Bagaimana Komputer Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak

Tidak seperti pada peralatan pendidikan atau psikologi, hampir semua anak tertarik dengan komputer. Dengan generasi baru perangkat lunak multimedia dan Internet yang tampaknya mempunyai kemampuan tak terbatas, komputer memenuhi semua persyaratan utama untuk mempelajari keterampilan EQ.

Syarat-syarat itu adalah secara bersamaan merangsang bagian otak emosional dan bagian otak berpikir, menyediakan perulangan yang diperlukan untuk mengembangkan jalur-jalur saraf baru, menjadikan belajar sebagai proses interaktif, sehingga pengajaran betul-betul dapat disesuaikan dengan gaya belajar yang paling disukai oleh anak dan unsur pendukungan sudah tersedia dengan sendirinya.

Yang sangat mengejutkan banyak orang, komputer ternyata tidak menjadikan anak-anak terisolasi, justru bisa mengajarkan berbagi keterampilan sosial kepada mereka. Program-program komputer yang tersedia untuk keperluan ini dapat merangsang bagian otak emosi dengan memadukan animasi suara, musik, citra video, warna, dan banyak sekali kejutan-kejutan. Bila diperbandingkan, buku-buku tradisional tampak datar dan kuno seperti lukisan gua manusia purba.

Sebagai contoh, program yang terbit belum lama ini, Pajama Sam in “No Need To Hide When It Dark Outside”, yang dirancang untuk menghibur anak-anak sambil membantu mereka mengatasi rasa takut terhadap suasana gelap.  Program ini dilengkapi dengan animasi, musik, dan suara, tidak berbeda dengan pertunjukan kartun di televisi.

Sam sedang membaca sebuah buku komik yang menceritakan tentang pahlawan super ­favoritnya, Pajama Man. Waktu ibunya menyuruhnya tidur, Sam harus mengatasi rasa takutnya pada suasana gelap. Menurut Sam “kegelapan” itu bersembunyi dalam dunia ajaib di belakang Iemarinya maka ia memutuskan meminta bantuan pahlawan supernya untuk mengalahkan sang penguasa kegelapan.

Dengan awal cerita seper­ti ini, anak menggunakan program itu untuk membantu Sam ­mendapatkan bermacam-macam benda untuk memudahkan ­perjalanannya, memberitahu arah yang harus dituju, dan mengatasi masalah-masalah ketika harus berhadapan dengan pohon yang bisa  bicara atau makhluk-makhluk aneh. Program semacam-menghadirkan suatu lingkungan yang ideal untuk merangsang otak emosional dan otak berpikir secara serentak. Waktu kartun animasi itu membawa anak ke dalam dunia yang gelap dan agak menakutkan di belakang lemari Sam, si anak harus terus menggunakan keterampilan pemecahan masalah dan penenangan diri untuk me­neruskan cerita dan membantu Sam dalam petualangannya.

READ  Bergaulah dengan Orang Bahagia

Program komputer terbaik untuk mengajarkan keterampilan EQ meliputi program-program permainan yang memotivasi anak untuk bermain lagi dan bermain lagi. Kita tahu bahwa untuk mengembangkan jalur-jalur saraf baru dalam otak, suatu kegiatan harus sering diulang, dan komputer adalah sarana yang ideal untuk perulangan. Tidak seperti kita, komputer tidak pernah bosan mem­bacakan cerita, menerangkan sesuatu atau memainkan sebuah permainan. Tidak seorang pun di antara kita mempunyai kesabaran dan daya tahan seperti komputer, atau bisa menghibur mereka, baik siang maupun malam, hanya dengan bantuan mouse.

Laporan-laporan terbaru bahkan mengatakan bahwa komputer bisa menjadi Iawan pertama yang patut diperhitungkan bagi televisi yang tampak tak terkalahkan. Sebuah survei menemukan bahwa anak-anak yang memiliki komputer baru di rumah, kegiatan menonton televisinya berkurang 20 persen dibanding sebelum kehadiran komputer. Belum lama ini ada orangtua yang melaporkan bahwa anaknya yang sulit belajar, yang tidak senang pergi ke sekolah, sekarang bersikeras menghabiskan waktu sampai dua jam sehari di sebuah perpustakaan untuk memainkan permainan-permainan pendidikan dan bersurat-suratan dengan teman-teman penanya melalui Internet. la bahkan mau bergabung dengan kursus komputer di sekolah, membantu anak-anak lain (dan guru-guru) mengembangkan keterampilan komputer mereka.

Tidak seperti televisi, yang bahkan dalam acara terbaiknya tetap membuat anak-anak belajar secara pasif, komputer mengharuskan anak Anda berinteraksi, berpikir, memecahkan masalah, dan bertindak dengan cara yang mungkin tidak mereka inginkan. Sebagai contoh, sebuah program berjudul The Lie berkisah tentang Susie yang berbohong kepada ibunya ketika sang ibu menanyakan apakah Susie mempunyai pekerjaan rumah untuk akhir pekan. Susie berbohong dengan menjawab “tidak”. Namun, pada lanjutan kisah itu, monster kecil pembohong yang dipelihara oleh Susie makin lama makin besar, dan makin sering membuat masalah.

READ  4 Akibat Buruk yang Muncul pada Anak Karena Salah Asuh Orangtua

Ketika monster itu mengacaukan kamar Susie, sebelum anak Anda dapat beralih ke halaman berikutnya, ia harus membereskan mainan dan buku-buku yang telah dilempar-lemparkan oleh sang monster dengan meng-klik tiap benda dan membawanya ke tempat yang benar. Jika anak Anda membawa suatu benda ke tempat yang salah, program ini akan menegur dengan kalimat seperti “Salah, barang itu harus ditaruh di lemari!” Ketika ia membawa sehelai kemeja ke lemari, misalnya, komputer akan menggantungkan kemeja itu secara otomatis.

Ketika saya memainkan permainan berwujud cerita ini untuk pertama kalinya, saya berhasrat mengetahui kelanjutan cerita. Saya tidak sabar untuk mengetahui bagaimana Susie akan mengatasi masalah yang makin banyak akibat kebohongannya. Sejujurnya, saya sungguh tidak suka membereskan kamar Susie, tetapi saya harus mengerjakannya agar dapat mengetahui kisah selanjutnya. Saya berusaha keras bersikap sabar dan terus memindahkan tiap barang, walaupun waktu itu saya sedang tidak ingin menyibukkan diri. Bahkan, saya terkejut sekali ketika menyadari bahwa cara berpikir saya jadi mirip dengan cara berpikir seorang anak, yaitu mempertanyakan peraturan yang diberlakukan dalam pekerjaan membersihkan kamar itu (“Mengapa mainan ini harus ke rak buku, bukan ke kotak mainan? Tidak dapatkah komputer melihat bahwa itu tempat yang lebih sesuai? Mungkin kotak mainan sudah penuh. Baiklah, saya taruh di rak.”). Dengan menguji kesabaran saya sendiri, saya mendapatkan pelajaran dan program itu: berbohong menimbulkan masalah yang lebih besar daripada manfaatnya.

Manfaat-manfaat yang Tidak Terduga

Barangkali yang paling mengejutkan dari manfaat komputer dalam meningkatkan kesempatan mempelajari keterampilan EQ adalah cara alat ini menjalin kebersamaan. Mereka yang sinis dengan perkembangan teknologi mempunyai bayangan tentang dunia di mana anak-anak terkunci dalam kamar-kamar mereka, dengan mata yang terus menatap layar komputer, dan menolak setiap kontak manusiawi yang mungkin akan menghentikan keasyikan mereka dengan pagan ketik clan mouse. Ternyata bayangan itu tampaknya tidak terjadi. Anak-­anak secara alami adalah makhluk sosial bila kita memberi mereka kesempatan yang sesuai untuk perkembangannya. Mereka senang berbagi pengalaman, baik dengan sesama anak maupun dengan orang dewasa, dan bila komputer diletakkan di ruang rekreasi atau di ruang keluarga, perangkat ini dapat menjadi pusat kegiatan keluarga.

READ  Orangtua Kini Makin Mudah Pantau Tontonan Anak dengan YouTube Kids

Banyak orangtua menemukan bahwa komputer sungguh me­nambah waktu yang mereka sediakan dalam kegiatan pendidikan anak-anak. Tampak jelas bahwa yang paling banyok memperkenalkan komputer kepada keluarga dan mengajak mengeksplorasi berbagai kegunaannya kepada anak adalah para ayah. Ini adalah pergeseran penting dalam peran keluarga karena para ayah menyisihkan waktu hanya sekian persen dari yang disediakan oleh para ibu dalam memajukan pencliclikon anak, bahkan dengan semua perubahan peran menurut jenis kelamin yang telah terjadi selama 25 tahun terakhir ini. Komputer mungkin akan menyeimbangkan kecenderungan ini, dan memberi kesempatan kepada anak (khususnya anak laki­laki) untuk memanfaatkan keteladanan peran pria dalam mempelajari keterampilan EQ.

Manfaat sosial lain yang tidak begitu kita perhitungkon dengan memberi kesempatan kepada anak untuk menggeluti komputer adalah mengembangkan pengalaman sosial mereka melalui layanan on-line dan Internet. Kita akan mendalami bagaimana komunikasi elektronik akan mempengaruhi hidup anak-anak kita di kemudian hari dalam bagian ini, tetapi yang pertama akan kita bahas adalah betapa banyak program komputer, yang lebih murah dibanding kebanyakan video game, yang dapat diadaptasikan untuk meng­ajarkan berbagai keterampilan EQ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *