xcrucks

Rahasia Kebahagiaan

Imam Ibnul Qayyim pernah berkata, “Rahasia kebahagiaan ada tiga. Pertama, bersyukur atas nikmat Allah. Kedua, bersabar atas musibah. Dan ketiga, bertobat dari maksiat.” Bila ketiga hal ini ada pada diri seseorang, niscaya ia akan hidup bahagia, baik di dunia lebih-lebih di akhirat nanti.

Setiap orang pasti pernah men dapatkan nikmat dari Allah SWT. Maka cara terbaik dan paling sesuai dengan ridha Allah adalah dengan bersyukur kepada-Nya. Setiap orang juga pernah mengalami musibah, maka cara terbaik untuk menghadapi musibah tersebut adalah dengan kesabaran. Setiap orang juga pernah melakukan maksiat, maka cara terbaik untuk menghapusnya adalah dengan cara bertobat.

Pertama, bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, dan di antara caranya adalah dengan mengucapkan alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Artinya, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Dalam gramatika bahasa Arab, huruf al di sini lil istighraaq, maksudnya mencakup semua jenis pujian atas segala nikmat.

Di samping bersyukur secara lisan seperti di atas, kita juga dituntut bersyukur bil hal, yaitu bersyukur dengan cara mempergunakan nikmat yang diberikan Allah untuk menambah pahala kita. Artinya, kita pergunakan nikmat itu untuk menambah kedekatan kita kepada Allah SWT.

Kedua, bersabar atas musibah yang menimpa kita. Banyak orang beranggap an bahwa musibah yang menimpanya merupakan bentuk kemurkaan Allah, padahal sebaliknya, musibah itu merupakan bentuk lain dari kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Karena musibah tidak lepas dari dua kemungkinan: bisa jadi sebagai peringatan ketika orang itu sedang lalai supaya sadar dari kealpaannya, ada kalanya sebagai ujian untuk meningkatkan derajat keimanannya.

Sabar yang dimaksud di sini adalah kesadaran bahwa semua yang terjadi pada diri kita merupakan pemberian terbaik dari Allah SWT meskipun pemberian itu terkadang terasa pahit dan tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Sebab, Allah tidak hanya memberikan yang kita inginkan, tetapi memberikan yang kita butuhkan.

Ketiga, bertobat dari perbuatan maksiat. Setiap orang pasti pernah melakukan perbuatan maksiat, hal ini pernah disinyalir oleh Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya, “Setiap manusia pernah bersalah (berdosa), dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertobat.” (HR al-Turmudzi dan Ibnu Majah). Artinya, jika setiap manusia dipastikan pernah melakukan kesalahan maka tidak ada cara lain untuk menghapus kesalahan tersebut kecuali dengan bertobat. Maka, dengan selalu bertobat dari setiap kesalahan yang kita lakukan dan mengikutinya dengan perbuatan baik, niscaya Allah akan mengampuni dosadosa kita.

Abdul Syukur

Jatuhnya Baghdad, Bencana Besar Literatur Islam

Lalu, pada 1258 Masehi, muncul sebuah bencana besar yang menimpa peradaban dan literatur Islam, dengan adanya serbuan pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan.

Mereka memorak-porandakan Baghdad. Khalifah dan penduduk ditangkap. Rumah-rumah dibakar. Tak sampai di situ, mereka juga menghancurkan perpustakaan yang sarat dengan manuskrip berharga. Sejarawan Ibnu Khaldun mengungkapkan, manuskrip-manuskrip itu dilemparkan ke Sungai Tigris.

Sebuah legenda muncul, air Sungai Tigris berwarna hitam sekelam tinta pada hari pelemparan buku-buku dari berbagai perpustakaan ke sungai tersebut. Seorang cendekiawan Muslim, Al-Qalqasyandi, menyatakan, semua buku di perpustakaan khalifah hancur.

Semua jejak dan bermacam-macam ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya pun ikut musnah. Hal serupa juga terjadi di kota-kota Irak lainnya, seperti di Mosul. Beruntung, perpustakaan di Nizamiyah dan Mustansiriya tak ikut dihancurkan sehingga memberikan manfaat besar pada masa selanjutnya.

Sebelum jatuhnya Baghdad, bencana serupa menimpa sejumlah perpustakaan yang ada di wilayah Islam. Di antaranya, pembakaran buku-buku tertentu di Al Hakam, Kordoba, pada abad ke-11. Di Rayy, hal itu terjadi pada 1027 Masehi. Juga, pembakaran buku oleh tentara Salib di Tripoli, Lebanon.

Perpustakaan lainnya yang mengalami nasib serupa adalah Banu Ammar pada 1109 Masehi, Nishapur pada 1153 Masehi, pembakaran Perpustakaan Ghazna pada 1155 Masehi, dan penghancuran Perpustakaan Merv pada 1209 Masehi. Namun, setelah para penguasa Mongol memeluk Islam, kondisi pun berubah.

Mereka memberikan dukungan pengembangan tradisi ilmiah dan penulisan. Pada abad ke-14, misalnya, di Mosul, banyak manuskrip ilmiah yang dihasilkan. Demikian pula, dengan penulisan Alquran. Namun, Irak tak benar-benar pulih seperti sebelumnya.

Sumber : Islam Digest Republika

Media Sosial Pangkas Kebersamaan Orangtua dan Anak

Teknologi terus mengalami kemajuan yang pesat. Tak sedikit yang akhirnya mengalami ‘kecanduan’ gawai dan sulit lepas dari aktivitas dunia maya.

Tanpa pembagian waktu yang bijak, interaksi sosial di dunia nyata pun terpangkas dan semakin minim. Termasuk di lingkungan keluarga.

“Memang media sosial, gadget jadi agak mengurangi momentum kebersamaan dengan anak, baik dari sisi anak maupun orangtua,” ujar psikolog anak, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Sc sat ditemui di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Anna menambahkan, hal itu bisa diakibatkan karena anak, orangtua atau keduanya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengakses media sosial. Selain media sosial, banyak pula aktivitas dunia maya lainnya, seperti mencari informasi dan berita.
Sementara dari sisi anak, waktu kebersamaan mereka dan orangtua bisa saja tersita karena terlalu lama mengakses YouTube, bermain game atau aktivitas lainnya.

Padahal, kata Anna, sejumlah penelitian dalam negeri menemukan bahwa anak usia 2-3 tahun yang terlalu banyak mengakses gawai atau lebih dari empat jam cenderung memiliki kemampuan bicara yang lambat perkembangannya dibandingkan mereka yang tidak.
Lalu, bagaimana menjaga agar penggunaan gawai dan akses internet tak berlebihan sehingga waktu bersama dalam keluarga tetap terjaga?

Anna menyebutkan, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), setidaknya gawai baru diperkenalkan saat anak menginjak usia 18 bulan.

Dalam usia tersebut pengenalan gawai pada anak juga masih terbatas pada hal yang sifatnya interaktif.

“Jadi tetap punya momen-momen kebersamaan. Bukan yang nonton dan main,” tuturnya.

Pada usia minimal 2 tahun baru lah anak dierbolehkan mengenal tontonan dan mainan di gawai atau internet. Itu pun tetap dalam pendampingan orangtua.

Selain itu, aktivitas dengan gawai tersebut juga diharapkan masih melibatkan aktivitas bersama antara anak dan orangtua.

“Misalnya paling sering dilakukan, menyetel musik lalu menari bareng. Atau cari informasi, seperti di YouTube cari DIY (Do It Yourself) lalu mempraktekkan,” ucap Anna.

Anna sendiri mengalami tantangan itu. Namun, ia tegas memberlakukan ‘gadget time’ di rumah. Sehingga pada waktu-waktu tertentu, baik anak maupun orangtua sama-sama tak memainkan gawainya.

Hal itu menurutnya perlu diberlakukan oleh para orangtua.

“Misalnya saat makan malam. Begitu mulai makan, semua gadget ditaruh di kamar masing-masing terus kami makan dan betul-betul enggak boleh melihat gadget. Lalu perlu ada beberapa waktu yang no-gadget time,” ucap dia.

Nabilla Tashandra

Sedekah untuk Orang Tua yang Telah Wafat

Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi penghormatan dan pemuliaan kepada kedua orang tua, sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu dan bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara kesiangan atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al-Isra: 23).

Dalam Islam, penghormatan dan pemuliaan kepada kedua orang tua tidak dilakukan pada saat mereka masih hidup saja, tetapi juga ketika mereka sudah meninggal. Salah satu bentuk penghormatan kepada orang tua yang telah meninggal adalah bersedekah atas nama mereka.

Menurut hadis yang diriwayatkan Buraidah RA ketika sedang bersama Rasulullah SAW, Buraidah berkata, “Saat itu aku sedang bersama dengan Rasulullah lalu datang seorang perempuan. Dia berkata, ‘Aku bersedekah kepada seorang budak perempuan atas nama ibuku yang telah wafat.’ Lantas, Rasulullah menjawab, ‘Kamu pasti mendapat pahala dan warisnya diberikan kepadamu.’

“Perempuan itu bertanya, ‘Ya Rasulullah, ibuku memiliki kewajiban untuk mengqada puasa selama sebulan, bolehkah aku berpuasa atas namanya?’ Lalu, Rasul menjawab, ‘Berpuasalah atas namanya.’ Lalu, perempuan itu bertanya lagi, ‘Ibuku juga belum menunaikan ibadah haji, bolehkan aku berhaji atas namanya?’ Lalu, Rasul menjawab lagi, ‘Berhajilah atas namanya.'” (HR Bukhari-Muslim).

Dea Alvi Soraya

Baca Buku, Cara Mudah Bikin Tidur Nyenyak di Malam Hari

Terkadang, kita merasakan sulitnya tidur di malam hari. Padahal keesokan hari kita harus bangun pagi-pagi untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk.

Ini hal yang wajar terjadi. Dan, ada banyak sekali saran dan tips yang beredar di luar sana untuk mengatasi masalah ini.
Sayangnya, semua cara yang beredar itu malah membuat kita rumit. Tapi kini, kita tak perlu khawatir lagi. Ada cara mudah yang bisa membuat kita bisa tidur dengan nyenyak.

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk membuat dirinya bisa tertidur di malam hari.

Namun, riset yang dilakukan oleh peneliti dari University of Sussex menemukan, membaca buku favorit adalah jalan terbaik untuk membuat kita tidur nyenyak.

Hasil riset ini mengungkap, membaca mampu mengurangi tingkat stres sebanyak 68 persen. Ini termasuk jumlah yang lebih tinggi daripada tips lain seperti seperti minum teh, mendengarkan musik, atau berjalan-jalan.

Riset yang dilakukan Dr Lewis ini menemukan, hanya perlu membaca selama enam menit untuk secara signifikan merilekskan tubuh dan pikiran kita.

Dengan kata lain, cara ini dapat kita terapkan sebagai ritual di malam hari agar kita bisa tidur dengan nyenyak.
Sebenarnya, buku tak hanya membantu kita untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.

Membaca buku dapat mengalihkan perhatian kita dari gadget yang sangat mengganggu kualitas tidur.

Menurut sebuah riset tahun 2015, mahasiswa yang secara konsisten menemukan dirinya terlalu sibuk dengan media sosial, merasa lelah sepanjang hari.

Hasil riset ini bahkan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mereka juga terpengaruh secara negatif.

Riset lain yang dilakukan pada tahun 2016 menunjukkan hasil serupa.

Para periset menemukan bahwa semakin banyak orang menggunakan media sosial saat berada di tempat tidur, memiliki risiko yang semakin besar untuk menderita gangguan tidur.
Kita mungkin berpikir untuk membaca buku yang membosankan jika ingin tidur dengan nyenyak.

Namun, riset dari perusahaan Mattres online di Inggris merekomendasikan kita untuk membaca buku yang menarik hati agar kita bisa tidur dengan nyenyak.

Agar tidur kita semakin nyenyak, menjauhkan diri dari teknologi sebelum tidur, mengunakan minyak aroma terapi di kamar kita, bahkan mandi dengan air hangat juga bisa menjadi cara yang ampuh.

Ariska Puspita Anggraini

Biarkan Anak Bermain Bebas Sendiri

Dunia anak adalah dunia bermain. Walau kita sebagai orangtua perlu mengajak anak bermain, tapi sesekali biarkan mereka bebas bermain sendiri.

Para ahli menyarankan anak untuk free play, yakni bermain tanpa ditemani atau diatur oleh orangtua, serta bebas dari gadget. Ini akan membantu mengasah imajinasinya.

“Ini adalah jenis permainan yang membiarkan anak memakai imajinasi dan benda-benda di sekitar mereka, bisa mainan atau kardus bekas. Mereka bisa eksplorasi dan bersenang-senang sesuka mereka, tentu dengan batasan yang aman,” kata Liat Hughes Joshi, peneliti dan pakar perkembangan anak.

Ia mengatakan, anak balita saat ini punya kehidupan yang sibuk. Dimulai dengan mengikuti “kelas bayi” atau ikut klub berenang.

Ketika di rumah, waktu mereka juga dihabiskan untuk menonton televisi, diberi permainan “edukatif”, dan bermain dengan orangtua atau pengasuhnya.

Bukan berarti anak tidak perlu ditemani bermain, tetapi sesekali membiarkan mereka bermain bebas justru bermanfaat positif bagi tumbuh kembangnya.

“Bermain bebas merupakan permainan yang tidak terstruktur, dan ini sangat berharga. Anak-anak, seperti orang dewasa, juga perlu waktu untuk rileks dan merefleksikan apa yang mereka alami. Itu tidak bisa terjadi kalau mereka terlalu sibuk,” kata Joshi seperti dikutip dari MotherandBaby.co.uk.

Manfaat dari permainan yang tidak terstruktur antara lain membantu anak belajar mandiri. Termasuk anak bisa belajar mengatur dirinya saat ia merasa bosan, mencari sesuatu hal untuk membangun ketahanan diri.

Anak juga akan lebih percaya diri untuk mengikuti rasa ingin tahunya, sebuah kreativitas yang ia butuhkan untuk mulai permainan, termasuk imajinasi dan konsentrasi.

“Tidak semua anak secara alami penuh imajinasi. Sebagai awal bermainlah dengannya dan ajarkan bagaimana bermain kreatif. Misalnya, katakan ‘Kita bisa bikin apa ya dari balok-balok ini? ‘Apakah kita susun berdasarkan warnanya?’, selanjutnya biarkan mereka berpikir kreatif,” katanya.

Orangtua perlu membiarkan anak sesekali merasa bosan. Anak bosan yang tidak pernah belajar bermain mandiri akan terus menuntut perhatian orang di sekelilingnya. Sebaliknya, anak yang sudah belajar mandiri akan selalu punya kesibukan dan ini berarti rumah akan lebih berantakan.

“Sebagai orangtua kita harus menerima ini sementara. Saat mereka sudah lebih besar, lebih mudah mengajarkan mereka untuk membereskan barang daripada mengajarinya bermain mandiri,” katanya.

Lusia Kus Anna

Kebiasaan Begadang Bisa Memperpendek Umur

Banyak orang yang menganggap begadang sebagai suatu hal yang wajar, atau bahkan harus dilakukan. Entah karena lembur untuk menyelesaikan proyek kantor, nonton pertandingan bola, atau belajar dengan sistem kebut semalam menjelang ujian di sekolah.

Namun, kita perlu lebih hati-hati terhadap berbagai efek begadang pada kesehatan tubuh di kemudian hari. Pasalnya tidur yang cukup adalah salah satu kunci kesehatan.

Tidur termasuk sebagai aktivitas yang punya segudang manfaat. Saat tidur, otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu proses metabolisme dalam tubuh.

Mulai dari mengembalikan nafsu makan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan daya ingat, memperbaiki mood, meningkatkan kebugaran, hingga meningkatkan energi dan fokus untuk beraktivitas keesokan harinya.

Tidur cukup bahkan dapat membantu kita mengelola stres dan gejala gangguan kejiwaan, seperti gangguan kecemasan dan depresi.
Lama waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa dan lansia adalah sekitar tujuh sampai delapan jam. Sementara itu, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih lama (sekitar 8-12 jam, tergantung usianya).

Memperpendek Usia

Efek begadang pada kesehatan tubuh sudah dibuktikan oleh banyak studi ilmiah. Kebiasaan begadang dilaporkan dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan serius, mulai dari hipertensi, diabetes, penyakit jantung, obesitas, sleep apnea, hingga kematian dini.

Hal ini dibuktikan oleh periset asal Inggris dan Italia yang menganalisis kebiasaan tidur dari 1,3 juta orang, yang dikumpulkan dari 16 studi terpisah.

Temuannya menunjukkan bahwa orang yang setiap malam tidur kurang dari enam jam cenderung berisiko mengalami kematian dini sebesar 12 persen.

Mereka juga menemukan bahwa orang yang mengurangi waktu tidur dari tujuh jam menjadi lima jam atau kurang memiliki 1,7 kali risiko kematian lebih cepat. Apa penyebabnya?

Sejumlah penelitian menemukan bahwa tidur malam kurang dari 5 jam sapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah.

Terlebih lagi, kurang tidur juga dapat memicu terjadinya kekurangan magnesium yag dapat menyebabkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (ateroskelosis). Aterosklerosis dapat meningkatkan risiko hipertensi, stroke, dan masalah jantung lainnya.

Selain itu, efek begadang juga tampak pada peningkatan kadar gula darah tubuh. Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin serta meningkatkan hormon stres kortisol sehingga tubuh tidak bisa menyerap sisa gula yang ada dalam darah.

Akibatnya, kadar gula dalam darah semakin meningkat. Kondisi ini dapat memicu diabetes.

Efek begadang terlalu sering juga dapat meningkatkan pelepasan hormon lapar ghrelin yang bisa membuat nafsu makan meningkat. Tidak heran kalau kurang tidur lama-lama bisa bikin tubuh gemuk, yang bisa memicu obesitas di kemudian hari.

Obesitas, hipertensi, dan diabetes tentu akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan Anda. Apalagi jika terjadi bersamaan.

Terlepas dari risiko penyakit, kurang tidur juga dapat menurunkan fokus dan kewaspadaan kita. Hal ini dapat sangat berbahaya jika sedang mengendarai kendaraan.

Bahaya berkendara saat ngantuk bahkan bisa disejajarkan dengan nyetir sambil mabuk. Nyetir saat mengantuk setelah tidur malam hanya 3 jam meningkatkan risiko kecelakaan bermotor hingga lebih dari empat kali lipat.

Tips Agar Tidur Lebih Nyenyak

Agar tidak terbiasa tidur larut malam dan berurusan dengan efek begadang di masa depan, cobalah terapkan beberapa tips sederhana ini:
Pasang alarm untuk waktu tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Jika butuh bangun pukul 6 pagi, pastikan sudah tidur pukul 11 malam untuk bisa mendapatkan 8 jam tidur malam.

Hindari beraktivitas fisik berat sebelum hendak tidur. Bila ingin berolahraga sebelum tidur, lakukan minimal 2-3 jam sebelum waktunya tidur.

Hindari kafein, rokok dan alkohol saat hendak tidur.

Jangan tidur siang di atas jam 3 siang. Waktu tidur siang yang terlalu sore malah akan membuat kita menjadi segar di malam hari.

Coba lakukan hal-hal yang membuat tenang dan rileks sebelum pergi tidur. Misalnya dengan mendengarkan lagu, membaca buku, berendam air hangat, atau aktivitas lainnya yang membuat lebih santai.

Buatlah suasana kamar tidur yang nyaman, sepi, gelap, dan dingin. Hindari hal-hal yang bisa mengganggu tidur, seperti TV dan gadget.

Bila sudah berbaring di kasur selama 20 menit dan masih tidak bisa tidur, cobalah untuk bangkit sebentar dan melakukan aktivitas lain agar tidak merasa stres. Cemas dan khawatir karena tidak bisa tidur malah membuat kita semakin segar dan semakin tidak bisa tidur.

Wisnubrata

Menakar Kehebatan Kita

Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk paman yang sedang dirawat di sana. Keadaannya memprihatinkan dan saya sempat meneteskan air mata, tidak sanggup menatapnya lama. Napasnya sesak, tidak lagi normal sebagaimana orang sehat.

Tatapannya kosong dan tidak dapat lagi berkomunikasi dengan orang yang datang membesuknya. Alat-alat kesehatan yang saya tidak kenal apa saja namanya, ada yang terpasang di kaki, di tangan, dan di hidung. Kondisinya sudah demikian sekarat.

Di ruang terpisah, saya juga menyempatkan diri menjenguk orang tua dari teman saya yang terkena penyakit stroke. Usianya lumayan tua, delapan puluh tujuh tahun. Keadaannya kurang lebih sama dengan paman tadi. Harapan untuk sehat seperti sediakala sepertinya tipis, tapi memang tidak ada yang mustahil, kalau Allah berkehendak untuk menyembuhkannya, itu adalah kuasanya Allah.

Apa yang terbayang dalam benak kita adalah bahwa mereka yang terkapar tak berdaya ini dulunya adalah sosok yang kuat dan kekar. Lalu sekarang di mana kekuatan dan kehebatan itu? Sungguh sangat kecil kekuatan dan kehebatan manusia.

Ini dapat dimilikinya ketika masih muda atau ketika dia belum ditimpa penyakit. Sedikit pun tidak ada daya upaya manusia untuk mempertahankan kekuatan yang ada dalam dirinya. Seiring usia berjalan, kekuatan fisik terus terkikis dan terkuras. Atau bahkan masih muda saat seseorang terkena penyakit.

Sungguh manusia ini sangat lemah. Untuk itu, tidak usah sombong, merasa diri hebat, suka meremehkan orang lain, dan sifat buruk lainnya. Kekuatan dan kehebatan fisik yang kita miliki pada waktunya akan dicabut oleh Allah dan manusia tidak memiliki daya untuk menahannya.

Kalau begitu, selagi masih diberikan kekuatan dan kesehatan fisik, manfaatkan untuk hal-hal yang positif dan sesuatu yang bermanfaat sehingga saat terkapar tak berdaya kita tidak menyesal.

Berapa banyak orang yang ketika sakit merasa bersalah dan menyesal karena saat sehat dia kurang taat menjalankan ibadah dan minim berbuat kebaikan. Ya, kalau Allah memberikan kesempatan dan kesehatan baginya, tapi bagaimana kalau Allah memanggil untuk segera kembali kepada-Nya?

Karena itulah dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menegaskan bahwa ingatlah yang lima sebelum datang yang lima; muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, masa luang sebelum masa sibuk, dan hidup sebelum mati.

Beliau mengingatkan umatnya agar tidak lalai dan selalu siap dengan perubahan kondisi yang ditimpakan Allah kepada seseorang. Intinya selagi hidup, muda, ada kesem patan, sehat, dan selagi dititipi kekayaan, manfaatkan untuk berbuat baik, membantu yang lemah, peduli pada orang lain. Kesempatan itu mungkin hanya datang sekali.

Hebatkah manusia, seberapa hebat, dan seberapa lama hebatnya? Hebatnya manusia tidak lain adalah secuil kehebatan yang dititipkan Allah kepadanya. Kehebatan manusia bagaikan embun pagi, ke ti ka panas datang dia pun menghilang.

Maka, sesungguhnya kekuatan dan kehebatan sejati adalah ketika seseorang mampu istiqamah dalam keimanan serta melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi diri dan orang lain. Itulah orang hebat yang sesungguhnya.

