Bahaya Minuman Energi pada Remaja

Bertambah lagi bukti yang menyatakan bahaya konsumsi minuman energi pada kesehatan remaja. Minuman yang diklaim mampu mengatasi kelelahan dan rasa kantuk ini mengandung kafein dan taurin yang tinggi.

Para peneliti dari The University of Waterloo melibatkan lebih dari 2.000 partisipan berusia 12 hingga 24 tahun yang diwawancarai tentang konsumsi kopi dan minuman berenergi. Walau sama-sama mengandung kafein, tetapi karena jumlahnya sangat berbeda tentu perbedaan efeknya juga signifikan.

Pada peminum kopi, ada 36 persen yang mengalami efek samping. Sedangkan mereka yang mengkonsumsi minuman berenergi, ada 55 persen yang mengalami efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.

Efek samping tersebut mulai dari gangguan denyut jantung menjadi lebih cepat (tachycardia) yang dialami seperempat responden dan seprempat lainnya memiliki masalah tidur.

Seperlima dari mereka mengatakan menderita sakit kepala setelah menenggak minuman energi. Keluhan lain adalah mual dan muntah atau diare (5 persen), sakit dada (4 persen), serta hilang kesadaran (0,2 persen). Namun, hanya 5 persennya yang mengatakan akan mencari bantuan medis untuk mengatasi efek berbahaya tersebut.

Walau penelitian tersebut hanya dilakukan dalam skala kecil namun, hal ini mendukung studi lainnya tentang bahaya konsumsi minuman berenergi, dibandingkan minum kopi murni.

Minuman berenergi tak hanya mengandung kafein dan gula dalam kadar tinggi, tapi juga stimulan lainnya yang bisa bekerja terpisah atau melengkapi kafein.

Kandungan-kandungan yang biasa ditambahkan, antara lain taurine dan ekstrak guarana, dua stimulan “alami”.

Kandungan dalam minuman energi mungkin tak terlalu asing, tapi kita tidak bisa mengasumsikan mengerti bahaya minuman ini hanya karena kita tahu bahaya kafein. Keduanya tak bisa digeneralisasi.

“Taurine dan guarana memiliki efek sendiri, misalnya taurine memiliki efek merusak dan bisa menyebabkan aritimia atau gangguan irama jantung, yang juga menjadi efek konsumsi kafein,” kata penulis penelitian.

Penelitian ini bukan yang pertama kali. Pada 2011 jurnal Pediatrics mempublikasikan penelitian yang menemukan bahwa konsumsi minuman dengan kadar kafein dan taurine yang tinggi bisa menimbulkan masalah jantung dan diabetes.

Sebuah penelitian lain juga mengungkapkan bahwa konsumsi taurine dan kafein, baik masing-masing maupun bersamaan, bisa menimbulkan efek berlebihan pada pertumbuhan otak remaja.

Peneliti menyimpulkan, dibutuhkan pembatasan umur yang aman untuk mengkonsumsi minuman berenergi dan memperketat peringatan bahayanya. Selain itu, orangtua juga wajib mengingatkan anak-anaknya akan bahaya minuman ini.

Nabilla Tashandra

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *