidak kalah penting adalah menjaga nikmat ilmu.Pada hari berbangkit kelak, akan diseret orang yang berilmu, lalu dilemparkan ke dalam api neraka.Isi perutnya akan terburai dan ia akan berputar-putar bersama isi perutnya seperti seekor keledai mengelilingi gilingan gandum.

Para penduduk neraka bergerak mengitarinya sambil bertanya, `Mengapa engkau bisa sampai seperti ini?’Jawabnya, `Saat di dunia, aku menyuruh manusia melakukan kebaikan, akan tetapi justru aku sendiri tidak mengerjakannya. Aku juga melarang kejahatan, akan tetapi aku sendiri melakukannya’.(HR Bukhari).

IMAM NAWAWI

1 2 3 18