Lemak di Perut Ancam Jantung Anda

Distribusi lemak yang tidak normal dalam tubuh, seperti lemak perut, tidaklah baik untuk kesehatan. Bahkan bagi orang yang tidak obesitas sekalipun, lemak perut lebih berisiko tinggi jantung dan stroke.

Dilansir Indian Express, Sabtu (29/12), European Society of Cardiology (ESC) Survei EUROASPIRE V di Kongres Dunia Kardiologi & Kesehatan Kardiovaskular di Dubai, menyatakan hampir dua pertiga orang yang berisiko terkena serangan jantung memiliki lemak perut ekstra. Penelitian menyatakan lemak perut buruk bagi jantung, bahkan pada orang yang tidak kelebihan berat badan atau obesitas.

Studi ini dilakukan pada 2017-2018 di 78 praktik umum di 16 negara terutama Eropa. Para peserta diidentifikasi secara retrospektif menggunakan catatan medis dan diundang untuk wawancara dan pemeriksaan klinis. Pertanyaan yang diajukan tentang kebiasaan gaya hidup mereka seperti merokok, diet, aktivitas fisik, tekanan darah, lipid, dan diabetes.

Pengukuran meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, tekanan darah, kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL), dan kadar gula darah. Sebanyak 2.759 peserta diwawancarai dan diperiksa menggunakan metode dan instrumen standar.

Hampir dua pertiga (64 persen) mengalami obesitas sentral (lingkar pinggang 88 cm atau lebih besar untuk wanita dan 102 sentimeter atau lebih tinggi untuk pria).

Sekitar 37 persen kelebihan berat badan yang diukur indeks massa tubuh (BMI 25 hingga 29,9 kilogram) dan 44 persen mengalami obesitas (BMI 30 kilogram lebih). Hampir satu dari lima peserta (18 persen) adalah perokok dan hanya 36 persen mencapai tingkat aktivitas fisik yang disarankan minimal 30 menit, lima kali per pekan.

“Survei menunjukkan bahwa sebagian besar individu dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular memiliki kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat dan tekanan darah, lipid dan diabetes yang tidak terkontrol,” kata Kornelia Kotseva, ketua Komite Pengarah EUROASPIRE dan penulis pendamping penelitian.

Dia melanjutkan, data ini menjelaskan bahwa harus lebih banyak upaya dilakukan untuk meningkatkan pencegahan kardiovaskular pada orang yang berisiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular. Analisis peneliti menyoroti perlunya sistem perawatan kesehatan dalam pencegahan.

Pentingnya Imajinasi Demi Kesehatan Mental

Waktu masih kanak-kanak, kita sering berimajinasi dengan berbagai permainan.

Misalnya, kita berkhayal menjadi seorang nahkoda saat berada di atas kasur. Atau, berkhayal menjadi polisi yang mengejar penjahat saat memegang pistol air.

Seiring berjalannya waktu, kita tumbuh dewasa dan imajinasi seakan luntur dari pikiran kita.

Padahal, imajinasi adalah aspek penting untuk kesehatan kita dan telah terbukti secara ilmiah.

Riset dilakukan oleh peneliti dari CU Boulder and the Icahn School of Medicine dengan merekrut 68 peserta.

Dalam riset ini, peneliti melatih peserta untuk mengasosiasikan suara tertentu dengan kejutan listrik yang tak nyaman.

Setelah asosiasi itu ditanamkan dalam otak peserta, periset kemudian membagi mereka dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama merupakan peserta yang terpapar kejutan listrik dan asosiasi suara yang sama. Kelompok kedua merupakan peserta yang diminta membayangkan suara di kepala mereka sendiri.

Untuk kelompok terakhir, periset meminta mereka membayangkan suara yang lebih bahagia, seperti kicau burung atau hujan.

Selama percobaan, peneliti mengevaluasi tanggapan peserta melalui pemindaian otak dan sensor kulit.

Hasilnya, usai kejutan listrik dihentikan dari asosiasi, dan peserta tak menghubungan suara dengan rasa sakit, mereka bisa melupakan ketakutan dalam diri.

Marianne Cumella Reddan, pemimpin riset, mengatakan penelitian ini adalah yang pertama kali menunjukkan bahwa membayangkan ancaman dapat benar-benar mengubah cara itu direfleksikan dalam otak.

Tentu saja masih dibutuhkan riset lebih besar untuk menemukan hasil yang lebih akurat. Tapi, hasil riset ini tak bisa kita anggap sepele.

Clarissa Silva, selaku ilmuan perilaku dan pelatih hubungan, mengatakan imajinasi adalah “laboratorium kreatif” pikiran.

Saat kita semakin dewasa, kata Silva, imajinasi tak benar-benar hilang, hanya saja berubah agar sesuai dengan diri kita yang baru dan dewasa.

“Sebagai orang dewasa, imajinasi tidak selalu selaras dengan kenyataan, jadi kami mengabaikan elemen-elemen yang ada di luar sana,” kata Silva.

Meski imajinasi kita mungkin memudar dari waktu ke waktu, itu tidak sepenuhnya terhapus.

Faktanya, Silva mengatakan melatih mindfulness secara teratur dapat membantu kita membangkitkan kembali imajinasi untuk menciptakan realitas yang lebih baik bagi diri kita sendiri.

Peneliti yang terlibat dalam studi Neuron ini berpendapat, kita dapat menggunakan imajinasi secara konstruktif untuk membentuk apa yang dipelajari otak dari pengalaman.

Dengan kata lain, imajinasi kita dapat membantu kita belajar mengalami hal-hal dalam dunia nyata dengan cara yang berbeda, termasuk hal-hal yang biasanya kita takutkan.

Ketakutan bisa datang dalam berbagai bentuk dan tingkat intensitas. Jika kita mengalami ketakutan kronis, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya kita berbicara dengan dokter.

Ini mungkin terjadi karena kita menderita fobia, yang merupakan kecemasan klinis. Gangguan ini dapat didiagnosis dan diobati dengan terapi dan, jika perlu, obat-obatan.

Ketakutan non-kronis, bisa saja menghantui diri kita sewaktu-waktu. Tapi, ini bisa kita atasi dengan menyalurkan imajinasi.

” Imajinasi kita adalah di mana pikiran bawah sadar mulai membawa pikiran batin kita yang sebenarnya ke permukaan dan pikiran sadar kita,” kata Shannon Thomas, selaku terapis.

Dengan membuka pikiran kita terhadap kemungkinan yang dapat terjadi, kita membiarkan imajinasi bangkit dan membuka diri terhadap keinginan dan kekhawatiran terdalam kita yang mungkin tidak sepenuhnya kita sadari.

Menurut Shanon, itu bisa memengaruhi perilaku kita, khususnya kesehatan mental. Corrie LoGiudice, selaku pelatih emosi, imajinasi kita juga selaras dengan kecemasan.

Itulah sebabnya imajinasi dapat menjadi alat yang sangat kuat, terutama jika kita tahu cara mengendalikannya.

“Jika imajinasi terus-menerus membayangkan masa depan sebagai tempat yang berbahaya dan tidak ramah, atau peristiwa tertentu hanya dapat berakhir negatif, maka itulah lingkungan yang akan kita ciptakan untuk diri sendiri di masa depan,” papar LoGiudice.

Namun, jika kita bisa belajar menggunakan imajinasi untuk menciptakan visi hasil masa depan yang positif, menurutnya, ini akan membantu kita membangun rasa percaya diri yang lebih kuat, dan meminimalkan ketakutan seiring waktu.

Terlebih lagi, memiliki kemampuan untuk memasuki imajinasi sebagai orang dewasa dapat bermanfaat bagi kesehatan karena memungkinkan seseorang untuk menjadi kreatif,.

Imajinasi juga mempermudah situasi yang nampak sulit. Misalnya, jika kita pernah mendengar seseorang berkata “temukan tempat bahagia Anda,” imajinasi adalah tiket untuk membawa kita ke sana.

Evanye Lawson, seorang psikoterapis berlisensi, mengatakan menggunakan imajinasi dapat meningkatkan kemampuan melihat hal-hal dari perspektif yang lebih positif, bahkan ketika sulit untuk melihat yang baik dalam suatu situasi.

“Kita bisa mengelabui atau membayangkan diri kita sendiri di dalam hutan yang damai dan bahagia atau dalam situasi nyata saat ini,” papar Lawson.

Dengan cara ini, baik kesehatan mental dan kemampuan untuk menjadi kreatif – melalui seni, musik, menulis, apa pun yang cocok untuk diri kita – bisa mengalami peningkatan.

Jadi pada saat kita menemukan diri terjebak dalam situasi yang membosankan, berjuang untuk saat kecemasan melanda, cobalah untuk memasuki ruang imajinasi.

Buat skenario positif, dan lihat bagaimana imajinasi memengaruhi suasana hati kita. Jika membayangkan diri berada di tempat-tempat yang menyenangkan membuat dri kita merasa lebih baik, pertahankan.

Jika tidak, cobalah sedikit lebih lebih keras. Imajinasi kita pasti berada di suatu tempat.

Ariska Puspita Anggraini

Perasaan Bersyukur, Resep Panjang Umur

Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk bersyukur, dimulai dari kebiasaan mengucap “terima kasih” ketika mendapat sesuatu atau bantuan.

Teman yang baik, keluarga, rumah, dan kebaikan orang lain adalah sebagian dari nikmat yang perlu kita syukuri setiap hari.

Kini para ilmuwan menemukan bahwa rasa syukur bisa meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

“Perasaan bersyukur setiap hari seperti vitamin bagi tubuh,” kata profesor psikologi David Desteno, PhD, dari Universitas Boston, Amerika Serikat.

Destono tidak hiperbolik. Penelitian membuktikan kaitan erat antara orang yang selalu bersyukur dengan penurunan rasa nyeri, peningkatan kualitas tidur, dan masih banyak lagi.

Penelitian selama 15 tahun yang dilakukan profesor psikologi Robert Emmons menunjukkan hal tersebut.

Dalam satu penelitiannya, ia meminta sekelompok partisipan studi untuk menuliskan 5 hal yang mereka syukuri seminggu sekali selama 10 minggu.

Hal-hal “sederhana” seperti; sinar matahari yang hangat, menjadi seorang kakek, ataupun mendapat uang tambahan, merupakan ungkapan syukur yang dicatat para partisipan.

Di akhir penelitian, orang yang rajin menuliskan hal yang disyukuri merasa tingkat kebahagiaannya naik 25 persen.

Bukan hanya itu, perasaan syukur atas kehidupan yang dimiliki juga mendorong mereka untuk menjaga kesehatan tubuhnya dengan cara rutin berolahraga. Keluhan fisik akibat gangguan kesehatan pun berkurang.

Penelitian lain yang dimuat di Journal of Health Psychology juga menunjukkan, perasaan syukur membuat para partisipan tidur lebih nyenyak dan tekanan darahnya turun.

Kondisi Waspada

Selain kaitan erat antara tubuh dan pikiran, ternyata ada penjelasan mengapa perasaan bersyukur menyehatkan.

Ketika kita merasa tegang dan kelelahan, entah karena tenggat pekerjaan atau masalah keluarga, sistem saraf kita akan berada dalam kondisi waspada.

Kondisi itu juga membuat hormon kortisol membanjiri tubuh yang akhirnya memicu gangguan kesehatan. Misalnya saja tekanan darah naik, susah fokus, hingga inflamasi.

Sebaliknya, ketika kita merasa bersyukur dan tenang, otak akan mengirimkan sinyal pada tubuh bahwa semuanya “terkendali”.

Sebenarnya tak sulit untuk bersyukur. Kita bisa mengusahakannya.

“Rasa syukur adalah pilihan, dan kita bisa menciptakannya pada momen apa pun yang terjadi. Lama-lama, hal itu menjadi otomatis,” kata Emmons.

Ia menambahkan, kita jangan hanya membuat daftar hal yang disyukuri, tetapi renungkan juga alasannya secara spesifik. Jadi, sudahkah kamu bersyukur hari ini?

Lusia Kus Anna

5 Kiat Tubuh Sehat Dengan Mengandalkan Teknologi Internet yang Kian Maju

Sehat itu mahal harganya. Ungkapan ini tidak selamanya benar, karena saat ini sehat itu bisa diperoleh dengan murah, bahkan gratis. Dengan kemajuan teknologi saat ini, berbagai informasi kesehatan mudah diakses melalui internet. Banyak informasi yang lengkap dan Anda hanya tinggal mengikuti alias mempraktikkannya. Singkat kata, di era digital, sehat itu bisa jadi murah.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda mau sehat lewat informasi internet. Begini cara pilih-pilih informasi kesehatan di dunia maya.

Kunci sehat dengan mengandalkan teknologi informasi kesehatan

1. Tetap Utamakan Konsultasi ke Ahlinya

Sebelum Anda mencari berbagai informasi di internet, ada baiknya ketahui dulu fakta-fakta dasar yang benar dari ahlinya. Gampangnya, Anda bisa bertanya ke dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, perawat, bidan, atau tenaga kesehatan lainnya.

Anda bisa mencari informasi tersebut dengan mendatangi puskesmas terdekat ataupun pusat pelayanan kesehatan lainnya. Tanyalah pada mereka, seperti apa situs kesehatan yang resmi dan bisa dipercaya. Dari situ, barulah Anda dapat mencari berbagai informasi di internet dan mengunjungi kanal kesehatan sesuai dengan kriteria yang disebutkan.

2. Jangan Langsung ‘Telan’, Tapi Baca dengan Kritis

Setelah Anda mendapatkan informasi dari internet, sebaiknya pahami dulu isinya baik-baik. Lihat artikel tersebut, siapa penulisnya, apakah penulisnya dari bidang kesehatan atau tidak. Kemudian, lanjut melihat sumber artikelnya, apakah artikel tersebut mengacu pada sumber terpercaya, seperti penelitian-penelitian terbaru.

Jangan dulu tergoda untuk langsung membagikan kepada teman atau sahabat. Kalau masuk akal, maka boleh dipercaya. Kalau isinya hanya berujung kepada jualan produk kesehatan, maka lebih baik tidak perlu dibagikan.

3. Waspada dengan Informasi yang Disediakan

Meski sedang mencari informasi kesehatan, orangtua mesti mendampingi anak-anak ketika mereka sedang mengakses situs tertentu. Bisa saja, situs yang diakses memiliki konten pornografi.

Tak cuma itu, pastikan bahwa semua informasi yang Anda dapatkan sahih alias benar, bukannya hoaks atau berita bohong. Jadi terkadang memang Anda harus mengecek dan meriset ulang, apakah informasi yang Anda dapatkan dari situs itu benar.

4. Cari informasi pada yang Sudah Berpengalaman

Informasi yang benar terkadang bisa datang dari pengalaman orang lain. Ya, pengalaman bisa jadi pelajaran yang baik. Maka itu, Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan memperluas kenalan dan bergabung di dalam kelompok kesehatan di media sosial.

Bisa melalui Facebook, Whatsapp, line, dan sebagainya. Saat awal bergabung, perkenalkan dirimu, dan identitas secukupnya, lalu sampaikanlah maksud bergabung secara jelas. Anda bisa menyebutkan nama Anda dan bilang kalau Anda bergabung di grup ini untuk mencari informasi tentang stroke.

5. Jangan hanya Terpaku pada Satu Sumber

Biasakan untuk mencari berbagai sumber. Selain memperkaya informasi, hal ini perlu dilakukan supaya Anda tahu mana fakta dan mana yang kurang tepat. Cobalah membaca minimal dari 3-5 sumber internet di websites yang berbeda.

Misalnya, ingin tahu tentang tanaman obat yang berkhasiat mengobati kencing manis, maka cukup dengan mengetikkan kata kunci di Google ”Tanaman Obat Penumpas Diabetes”. Setelah itu, bacalah 3-5 artikel dari beberapa sumber terpercaya. Kalau baru menemukan dan memahami satu artikel dari internet, jangan langsung dijadikan acuan atau referensi.

Dengan lima kiat di atas, tentunya Anda sekeluarga dapat dengan mudah menjadi sehat lewat internet. Terus berlatih, berproses, dan bersabar adalah kata kunci yang mendasari keberhasilan dari 5 kiat sehat lewat internet ini.

Melalui internet sehat, diri kita dapat sehat, keluarga menjadi sehat, masyarakat pun ikut sehat. Masyarakat sehat inilah pondasi dasar menuju terciptanya Indonesia hebat.

dr. Dito Anurogo, M.Sc.

4 Langkah demi Kehidupan yang Lebih Baik

Keputusan yang diambil dalam hidup terkadang membuat seseorang masuk ke dalam lingkaran tertentu yang membuat putus asa, sedih atau kehilangan harapan.

Pada titik tersebut, tak jarang kita kemudian menginginkan sebuah perubahan dalam hidup, entah itu soal pekerjaan, rumah tangga, gaya hidup, atau lainnya.

Hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Setidaknya ada empat langkah yang bisa kamu lakukan jika ingin mengubah hidupmu menjadi lebih baik dan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

1. Menghadapi Rasa Takut

Kamu bisa mengubah hidupmu dengan menemukan bagaimana cara untuk mengontrol perasaanmu, sehingga dirimu tak lagi dikontrol oleh perasaan tersebut.

Misalnya, dalam menghadapi rasa takut. Kamu harus belajar untuk berani menghadapi sesuatu yang selama ini kamu takutkan dan melawannya. Jika berhasil, lihatlah perubahan apa yang akan terjadi dalam hidupmu.

2. Belajar Menyembuhkan

Kamu harus memahami bahwa dirimu mampu melepaskan hal-hal di masa lalu, ketakutan dan halangan apapun. Dengan melakukannya, keberanianmu akan mulai terbangun.

Ingatlah bahwa kamu perlu belajar menyembuhkan dirimu dari ingatan-ingatan yang menghantuimu selama ini. Ingat, terbelenggu masa lalu tidak akan pernah membuatmu berkembang atau hidup lebih baik.

Selain itu, tanamkan pada diri bahwa kamu bisa meraih perubahan dalam hidup jika kamu bisa menyembuhkan diri dari hal-hal masa lalu tersebut. Pilihannya ada pada dirimu sendiri.

3. Hidup Seimbang

Melatih kontrol diri adalah salah satu jalan yang ideal untuk menuju kehidupan yang lebih positif.

Kamu harus memahami bahwa kita bisa mengontrol bagaimana otak dan tubuh kita berjalan beriringan. Hidup dalam keseimbangan sangatlah penting jika kita mau mencapai perubahan hidup.

4. Melupakan Penyesalan

Kita semua tidak bisa mengubah hal yang sudah terjadi atau menjadikan sesuatu yang tidak pernah terjadi menjadi terjadi. Oleh karena itu, lepaskan lah masa lalu dan tak perlu disesali.

Ingatlah bahwa pikiran-pikiran seperti itu hanya akan membuatmu menjadi sedih dan jatuh, atau tidak mampu melangkah maju.

Nabilla Tashandra

Manfaat Sup Kaldu Tulang untuk Kesehatan

Selain lezat untuk dikonsumsi sehari-sehari, sup kaldu memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Sudah sejak dulu dipercaya bahwa sup kaldu mengandung zat yang memiliki khasiat pengobatsn. Sup kaldu sangat dianjurkan untuk dikonsumsi bagi mereka yang sedang terserang batuk atau pun demam.

Umumnya, sup kaldu tersebut terbuat dari daging ayam maupun daging sapi. Selain daging, sup kaldu ternyata juga bisa terbuat dari tulang. Kaldu yang terbuat dari tulang ini disebut juga dengan broth bone. Sama halnya dengan kaldu daging, kaldu tulang memiliki banyak manfaat yang sayang untuk dilewatkan.

Sup kaldu tulang biasanya terbuat dari bagian tulang buku, tulang kaki dan tulang persendian lainnya. Dilansir Shape, setidaknya ada tujuh khasiat kaldu tulang yang baik untuk kesehatan tubuh.

Menyehatkan Usus

Rutin mengonsumsi satu mangkuk kecil kaldu tulang sehari dapat menurunkan risiko kebocoran usus. Menurut ahli nutrisi dari Healthful Elements, kandungan gelatin pada tulang membantu menyehatkan lubang usus. Usus yang sehat nantinya dapat meringankan diare dan sembelit kronis.

Melindungi Persendian

Bagi pasien dengan penyakit persendian, sup kaldu tulang akan sangat efektif sebagai bagian dari perawatan. Pasien tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen glukosamin karena sup kaldu tulang juga mengandung glukosamin. Kandungan dari bahan alami tentunya lebih baik dari obat yang bersifat kimia. Rutin mengonsumsi sup kaldu tulang juga dapat membantu mengurangu rasa nyeri. Selain itu, kandungan kondroitin sulfat yang ada pada kaldu tulang juga bisa membantu pencegahan osteoporosis.

Awet Muda

Sup kaldu tulang kaya akan kolagen yang secara alami berperan sebagai pelindung tulang dan pengatur keseimbangan dalam tubuh. Selain itu, kolagen juga dapat menngencangkan kulit serta menguatkan persendian. Mengonsumsi sup kaldu tulang juga dapat meningkatkan elastisitas kulit.

Tidur Lebih Nyenyak

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan asam amino glisin pada tulang dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengatasi kepenatan.

Meningkatkan Sistem Imun

Penulis The Primal Blueprint, Mark Sisson, menyebut sup kaldu tulang sebagai makanan super yang dapat menguatkan siatem imun. Ini karena sup kaldu tulang tinggi akan konsentrasi mineral.

Menguatkan Tulang

Sup kaldu tulang mengandung nutrisi penting yang baik untuk kesehatan tulang seperti fosfor, magnesium serta kalsium.

Baik sebagai Menu Diet

Bagi orang yang diet, sup kaldu tulang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi asam amino. Asam amino yang juga biasa terdapat pada daging baik untuk mengembalikan kekuatan dan energi otot.

REPUBLIKA.co.id

Penelitian Ungkap Kaitan Media Sosial dan Depresi

Para peneliti dari University of Pennsylvania baru saja menemukan hubungan antara penggunaan media sosial dan depresi.

Ini memang terdengar tak masuk akal. Tapi, banyak kekhawatiran terjadi dan telah menjadi poin penting dari analsis objektif dalam riset ini.

Hasil riset diperoleh dengan menganalisa data eksperimen dari beberapa platform yang paling sering digunakan saat ini termasuk Facebook, Snapchat, dan Instagram.

Menurut Melissa G. Hunt, selaku pemimpin riset, penelitian ini jauh lebih komprehensif, ketat, dan lebih valid secara ekologi.

Tim riset menargetkan tiga platform paling populer di kalangan mahasiswa tingkat akhir, yang menjadi peserta dalam riset ini.

Tiga platform paling populer itu antara lain Instagram, Snapchat, dan Facebook.

Dalam riset ini, peneliti juga mengumpulkan data penggunaan obyektif peserta secara otomatis yang dilacak oleh iPhone milik mereka, untuk mengetahui data media sosial yang aktif.

Pada awal riset, peserta yang berjumlah 143 orang diminta menyelesaikan survei guna menetapkan suasana hati dan kesejahteraan mereka di awal penelitian.

Periset juga mengambil tangkapan layar tingkat baterai iPhone mereka untuk menyediakan data dasar media sosial selama satu minggu.

Subjek kemudian dibagi menjadi dua kelompok kontrol. Kelompok pertama diminta untuk terus melakukan praktik media sosial yang biasa mereka lakukan.

Sementara itu, kelompok kedua dibatasi hanya menggunakan Facebook, Instagram, dan Snapchat selama 10 menit sehari.

Proses ini berlangsung selama tiga minggu dengan data penggunaan baterai yang disimpan untuk setiap individu.

Dari ini, periset dapat membandingkan data terhadap tujuh faktor yang termasuk rasa takut kehilangan, kecemasan, depresi, dan kesepian.

Hasil menunjukkan mereka yang menggunakan sosial media lebih sedikit mengalami penurunan signifikan pada depresi dan kesepian.

Efek ini sangat terasa bagi orang-orang tekanan lebih saat bekerja. Bahkan, mengurangi penggunaan sosial media juga mengurangi rasa kesepian.

Menurut peneliti, beberapa literatur yang ada di media sosial menunjukkan ada sejumlah besar perbandingan sosial.

Ketika kita melihat kehidupan orang lain, terutama di Instagram, membuat kita mudah berpikir bahwa kehidupan orang lain lebih indah daripada hidup kita.

Dalam riset ini, peneliti merekrut peserta dengan kisaran usia 18-22 tahun.

Jadi, kita tak bisa dengan mudah menyimpulkan apakah efek yang sama juga berlaku untuk kelompok usia lainnya.

“Saat kita mengurangi waktu untuk menggunakan media sosial, kita sebenarnya telah menggunakan banyak waktu untuk hal-hal yang membuat hidup kita lebih baik,” ucap sang pemimpin riset.

Secara umum, peneliti percaya solusi terbaik adalah meletakkan ponsel dan menghabiskan waktu dengan orang-orang di sekitar kita.

Ariska Puspita Anggraini

9 Manfaat Kesehatan Minum Jus Labu Air Campur Jahe Setiap Pagi

ADA saatnya setiap orang harus membuat pilihan dalam kehidupan. Termasuk meningkatkan kualitas hidup dengan menjalankan hidup sehat seperti diet sehat dan olehraga rutin. Karena tanpa kesehatan yang baik, menjalani kehidupan berkualitas dapat menjadi agak sulit.

Melansir Boldsky.com, Rabu (7/3/2018) ada beberapa bahan alami di dapur dan kebun yang memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya labu air dan jahe. Tahukah Anda ternyata dua bahan ini apabila dicampurkan menjadi jus tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan secara umum, tetapi juga dapat mengobati dan mencegah penyakit tertentu.

Untuk mengetahui lebih jelas berikut 9 manfaat kesehatan minum jus labu air dicampur jahe setiap pagi:

1. Mengurangi Panas Tubuh

Sering kali cuaca panas di luar, perubahan hormon, aktivitas metabolik yang tidak normal dapat menyebabkan tubuh seseorang memanas secara internal dan menyebabkan ketidaknyamanan. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sakit kepala dan bahkan pendarahan hidung. Mengkonsumsi campuran labu air dan jahe dapat membantu menenangkan tubuh dan mengurangi gejala tersebut.

2. Mengobati Gangguan Pencernaan

Kebiasaan makan tidak sehat, pekerjaan yang terikat meja kerja dan stres, dapat mengganggu pencernaan. Gangguan pencernaan dapat menyebabkan gastritis, mulas dan bahkan kanker usus besar. Kandungan serat dalam labu air dan enzim dalam jahe dapat membantu menetralkan asam dalam perut untuk mengatasi gangguan pencernaan.

3. Dapat Menurutkan Berat Badan

Mengkonsumsi campuran jus labu air dan jahe setiap pagi dapat membantu menurunkan berat badan terutama yang sedang diet karena antioksidan dan vitamin K dalam campuran bahan ini dapat membantu meningkatkan metabolisme sampai batas tertentu dan jus ini juga rendah kalori. Namun, diet seimbang dan rutinitas olahraga bersama dengan jus ini sangat diperlukan untuk menurunkan berat badan secara efektif.

4. Mengurangi Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga merupakan salah satu kondisi gaya hidup yang paling umum dihadapi banyak orang. Bila tekanan darah mengalir ke dinding arteri terlalu tinggi, dapat menyebabkan gejala yang tidak diinginkan, sehingga menyebabkan hipertensi. Kandungan potassium dalam campuran jus labu air dan jahe dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi secara alami.

5. Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah suatu kondisi di mana setiap bagian saluran kemih, terutama kandung kemih terinfeksi oleh bakteri tertentu, biasanya selama hubungan seksual. Labu air adalah diuretik alami, yang dapat membersihkan bakteri dari saluran kemih, jadi kombinasi labu air dan jahe dapat mengobati ISK.