Johansyah

Sehat Jiwa Raga

Kesehatan bagi kebanyakan orang dipahami sebatas persoalan raga belaka. Pantas jika kemudian praktik dokter menjadi begitu marak, sebab tak satu pun manusia yang kesulitan mengenali perihal penyakit raga. Padahal, masalah kesehatan tidak semata raga, tetapi juga jiwa. Sayangnya, tidak banyak orang memahami perihal yang sejatinya paling esensial dalam diri setiap insan ini. Akibatnya, banyak orang yang kian hari kian rusak hidupnya karena yang sakit jiwa dan pikirannya, tetapi yang diobati raganya. Dokter ditaati, ulama diabaikan, akhirnya akal dituhankan.

Orang tidak bisa tidur, misalnya, jika dianalisis secara menyeluruh bukan hanya karena ketegangan syaraf, melainkan gersangnya jiwa dari menjalankan ibadah sehingga sangat jarang mengingat Allah Ta’ala. Buya Hamka dalam bukunya, Kesepaduan Iman dan Amal Sholeh, menyampaikan ungkapan seorang dokter yang memberikan nasihat kepada pasien yang menderita darah tinggi. “Mengapa seseorang menjadi darah tinggi, atau kacau pikiran sehingga tergoyang urat saraf? Sebabnya ialah karena soal-soal yang beraneka warna dalam hidup ini hendak diselesaikan sendiri, hendak dibereskan sendiri.”

“Lupa bahwa keputusan yang sebenarnya adalah di tangan Allah sementara hati kurang terpaut kepada- Nya, hanya percaya kepada kekuatan sendiri. Orang lupa bahwa kekuatan diri sendiri terbatas.” “Oleh sebab itu, kata teman saya itu pula, hendaklah segala urusan itu lepaskan ke atas, jangan hendak dipikul sendiri dan hendak diedarkan di keliling otak; tentu payah. Dengan mengerjakan shalat dan khusyuk, kita melepaskan senak yang tertumbuk dalam pikiran kita.”

Dengan kata lain, semakin seseorang disiplin menjalankan ibadah, seperti shalat, membaca Alquran, zikir, sedekah, serta yang lainnya, semakin besar kemungkinan seseorang hidup sehat jiwa dan raganya. Tentu saja semua dilakukan dengan memperhatikan kualitas berupa niat yang lurus, kekhusyukan, dengan meresapi makna hingga sampailah makna dari setiap doa dan zikir yang diucapkan ke dalam jiwa sehingga tenteramlah hati. Hal ini bisa kita lihat dari Rasulullah SAW yang senantiasa sungguh-sungguh dalam beribadah. Sekalipun ada amalan kecil yang dilakukan, beliau tetap melakukannya dengan kualitas terbaik.

Rasulullah shalat malam hingga tapak kaki beliau bengkak bukan karena banyaknya rakaat tahajud yang didirikan, melainkan pengerjaan setiap rukun shalat itu sendiri, di mana antara berdiri, ruku, dan sujud semua dilakukan dengan sangat khusyuk. Buya Hamka menegaskan, “Segala ibadah yang telah diperintahkan itu sangatlah teguh hubungannya dengan penjagaan jiwa kita di dalam menghadapi hidup.”

Dengan demikian, tidak patut bagi setiap Muslim semata sibuk menjaga kesehatan raga kemudian melupakan kesehatan jiwa. Olahraga rutin tetapi ibadah amburadul, terhadap ilmu agama merasa tidak butuh. Kini saatnya kita padukan kesehatan jiwa dan raga, hadapi masalah dengan kemampuan akal, tetapi jangan lepas dari memohon pertolongan kepada-Nya. Hiduplah secara wajar dan benar dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya, insya Allah sehat jiwa raga dan bahagia dunia-akhirat. Allahu’alam.

Imam Nawawi

Begini Cara Orang-orang Sukses Manfaatkan Waktu 24 Jam Maksimal!

You may delay, but time will not. Kata-kata tersebut diujarkan Benjamin Franklin, salah satu bapak bangsa Amerika, sebagai ungkapan mengenai betapa waktu terus berjalan.

Ya, 24 jam hari ini tidak akan sama dengan besok. Kebanyakan dari kita mungkin menjalani setiap hari dalam siklus yang monoton. Bangun pagi, pergi ke kantor, lalu pulang ke rumah. Di sela semua kegiatan, pernahkah Anda mempertanyakan apakah semua yang Anda kerjakan sudah tepat?

