xcrucks

4 Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin Saat Sedang Puasa

Tubuh yang kurang vitamin saat puasa, umumnya akan menimbulkan gejala tertentu. Gejala defisiensi vitamin tersebut, biasanya akan memengaruhi bagian tubuh tertentu yang kekurangan vitamin. Karena pada dasarnya, vitamin adalah nutrisi organik yang sangat penting untuk kesehatan dan fungsi normal sel-sel metabolisme tubuh, terlebih ketika sedang puasa.

Anda mungkin tidak terkena penyakit, tapi Anda bisa mengalami fungsi tubuh yang terganggu. Karena vitamin adalah kebutuhan penting untuk semua reaksi biokimia di tubuh agar bisa berfungsi dengan baik. Berikut ini adalah ciri dan gejala tubuh yang kurang vitamin saat puasa.
Ciri dan gejala tubuh kurang vitamin saat puasa

1. Penglihatan Menurun adalah Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin A

Banyak yang tidak sadar kalau tubuh sedang kekurangan vitamin A. Terlebih lagi, gejala seperti penglihatan yang kabur, kulit kering dan sesak napas, dirasa umum bagi yang sedang menjalankan puasa. Padahal ciri serta gejala tersebut bisa menjadi salah satu indikasi bahwa tubuh anda perlu dan kurang vitamin saat puasa.

Anda bisa memperoleh vitamin A saat sahur dan berbuka dengan mengonsumsi sayuran yang berwarna cerah seperti wortel, sayur sawi, makan telur, minum susu dan bahkan mengonsumsi suplemen vitamin A anjuran dari dokter.

2. Rambut Rontok dan Diare Menjadi Tanda Kurang Mineral Zinc

Pernahkah saat puasa mengalami kerontokan rambut, diare, atau indra pengecap jadi berkurang ketajamannya? Bisa jadi itu merupakan ciri tubuh Anda kekurangan mineral zinc atau seng. Zinc sangat dibutuhkan tubuh ketika puasa untuk membantu mengatur nafsu makan, mengurangi tingkat stres, dan memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Gejala lainnya bisa meliputi menurunnya bobot tubuh dan lamanya penyembuhan luka ketika puasa. Anda bisa mendapatkan mineral zinc pada sumber makanan daging hewani, hati hewan (biasanya sapi atau ayam), labu dan sayur bayam.

3. Suka Kesemutan Jadi Tanda Kurang Vitamin B

Salah satu ciri kurang vitamin saat puasa adalah dengan munculnya kesemutan di bagian tubuh tertentu. Biasanya kesemutan dialami di bagian kaki dan tangan. Hal itu juga disebut sebagai neuropati perifer. Gejala neuropati perifer memiliki beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya kekurangan vitamin B. Vitamin B tersebut meliputi vitamin B6, B9, B12, serta vitamin E dan niasin yang sangat penting untuk kerja saraf tubuh.

4. Bibir Pecah-pecah Bisa jadi Tanda Kurang Vitamin C

Bibir pecah-pecah memang tidak sedap dipandang siapa saja, dan itu menjadi tanda bahwa di dalam tubuh Anda mengalami kekurangan sejumlah vitamin. Ya, vitamin C yang minim akan menghasilkan reaksi tubuh tertentu, antara lain bibir pecah-pecah, kulit wajah pucat, dan bahkan mood jadi gampang turun saat puasa.

Anda bisa mendapatkan nutrisi vitamin C penting dari buah dan sayuran. Terutama buah yang mengandung asam seperti jeruk, lemon, dan pepaya. Sedangkan vitamin C dari sayuran bisa Anda dapatkan dari paprika, cabai, kentang, brokoli, sayuran hijau dan ubi jalar. Kadar asupan vitamin C yang cukup sehari-hari adalah sebanyak 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

Novita Joseph

Menjaga Nikmat

Tidak lama setelah Nabi Musa meninju orang Mesir (dalam tafsir Ibn Katsir disebutkan orang Qibthi) yang berkelahi dengan orang Bani Israel, kemudian meninggal orang Mesir yang ditinjunya itu, Nabi Musa langsung sadar akan apa yang telah dilakukan dan dampak perbuatan yang bakal diterimanya.

Nabi Musa berkata, Ini adalah perbuatan setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata.Musa berdoa, `Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku’.Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS al- Qashash [28]: 16).

Apa yang dilakukan Nabi Musa mungkin wajar, jika dipandang dari perspektif orang Bani Israel, karena Nabi Musa melakukannya dalam rangka membantu pria Bani Israel. Pada saat yang sama secara nyata, Fir’aun adalah pemimpin yang otoriter, lalim, dan tidak berperikemanusiaan.Jadi, wajarlah Nabi Musa membantunya.

Tetapi, membunuh orang tanpa proses pembuktian melalui mekanisme hukum yang semestinya, tentu bukan perbuatan yang dibenarkan.Oleh karena itu, seketika Nabi Musa sadar dan langsung menyatakan bahwa apa yang telah terjadi seharusnya benar-benar dijauhi.

Menyadari itu semua, Nabi Musa langsung bertekad untuk tidak tergesa-gesa melakukan apa pun yang belum jelas. Nabi Musa berdoa, Ya Rabbku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.

(QS al-Qashash [28]: 17).

Ibn Katsir menerangkan yang dimaksud dengan nikmat oleh Nabi Musa adalah mengemban amanah sebagai seorang Nabi, suatu derajat yang paling tinggi di kalangan manusia.

Kisah tersebut memberikan ibrah kepada kita bahwa segala nikmat yang telah Allah berikan, baik berupa kecerdasan, pangkat dan jabatan, maupun keberlimpahan harta dan kekayaan tidak semestinya digunakan untuk memberikan bantuan ataupun pertolongan kepada siapa pun yang melakukan perbuatan dosa.Baik itu orang yang sekelompok, separtai, maupun sekeluarga seharusnya tidak diperlakukan istimewa apabila terbukti berbuat dosa dan aniaya.Tapi, gunakanlah segala nikmat itu untuk menolong agama Allah dan membela orang-orang yang benar dan tertindas.

Demikian pula halnya dengan nikmat sehat dan nikmat waktu, seharusnya dijaga dan digunakan sepenuhnya untuk beramal sholeh, menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar.Bukan sebaliknya.

Dan, yang tidak kalah penting adalah menjaga nikmat ilmu.Pada hari berbangkit kelak, akan diseret orang yang berilmu, lalu dilemparkan ke dalam api neraka.Isi perutnya akan terburai dan ia akan berputar-putar bersama isi perutnya seperti seekor keledai mengelilingi gilingan gandum.

Para penduduk neraka bergerak mengitarinya sambil bertanya, `Mengapa engkau bisa sampai seperti ini?’Jawabnya, `Saat di dunia, aku menyuruh manusia melakukan kebaikan, akan tetapi justru aku sendiri tidak mengerjakannya. Aku juga melarang kejahatan, akan tetapi aku sendiri melakukannya’.(HR Bukhari).

IMAM NAWAWI

Membeli Orang Kritis

Di mana ya bisa membeli orang kritis? Tentu di bidang yang ia kritik. Bagaimana caranya membeli orang kritis? Bisa dengan berbagai cara.

Setidaknya ada dua cara yang paling persuasif. Yang pertama, dengan penawaran jabatan. Orang kritis jika diberi jabatan di bidang yang ia kritisi, jelas memberinya ruang segar untuk mengaktualisasikan kemampuan (potensi) yang ia miliki.

Yang kedua, bisa dengan penawaran komisi. Orang kritis biasanya banyak ide untuk perubahan. Ia pun akan rela berkorban besar demi mewujudkan kritisannya itu. Karenanya, bisa jadi juga ia memerlukan dana/komisi untuk membiayai segala kritisannya agar tak sekedar bertajuk angan-angan.

Tapi bagaimana pun, kedua cara di atas adalah strategi yang menyimpan potensi bahaya menuju terbelinya orang-orang kritis ini. Atas hal ini, pihak-pihak yang dikritisi justru telah menyimpan ‘kartu As’ orang-orang kritis. Orang-orang kritis ini dapat berkurang kekritisannya jika diberi jabatan atau dana. Maksudnya, seseorang yang diberi dana akan membela kepentingan pemberi dana. Dan secara fakta, hal ini sungguh terjadi dalam praktik politik praktis saat ini.

Sekedar contoh saja sebagai pembelajaran kita. Masih ingat Andi Malarangeng (AM)? Saat momentum reformasi 1998, ia menjadi ikon aktivis muda yang kritis terhadap penguasa. Popularitasnya tak terbendung, membius semua kalangan yang rindu perubahan pascatitik jenuh Orde Baru.

Namun apa yang terjadi beberapa tahun setelahnya? Yakni ketika ia menjadi anak emas penguasa. Kekritisannya sungguh berbalik 180 derajat, menjadi kesetiaan yang luar biasa kepada rezim. Yang seperti ini, sangat lekat dengan makna kedua jenis persuasi kepada orang kritis tadi, untuk membuktikan ia telah terbeli.

Contoh lain sosok yang telah terbeli, namun terkhusus untuk merangkul kalangan umat Islam, misalnya ketika ada seorang politisi suatu parpol yang mengatakan bahwa penguasa saat ini seperti Khalifah Umar bin Khaththab ra. Juga ketika ada mantan seorang kritis yang kini telah menjadi orang Istana, dengan lugas menyatakan bahwa penguasa saat ini adalah wakil Tuhan. Atau sosok-sosok lain, yang telah berubah jurus argumentasinya. Yang sebelumnya kritis, sekarang jadi membela yang bayar.

Proses ‘membeli’ dan ‘terbeli’ inilah yang kemudian menjadi deal-deal politik hingga membentuk sosok para politisi kutu loncat. Apatah kalimat yang layak bagi sosok-sosok serupa AM kecuali ia memang telah terbeli? Toh sistem kehidupan di negeri kita memang meniscayakan nominal biaya untuk sekedar mencari kader politik. Konsep ‘wani piro’ sudah umum dilakukan. Semua itu demi pendulangan suara kala berlaga di pesta demokrasi. Padahal kesetiaan pada uang dan jabatan, tiada yang abadi. Uang dan jabatan itu sendiri pun cepat atau lambat, akan habis dan sirna.

Nindira Aryudhani

Meski Segar, Buka Puasa Sebaiknya Jangan Dengan Minuman Bersoda

Selama puasa, menjaga tubuh tetap terhidrasi itu penting. Anda bisa mendapatkan asupan air dengan berbagai cara, mulai dari minum air, makan buah atau sayur. Nah, minuman pun tidak hanya satu jenis yang bisa Anda nikmati. Ada air putih, susu, jus bahkan soda. Tapi saat berbuka, Anda pasti lebih menginginkan minuman segar, salah satunya minuman bersoda. Nah, mungkin banyak di antara Anda yang bertanya-tanya, apa efek minum soda saat buka puasa. Agar lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Efek Langsung Minum Soda Saat Buka Puasa

Sebenarnya, minum soda tidak dilarang selama Anda tidak memiliki kondisi atau penyakit tertentu seperti penyakit ginjal, diabetes, gangguan pencernaan, dan penyakit lainnya. Namun, minum soda juga ada aturannya supaya tidak merugikan kesehatan.

Tidak seperti air putih yang sangat aman diminum, minuman bersoda mengandung gula tinggi, pewarna, dan pengawet. Itulah sebabnya kenapa Anda harus ekstra hati-hati saat mengonsumsi minuman ini. Terlebih saat puasa, ketika kebiasaan makan akan mengubah metabolisme tubuh dan Anda menjadi sangat sensitif dengan apa pun yang Anda makan dan minum.

Saat puasa, Anda dan teman-teman pasti merencanakan buka puasa bersama, bukan? Nah, pada momen inilah biasanya Anda cenderung memilih minuman segar, seperti minuman bersoda untuk berbuka. Sayangnya, minum soda langsung saat buka puasa itu bukanlah hal yang tepat. Bukan menyegarkan tubuh justru menimbulkan masalah pada tubuh Anda. Kenapa?

Kenapa Sakit Perut Setelah Makan

Puasa membuat perut Anda tidak menerima makanan atau minuman, yang artinya perut Anda dalam keadaan kosong. Minuman bersoda mengandung gelembung-gelembung karbondiokasida yang bisa meningkatkan jumlah udara di saluran pencernaan. Saat Anda minum soda langsung saat berbuka, sistem pencernaan akan “kaget”. Ini bisa menimbulkan masalah pada pencernaan.

Jenis minuman ini juga bereaksi dengan lambung sehingga bisa meningkatkan tingkat keasaman, menyebabkan rasa panas di dada, rasa asam di mulut, terus sendawa, kram atau sakit perut. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit maag atau memperparah gejala pada orang yang memiliki penyakit ini.

Selain itu, soda yang tinggi gula bisa membuat kadar gula darah Anda yang awalnya rendah melonjak naik dengan cepat. Bagi Anda yang punya gula darah tinggi, pradiabetes, atau diabetes tentu saja ini berbahaya.

Jadi Tidak Boleh Minum Soda Saat Buka Puasa Sama Sekali?

Kalau betul-betul terpaksa, Anda masih bisa minum soda saat puasa. Supaya Anda bisa menikmati minuman bersoda dengan aman, Anda harus memerhatikan kapan waktu yang tepat dan seberapa banyak Anda minum minuman tersebut.

Sebaiknya minum soda satu atau dua jam setelah berbuka, jangan langsung setelah adzan magrib. Ini lebih aman karena perut Anda sudah terisi dengan makanan lain. Selain itu, hindari minum soda sebelum tidur karena minuman ini menyumbangkan kalori dan gula dalam tubuh yang bisa menyebabkan berat badan bertambah dan kerusakan pada gigi.

Dilansir dari Cleveland Clinic, kebanyakan minum soda bisa menyebabkan obesitas sehingga rentan dengan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan kolesterol tinggi. Efek samping minuman soda yang begitu buruk, membuat Anda sebaiknya mengurangi konsumsi minuman jenis ini.

American Heart Association merekomendasikan bahwa Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari 450 kalori dari minum kemasan per minggu. Ini setara dengan tiga kaleng minuman soda kemasan. Artinya, Anda tidak boleh minum lebih dari tiga kaleng minuman bersoda dalam seminggu.

Selama puasa, mengurangi konsumsi minuman ini menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh dan puasa Anda. Sesekali boleh minum soda, tapi jangan rutin dilakukan. Akan lebih baik jika Anda tidak meminumnya sama sekali.

Sayangnya, usaha Anda untuk menghindari minuman jenis ini cukup menantang. Saat memesan makan cepat saji, menghadiri acara buka bersama, atau berlibur, minum ini sering tersaji dan menjadi andalan karena rasanya yang enak dan menyegarkan.

Tenang saja, Anda bisa mengakalinya dengan memilih menggunakan gelas kecil atau minum hanya setengah gelas. Bila Anda benar-benar ingin menghindari soda, Anda bisa memilih jus atau smoothies yang lebih sehat untuk berbuka.

Aprinda Puji

7 Cara Mudah Agar Pola Tidur Tetap Baik Selama Bulan Puasa

Pola makan bukanlah satu-satunya hal yang berubah dalam rutinitas Anda selama bulan puasa. Kewajiban untuk bangun di pagi buta demi makan sahur tak ayal membuat waktu tidur malam Anda jadi berkurang. Perubahan pola tidur saat puasa inilah yang tanpa disadari kerap menjadi alasan mengapa kita sering lemas dan mengantuk sepanjang hari. Ujung-ujungnya, produktivitas di sekolah maupun tempat kerja juga jadi berkurang.

Jangan jadikan puasa sebagai alasan Anda untuk tidak bersemangat menjalani hari. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu Anda memperbaiki pola tidur saat puasa agar tidak mudah mengantuk selama beraktivitas di siang hari.

Tips menjaga pola tidur saat puasa supaya tidak cepat ngantuk

1. Majukan Waktu Tidur

Sebisa mungkin, majukan waktu tidur Anda selama bulan puasa dan jadwalkan di waktu yang sama setiap harinya. Misalnya jika selama bulan puasa Anda rutin melaksanakan shalat Tarawih, usahakan untuk menyegerakan tidur setelahnya dan jangan paksakan begadang.

Kalau biasanya shalat Tarawih usai sekitar pukul 8 malam, ambil jangka waktu persiapan tidur selama 90 menit (untuk mandi, beres-beres, dst), lalu pergilah tidur. Artinya, Anda seharusnya sudah berbaring di tempat tidur pada pukul 9.30 malam. Dan jika Anda tahu Anda harusnya tidur pukul 9.30, hentikan apapun aktivitas Anda yang memberatkan pada pukul 9.15, atau lebih cepat jika bisa.

Jika Anda tidak membiasakan tidur lebih cepat selama bulan puasa, maka jam tidur Anda bisa berkurang rata-rata 40 menit karena terpotong waktu sahur. Menurut penelitian dalam Journal of Sleep Research, ini akan mengurangi durasi tahap tidur pulas atau REM (rapid eye movement) yang bikin Anda mudah lemas dan mengantuk di siang hari.

2. Sempatkan Tidur Lagi Setelah Sahur

Langsung tidur setelah sahur berdampak negatif bagi tubuh. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa tidur yang cukup merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, layaknya kebutuhan akan udara dan makanan.

Untuk menyiasatinya, usahakan untuk bangun sahur tepat waktu. Karena dengan demikian, tubuh Anda masih memiliki cukup waktu luang untuk mencerna makanan seoptimal mungkin demi menghasilkan energi yang Anda butuhkan nanti. Sesudahnya, Anda masih punya waktu sekitar 1-2 jam sebelum siap-siap melanjutkan rutinitas Anda. Pergunakan waktu kosong ini untuk kembali tidur.

3. Sempatkan Curi Waktu Tidur

Pergunakan waktu luang yang ada selama seharian untuk curi-curi waktu tidur barang sebentar saja. Misalnya, tidur di kendaraan umum selama perjalanan pulang-pergi ngantor. Jika Anda mengendarai kendaraan pribadi, jangan paksakan segera berangkat jika masih mengantuk. Sebaiknya tidurlah sejenak terlebih dulu untuk menyegarkan pikiran. Begitu pula ketika Anda bersiap-siap pulang. Tambahan waktu tidur selama 5 menit saja sebenarnya sudah bisa memberikan pengaruh yang sangat luar biasa untuk tubuh Anda.

Selain itu, manfaatkan waktu istirahat makan siang untuk tidur siang. Tidur siang selama 20-30 menit saja sudah lebih dari cukup untuk memulihkan energi agar Anda kembali produktif. Peneliti menemukan bahwa tidur siang selama 30 menit dapat menutupi kebutuhan tidur jika Anda hanya tidur selama 2 jam di malam hari. Selain itu, tidur siang juga dapat mengendalikan hormon stres pada tubuh yang diakibatkan oleh kurangnya waktu tidur malam.

4. Perhatikan Apa yang Anda Konsumsi Sebelum Tidur

Jangan tidur di saat kelaparan atau bahkan sangat kekenyangan. Khususnya, hindari makanan berat beberapa jam sebelum tidur. Langsung tidur setelah makan besar dapat membuat waktu tidur Anda terganggu, bahkan dapat meningkatkan risiko Anda terkena stroke. Jika Anda sangat lapar dan terpaksa harus makan sebelum tidur, sebaiknya pilih makanan yang mudah dicerna dan makan dalam porsi kecil, seperti buah atau biskuit gandum.

Rokok dan kafein juga mesti Anda hindari jika mau menjaga pola tidur saat puasa. Efek stimulasi dari nikotin dan kafein membutuhkan waktu berjam-jam sampai bisa luruh sepenuhnya, sehingga ini bisa mengacak-acak kualitas tidur Anda.

5. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Buat kamar tidur Anda menjadi tempat pelarian yang ideal untuk tidur. Pastikan kamar tidur Anda adalah tempat yang gelap, sejuk dan tenang; dan jauhkan komputer, ponsel, TV, dan perangkat elektronik lainnya dari jangkauan Anda. Pancaran sinar terang dari perangkat elektronik bekerja meniru sifat cahaya alami matahari. Akibatnya, jam biologis tubuh menganggap cahaya ini sebagai sinyal bahwa hari masih pagi, dan karena itu produksi melatonin, hormon pemicu ngantuk, jadi terganggu.

Singkatnya, berjam-jam main hape sebelum tidur malah bikin Anda tambah semangat sehingga Anda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk akhirnya bisa terlelap. Sebagai gantinya, lakukan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti mandi air hangat, yoga ringan, atau teknik relaksasi tidur untuk membuat Anda tidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

6. Tetap Rutin Olahraga Saat Puasa

Aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik, bahkan selama bulan puasa. Tapi hindari berolahraga yang terlalu intens terlalu dekat dengan waktu tidur. Yang paling disarankan, berolahragalah di pagi hari. Jika sikonnya tidak memungkinkan, sebaiknya olahraga dilakukan sekitar empat hingga lima jam sebelum waktu tidur Anda dan berikan waktu sekitar satu jam untuk pemulihan dari aktivitas fisik sebelum waktu tidur.

7. Jangan Bedakan Jadwal Tidur di Hari Kerja dan Akhir Pekan

Mentang-mentang libur, Anda jadi berniat untuk membalas hutang tidur selama di hari kerja dengan bangun siang setelah sahur? Ini adalah cara yang salah jika Anda ingin menjaga pola tidur saat puasa yang berkualitas. Sebisa mungkin, jadwalkan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari — ya, termasuk di akhir pekan.

Aturan tidur dan bangun di jam yang sama juga harus tetap diterapkan selama hari libur. Jika Anda sudah terbiasa tidur teratur, tubuh Anda pun akan ikut membiasakan diri. Dengan mematuhi jadwal tidur yang teratur setiap harinya, tubuh Anda menjadi lebih ringan, hangat, dan hormon kortisol juga dilepaskan sehingga memberi Anda tendangan energi untuk beraktivitas. Bila Anda tiba-tiba mengubahnya, hal tersebut akan mengganggu metabolisme tubuh Anda.

Ajeng Quamila

Perjalanan Musafir

”Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS Yunus [10]: 7-8).

Ayat di atas merupakan peringatan dari Allah SWT bahwa rasa puas dan tenteram atas hasil yang diperoleh dalam kehidupan dunia yang hedonistik akan berujung pada kehidupan akhirat yang bertolak belakang. Yakni, memperoleh tempat di neraka, sebagai seburuk-buruk tempat kembali.

Namun, kenikmatan hidup di dunia yang bersifat sementara jangan dilupakan karena sebagai sasaran antara untuk mencapai tujuan utama kehidupan, yaitu kehidupan akhirat. Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi jangan kamu lupakan bagianmu di dunia. (QS al-Qashash [28]: 77).

Sebaliknya, bagi yang lalai, kenikmatan dunia menjadi tujuan hidup. Kesenangan tersebut telah memperdayakan mereka. Mereka lalai terhadap kehidupan hakiki yang seharusnya menjadi tujuan utama, yakni kehidupan akhirat. ”Tetapi, kamu memilih kehidupan duniawi. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS al- A’laa [87]: 16-17).

Allah SWT memberikan perbandingan yang jelas antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Kehidupan dunia merupakan senda gurau dan main-main, sedangkan kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang hakiki. ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS al-Ankabuut [29]: 64).

Rasulullah SAW bersabda, Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir. (HR Bukhari). Sebagai orang asing atau musafir yang sedang berada di suatu tempat, tentu mema hami bahwa ini hanya persinggahan sebentar dan sementara. Berbagai kenyamanan di tempat tersebut tidak akan akan membuat terlena dan melupakan tujuan akhir dari perjalanan.

Hakikat hidup kita di dunia adalah seperti orang asing atau musafir. Datang ke dunia sesaat saja, kemudian akan pergi meninggalkannya dengan mengalami kematian. Kematian adalah suatu kepastian dan akan dialami oleh setiap orang.Musibah terbesar yang menimpa seseorang adalah kelalaian tentang hakikat dunia yang sebenarnya dan lupa kematian.

Rasulullah SAW bersabda, Orang yang paling cerdas adalah orang paling banyak mengingat mati dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk kematian itu. (HR Ibnu Majah dan Thabrani). Memperbanyak zikrul maut dapat menghalangi untuk berbuat maksiat dan mendorong untuk selalu berada dalam ketaatan kepada Allah SWT. Wallahu a’lam.

Sigit Indrijono

Manfaat Puasa untuk Pengidap Kolesterol Tinggi

Sebenarnya puasa enggak hanya menyoal masalah spiritual saja, tapi juga kesehatan tubuh, lho.  Kata ahli, puasa menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan fisik. Misalnya, memberikan efek positif terhadap metabolisme tubuh dan mampu menurunkan kadar kolesterol. Kok bisa?

Ketika berpuasa, akan terjadi perubahan pada pola makan dari tiga kali, menjadi dua kali sehari. Nah, orang yang telah terbiasa mengonsumsi makanan yang enggak menyehatkan, seperti yang mengandung kolesterol tinggi, dapat mengurangi kebiasaan itu saat puasa. Namun, manfaat ini baru akan bisa tercapai bila mereka menerapkan pola makan yang sehat ketika sahur dan berbuka.

Melawan Kolesterol Jahat

Memang bukan rahasia lagi kalau kadar kolesterol tinggi merupakan faktor pemicu dari penyakit jantung koroner. Hasil studi dari ahli  kardiovaskular dan epidemiologi genetik  dari Intermountain Medical Center Heart Institute, AS, mengatakan, seseorang yang berpuasa secara teratur bisa mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Misalnya, mengurangi kadar trigliserida, berat badan, dan kadar gula darah yang berlebihan.

Masih kata ahli di atas, ternyata puasa juga bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein cholesterol/HDL), sekaligus meningkatkan human growth hormone (HGH). HGH atau hormon pertumbuhan ini punya peran untuk melindungi otot dan keseimbangan metabolisme seseorang.

Selain itu, ada juga penelitian menarik dari Dubai Uni Emirat Arab mengenai puasa. Menurut ahli, puasa juga bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein cholesterol/LDL) dalam tubuh. Enggak percaya? Hasil penelitian dari ahli di American Hospital Dubai, Uni Emirat Arab, menunjukkan, ada penurunan kandungan  trigliserida sekitar 15 persen, dan kadar LDL sebanyak 10,9 persen. Nah, kedua komponen tersebutlah yang jadi biang keladi dari penyakit jantung.

Pangkas Risiko Stroke

Kadar kolesterol darah yang tinggi enggak hanya berkaitan dengan penyakit jantung saja, tapi juga stroke yang selalu mengintai. Dalam jangka panjang, kadar kolesterol yang tinggi ini bisa menyumbat pembuluh darah. Namun, menurut ahli, selama puasa kadar kolesterol akan menurun, kemungkinan disebabkan oleh perubahan pola makan. Melalui perubahan pola makan itulah asupan lemak dalam tubuh akan menurun.

Kamu perlu berhat-hati terhadap kadar kolesterol tinggi yang berlangsung lama. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menyumbat pembuluh darah sehingga menyebabkan aterosklerosis. Kondisi ini merupakan radang pada pembuluh darah manusia yang disebabkan oleh penumpukan plak ateromatus. Nah, kalau hal ini berlangsung dalam jangka waktu lama, maka risiko stroke pun akan meningkat.

Makanan yang Perlu Diasup

Agar kadar kolesterol enggak melonjak saat puasa, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat. Misalnya, kamu bisa mengombinasikan menu sahur dan berbuka dengan makanan-makanan yang mampu melawan kolesterol jahat seperti di bawah ini.

Bawang Putih

Meski kerap membuat napas jadi tak segar, bawang putih punya khasiat yang baik bagi tubuh. Bumbu dapur ini bisa menjadi obat alami untuk menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan mencegah pembekuan darah. Selain itu, menurut sebuah penelitian bawang putih juga bisa membantu menjaga agar kolesterol tidak menempel pada dinding arteri.

Oatmeal

Menu yang satu ini bisa kamu coba saat sahur atau berbuka. Oatmeal mengandung beta-glucan, zat yang bisa menyerap kolesterol jahat dan mengeluarkannya dari tubuh. Dengan kata lain, oatmeal merupakan salah satu makanan yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Cuka Apel

Ada cara praktis untuk mengonsumsi cuka apel. Campurkan saja satu sendok teh cuka ke dalam segelas air. Untuk hasil terbaik, konsumsilah sebanyak satu sampai dua kali sehari selama bulan Ramadan. Kata ahli, cuka apel ini bisa menurunkan kadar trigeliserida dan mengontrol tekanan darah.

Bayam

Sayuran hijau seperti bayam enggak hanya terkenal karena zat besinya, tapi mereka juga bisa membantu untuk melawan kolesterol. Bayam mengandung pigmen yang disebut lutein yang dapat membantu tubuh untuk menghilangkan kolesterol yang menumpuk dalam arteri.

Halodoc.com

7 Kebiasaan Makan Tak Sehat Selama Puasa

Selain menahan lapar dan haus, puasa tentu memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan kinerja sistem pencernaan dalam tubuh kita. Namun, kebiasaan makan yang buruk di bulan puasa, serta kesalahan dalam memilih makanan berbuka dan sahur, malah dapat menghilangkan manfaat puasa terhadap kesehatan.
Apa saja kebiasaan makan yang harus kita hindari selama puasa?

1. Buka dan Sahur dengan Junk Food

Mengisi perut saat bulan puasa, terutama saat sahur dan berbuka, memang diharuskan. Namun, banyak orang yang mengisinya dengan sirup tinggi fruktosa, MSG (untuk penyedap rasa), natrium berlebih, dan minyak yang dapat menyumbat jantung. Jika Anda sedang terburu-buru, banyak pilihan yang sehat dan halal, yang tentunya sangat baik untuk berbuka puasa. Namun, kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah buka puasa bersama di restoran junk food.

Makanan junk food, seperti keripik, mie instan, dan makanan lainnya yang kurang bernutrisi tidak boleh digunakan sebagai asupan makanan. Anda tidak akan memiliki energi yang cukup selama puasa, karena apa yang Anda makan tidak menghasilkan apapun untuk tubuh. Sebaliknya, ketika Anda memakan makanan yang cukup nutrisi, Anda akan merasa lebih kenyang, sehingga Anda tidak harus makan dengan porsi yang besar.

2. Berbuka dengan Makanan Berminyak dan Mengandung Banyak Gula

Makanan yang digoreng mengandung minyak yang tinggi sehingga akan sulit dicerna oleh tubuh, terutama ketika Anda memakan makanan tersebut saat pertama berbuka puasa. Gunakan pemanis alami seperti madu atau gula dari tebu atau makanlah buah-buahan untuk pengganti makanan atau minuman manis. Makanan atau minuman manis akan lebih cepat dicerna, dan hal itu akan membuat Anda lebih cepat merasa lapar.

3. Mengonsumsi Terlalu Banyak Karbohidrat Saat Sahur

Karbohidrat akan berubah menjadi gula dan akan bereaksi pada tubuh Anda setelah Anda selesai makan. Mengandalkan makanan karbohidrat olahan untuk energi, terutama saat sahur, dapat menyebabkan lonjakan insulin dan kenaikan berat badan, terutama di sekitar hulu hati.

Dr. Ravi Arora, spesialis diabetologis di RS. NMC Abu Dhabi, mengatakan bahwa puasa berkepanjangan dapat menyebabkan keasaman pada lambung dan kondisi tersebut dapat diperburuk dengan mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat saat berbuka, sehingga akan menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan juga gastritis. Mengandalkan terlalu banyak karbohidrat saat sahur juga akan menyebabkan Anda menginginkan lebih banyak gula dan juga meningkatkan rasa lapar di sore hari sebelum waktunya berbuka.

Jika Anda memakan karbohidrat, akan sangat baik untuk mengimbanginya dengan makanan kaya akan protein. Mengandalkan protein seperti ayam, ikan, udang, daging, dan keju akan membantu menjaga perbandingan otot dan lemak dalam tubuh tetap sehat pada akhir bulan Ramadan, sehingga Anda dapat makan dengan nyaman saat Lebaran.

4. Minum Minuman Berkafein Saat Sahur dan Buka

Minum teh atau kopi saat sahur akan mengakibatkan hilangnya air (dehidrasi) dan akan cepat menimbulkan rasa lapar. Kafein yang terkandung dalam teh dan kopi dapat menyebabkan sakit kepala. Dr. Abed mengatakan bahwa orang yang berpuasa harus mengisi tubuhnya dengan air putih saat sahur maupun ketika berbuka untuk mengurangi dehidrasi. Namun, terlalu banyak minum air juga tidak baik, karena akan mencairkan asam lambung, menyebabkan kembung dan mengganggu pencernaan.

5. Langsung Tidur Setelah Sahur

Langsung tidur setelah Anda makan besar akan menyebabkan berbagai masalah pencernaan, karena tubuh Anda harus bekerja keras mencerna makanan di saat tubuh Anda berada dalam mode istirahat. Bahkan jika Anda tidak benar-benar tidur, sekadar berbaring di atas kasur atau sofa setelah makan saja bisa memicu gejala maag. Maag disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, yang kemudian naik ke dada, bahkan ke tenggorokan.

Kondisi kesehatan lain, yaitu gastroesophageal reflux disease (GERD) atau yang sering dikenal dengan sebutan gangguan asam lambung, terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan Anda tidak tertutup sepenuhnya, membuat asam lambung dari perut naik ke tenggorokan. Berbaring langsung setelah makan dapat membuat asam lambung Anda semakin parah.

6. Melewatkan Sahur

Rashi Chowdhary, ahli gizi, mengatakan bahwa terlepas dari hal-hal yang harus dihindari saat puasa seperti makan gorengan, terlalu banyak gula serta kafein berlebihan, ada satu kebiasaan negatif yang akan sangat memengaruhi tubuh Anda seperti melewatkan waktu sahur. Bangun untuk sahur dan makan yang cukup akan memberi tubuh Anda energi hingga tengah hari. Melewatkan sahur juga dapat menyebabkan dehidrasi, bau mulut, dan masalah pencernaan. Makanan yang masuk saat sahur akan membantu tubuh Anda untuk mendapatkan nutrisi selama beberapa jam ke depan.

7. Makan Terlalu Banyak Saat Berbuka

Rumah sakit Burjeel di Abu Dhabi menampung sebanyak 50 pasien per hari pada bulan Ramadan, yang rata-rata memiliki gejala diare, muntah-muntah, nyeri perut akut, dan radang perut. Dr. Magdi Mohamed, spesialis pengobatan darurat di RS. Burjeel menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh makan berlebihan saat berbuka puasa, terutama yang kaya akan karbohidrat. Ia mengatakan bahwa ketika saatnya berbuka puasa, Anda harus memperlakukan perut Anda dengan hati-hati, salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan kecil seperti kurma sebanyak 2-3 buah, beserta segelas air putih.

Adinda Rudystina

Nasihat Kehidupan

Hidup adalah sebuah misteri yang penuh rahasia dan teka- teki. Manusia sebagai mahluk biasa memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup sebagai kehidupan yang sesungguhnya.

Dalam Alquran dikatakan bahwa manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah kenyataan yang tampak secara lahiriah, yaitu kehidupan dunia sa ja, sedangkan kehidupan akhirat mereka lalai (QS ar-Rum: 6-7).

Islam sebagai agama yang mengajarkan nilai-nilai totalitas dalam kehidupan mengartikan makna hidup sebagai bentuk ke bermaknaan dalam kualitas secara berkeseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, kebermanfaat secara sosial bagi sesama manusia dan membawa kebaikan bagi lingkungan alam.

Karena itu, agar hidup manusia mencapai predikat kemuliaan di hadapan Allah SWT dan memiliki manfaat bagi sesama, manusia membutuhkan nasihat kehidupan.Sebagaimana lima perkara yang dinasihatkan Malaikat Jibril kepada nabi dalam hadis berikut ini.

Dari Sahl bin Sa’d bahwasanya Rasulullah bersabda, “Jibril mendatangiku lalu berkata, “Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu karena sesungguhnya kamu akan mati, cintailah siapa yang kamu suka karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya dan berbuatlah sesukamu karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.”

Kemudian dia berkata, “Wahai Muhammad! Kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam) dan keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia.” (HR Ath-Thabarani, Abu Nu’aim, dan Al- Hakim).

Nasihat yang bisa kita petik dari hadis tersebut di antara nya:Per tama, hiduplah sesukamu karena sesungguhnya kamu akan mati. Nasihat tersebut memiliki makna agar manusia se nantiasa mengingat kematian. Dengan begitu, setiap orang mukmin diharapkan menghilangkan ketamakan atas tipu daya kesenangan duniawi serta mengisi kehidupan dengan amal kebaikan.

Kedua, cintailah siapa yang kamu suka karena sesungguh n ya engkau akan berpisah dengannya. Setiap orang beriman dibebaskan untuk mencintai siapa saja di antara semua makhluk. Namun, sesungguhnya mereka akan berpisah dengannya. Allah memberikan keleluasaan kepada setiap orang mukmin untuk mencintai segala bentuk ciptaan-Nya, tentu dengan segala konsekuensi yang akan diterimanya.

Ketiga, berbuatlah sesukamu karena sesungguhnya eng kau akan diberi balasan karenanya. “Berbuatlah sesuka mu”memiliki makna bahwa manusia bebas melakukan per buat an yang baik maupun yang buruk sesukanya. Akan tetapi, semua nya akan berakhir saat kematian datang, selan jut nya setelah kematian ada perhitungan dan pembalasan di akhir.

Keempat, kemuliaan seorang mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari (untuk shalat malam). Ketinggian dan kehormatan orang beriman bukan dilihat dari kedudukan jabatan, keturunan, kekuasaan, dan harta yang dimilikinya, melainkan dari usahanya menghidupkan malam dengan mengikhlaskan diri untuk melalukan shalat Tahajud, berzikir, dan membaca Alquran.

Kelima, keperkasaannya adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia. Kekuatan, keperkasaan, dan keunggulan orang mukmin dari orang lain bukanlah besarnya badan dan kuatnya otot seseorang, melainkan ketercukupannya dengan apa yang dikaruniakan Allah kepadanya dan ketidakbutuhannya terhadap apa yang ada di tangan manusia. Jalan liku hidup dan matinya dengan penuh totalitas diserahkan kepada Allah.

Itulah lima pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yang memiliki makna nasihat kehidupan bagi manusia agar dapat mengoptimalkan amanah kehidupannya dengan mawas diri dalam bertindak dan mengabdi kepada Allah secara totalitas, sehingga manusia dapat menggapai keselamatan dan kebahagiaan kehidupan dunia akhirat. Wallahu a’lam bishawab.

Muqorobin

Semangat Bersedekah

Di antara karakteristik orang Mukmin sejati yang diteladankan oleh Rasulullah dan para sahabat serta ulama saleh adalah semangat bersedekah dengan harta yang paling dicintai dan dibutuhkan. Dalam Alquran, Allah berfir man, “Kalian tidak akan mendapatkan kebajikan sebelum me nye dekahkan apa yang kalian cintai. Dan, apa pun yang kalian sedekahkan pasti Allah mengetahuinya.” (QS Ali Imran [3]: 92).

Dikisahkan, Abu Thalhah, seorang sahabat dari kalangan Anshar, hanya memiliki satu kebun bernama Bairuha’ yang terletak tidak jauh dari Masjid Madinah, sebagai harta paling dicintai dan dibanggakannya. Suatu ketika, ia mendatangi Rasulullah dan berkata, “Aku ingin mengamalkan apa yang diperintahkan Allah untuk menyedekahkan apa yang kita cintai, wahai Rasulullah. Terimalah kebun Bairuha’, satu-satunya harta yang aku miliki, sebagai sedekah. Aku serahkan kepada Anda untuk dibagi-bagikan kepada orang yang mem butuhkan.”

Dengan gembira dan penuh sukacita, Rasulullah menyambut sedekah itu dan menguasakan teknis pembagian kebun itu kepada Abu Thalhah sendiri. Rasulullah hanya menyarankan agar harta itu dibagikan kepada keluarga Abu Thalhah yang terdekat dan sangat membutuhkan, terlebih dulu, baru kepada orang lain. Di antara orang yang menerimanya adalah Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Ka’ab. (HR Muslim).

Semangat bersedekah yang sama juga diteladankan oleh Abdullah bin Umar. Suatu saat, ia ditimpa sakit cukup keras. Setelah beberapa waktu kemudian sembuh, ia tiba-tiba begitu ingin makan ikan. Waktu itu, ikan di daerahnya sulit ditemukan. Orang-orang disebar untuk menemukannya. Akhirnya, didapatlah seekor ikan. Ikan itu dibawa pulang dan dimasak.

Ketika matang, dihidangkan, dan hendak dimakan, tiba-tiba dari luar rumahnya terdengar ada suara pengemis yang meminta-minta makanan karena kelaparan. Segera saja, Abdullah bin Umar menyuruh pembantunya untuk membungkus ikan yang siap dimakan tadi ditambah dengan roti, untuk diberikan kepada sang pengemis.

Merasa lebih kasihan dengan Abdullah bin Umar, sang pem bantu menyembunyikan ikan dan roti ke balik bajunya, dan memberi satu dirham dari kantongnya kepada sang pengemis. Sang pengemis pun berlalu dengan gembira. Lalu, sang pembantu mengembalikan bungkusan ikan dan roti itu kepada Abdullah bin Umar, sambil ber cerita telah menggantinya dengan uang satu dirham.

Mendengar penuturan pembantunya, Abdullah bin Umar sangat marah dan menyuruh sang pembantu untuk mencari sang pengemis sampai dapat sambil berkata, “Aku mendengar Rasulullah mengatakan, ‘Kalau ada orang yang sangat ingin akan sesuatu yang membuka selera, lalu ia tekan keinginan itu sehingga ia tidak mementingkan dirinya sendiri, Allah akan mengampuni dosa-dosanya.'” (HR Ibnu Hibban dan ad- Daruquthni).

Para sahabat sangat antusias dan semangat dalam bersedekah karena mengetahui betul keutamaannya yang sangat besar dan manfaatnya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.

Nur Farida