Sebelum memulai harinya, Bill Gates pun selalu bertanya pada diri sendiri, “Jika besok hari terakhir hidup saya, apa kegiatan hari ini yang ingin saya lakukan?”. Jika Anda menjawab “tidak” pada pertanyaan itu, mungkin kebiasaan harian Anda harus diganti. Berikut rutinitas beberapa orang sukses yang dapat Anda tiru.

Mulai dari Pagi

Jangan pernah menyepelekan nasihat, “Jika bangun siang rezekinya nanti dipatuk ayam”, karena hal itu benar adanya. Semakin pagi Anda bangun, akan semakin banyak hal bisa Anda kerjakan.

Benjamin Franklin sendiri memulai harinya sejak pukul lima pagi. Hal ini tidak hanya dibuktikan oleh Franklin. Orang-orang sukses seperti Margaret Thatcher, Haruki Murakami, dan Robert Iger juga merupakan early riser.

Franklin terbiasa memulai paginya dengan sarapan, merencanakan kegiatan satu hari, dan memikirkan penyelesaian masalah. Sarapan dapat memberikan energi penuh untuk lebih produktif 24 jam ke depan. Tambahkan juga olahraga sebagai bagian dari pagi Anda.

Barrack Obama dalam biografinya Dreams for My Father menyatakan bahwa dia selalu berlari setidaknya empat kilometer setiap hari. Studi lain memperkuat pernyataan orang nomor satu di AS itu bahwa olahraga setelah bangun tidur dan dengan perut kosong terbukti lebih cepat membakar lemak, mengencangkan otot, sekaligus meningkatkan stamina sepanjang hari.

Disiplin Waktu Kerja

Hal pertama yang David Karp, pendiri Tumblr, lakukan sebelum mulai bekerja adalah membuka e-mail. Dengan begitu, Anda akan tahu apa saja yang harus diselesaikan hari itu.

Latih kedisiplinan Anda untuk selalu berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan. Rumuskan tujuan yang harus diselesaikan. Selain itu, selalu pertimbangkan kondisi yang Anda butuhkan untuk bekerja.

Fasilitasi diri dengan teknologi yang membantu Anda lebih efektif dalam melakukan beragam kegiatan profesional. Jika Katie Rae, Managing Director TechStarsBoston, selalu menggunakan alat perekam dalam menolong pekerjaannya, Anda bisa memanfaatkan smartphone untuk selalu memperbarui infomasi terbaru dan membantu menghasilkan ide inovatif.

Istirahat Seimbang

Menurut riset American Psychological Association, kegiatan yang paling tepat untuk bersantai di malam hari di antaranya adalah membaca, mendengarkan musik, menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga, atau melakukan hobi yang Anda sukai.

Jangan lupa tutup hari Anda dengan mengevaluasi semua hal yang terjadi selama satu hari. Benjamin Franklin selalu menulis jurnal untuk mencatat semua kegiatan hariannya. Jika tidak suka menulis, zaman sekarang Anda dapat menemukan gadget fungsional yang memberikan fasilitas pembantu dengan mudah. Catatan Anda juga dapat menjadi solusi menghadapi masalah di masa depan.

Yang terakhir, pastikan Anda memiliki waktu tidur cukup. Pakar kesehatan tubuh Shawn Stevenson menyarankan untuk tidur dari pukul 10 malam sampai 6 pagi. Pola tidur ini bisa diatur secara fleksibel, tetapi coba tidur sebelum tengah malam dan bangun pagi untuk memaksimalkan energi. Jangan lupa jauhkan berbagai distraksi sebelum tidur seperti yang dilakukan Sheryl Sanberg, COO Facebook, untuk tidur yang lebih berkualitas.

Mulailah memanfaatkan waktu 24 jam yang tersedia menjadi lebih efektif dan efisien. Lihat perbedaannya dalam produktivitas dan kebahagiaan hidup Anda. Dengan kualitas hari yang lebih baik, maka tingkat kepuasan hidup Anda pun bisa semakin bertambah.

Anne Anggraeni Fathana