6. Mengobati peradangan hati

Hati adalah organ vital yang merupakan bagian terpenting tubuh manusia. Bila hati terkena gangguan, itu dapat berakibat fatal. Kebiasaan makan yang tidak sehat, minum berlebihan, infeksi tertentu, efek samping obat-obatan, dll, bisa menyebabkan radang hati. Dengan mengkonsumsi jus labu air dan jahe setiap pagi dapat mengobati kondisi kesehatan tersebut.

7. Membantu Pemulihan Otot

Kombinasi labu botol dan jahe dapat membantu penyembuhan otot secara cepat, karena mengandung kalium dan antioksidan yang dapat memberi makan dan mengendurkan otot.

8. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Mengkonsumsi campuran jus labu air dan jahe dapat menjaga kesehatan jantung karena vitamin K dan antioksidan dalam campuran ini dapat menjaga aliran darah ke jantung tetap sehat.

9. Mengurangi Morning Sickness

Wanita hamil yang mengalami morning sickness dapat mengkonsumsi campuran labu air dan jus jahe ini, karena membantu menghilangkan rasa sakit di pagi hari, dengan menetralkan asam di perut dan mengurangi ketidakseimbangan hormon. Namun, berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengkonsumsinya.

Widya Marchellin

11 Cara Mengatasi Kecemasan dalam Hidup

Hidup memang tak selalu berjalan mulus. Terkadang, masalah datang untuk menguji kita sebagai manusia. Wajar jika kita merasa khawatir atau cemas akan masalah hidup yang menerpa.

Namun, terlalu khawatir hingga menimbulkan depresi juga bukan hal yang bagus untuk diri kita sendiri.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kekhawatiran yang berlebihan dalam hidup? Dilansir dari Reader’s Diggest, berikut beberapa cara mengatasi kecemasan.

1. Yoga Ilustrasi Posisi Yoga Lotus Asana

Riset telah membuktikan olahraga dapat menjadi solusi untuk mengatasi kecemasan dan depresi.

Sayangnya, manfaat olahraga ini seringkali diabaikan. Bahkan, banyak orang menganggap pergi ke gym dan berolahraga bersama banyak orang justru menambah rasa cemas.

Sebagai alternatif, cobalah untuk mempraktikan yoga. Kita bisa melakukannya secara pribadi di rumah.

“Olahraga membantu melepaskan endorfin yang penting untuk mengatasi rasa cemas yang bisa menurunkan tingkat stres,” kata Kelsey Torgerson, dokter klinis berlisensi dan spesialis kecemasan.

Secara pribadi, Torgerson juuga mempraktikan yoga empat kali seminggu.

“Yoga meningkatkan ‘jendela toleransi’ dan membangun keterampilan manajemen stres,” tambahnya.

2. Kurangi Menggunakan Sosial Media Ilustrasi Media Sosial Cyber

Banyak orang menggunakan media sosial untuk melampiaskan perasaan tertekan dan cemas.

Rebecca Burton, konselor pernikahan dan keluarga berlisensi, mengatakan cara ini justru semakin membahayakan diri kita.

“Menggunakan media sosial berarti kita rentan terhadap kejadian yang memicu kecemasan pada hari itu,” katanya.

Apalagi, media sosial kerap membuat kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang akan semakin menimbulkan rasa cemas.

Sebaiknya, kita mulai mengurangi penggunaan media sosial. Memang sangat susah melakukannya, terutama jika kita telah kecanduan.

Namun, daripada kita menghabiskan waktu untuk media sosial, Burton menyarankan agar kita menggunakan waktu untuk beristirahat.

3. Terima Kecemasan Sebagai Bagian Dalam

Akshay Nanavati, motivator pengembangan diri, mengatakan agar kita menerima kecemasan sebagai hal yang wajar dalam hidup.

“Merangkul dan memanfaatkan kecemasan akan membantu kita mengontrolnya, bukan sebaliknya,” paparnya.

Menurutnya, penderitaan adalah bagian dari kehidupan. Dari sinilah, kita dapat belajar bagaimana membangun hubungan positif dengan rasa sakit.

Salah satu bagian terburuk dari kecemasan adalah rasa takut akan rasa sakit. Namun konyol untuk memulai penderitaan karena hal-hal yang belum terjadi.

Terimalah bahwa akan ada perjuangan. Selain itu, kita juga harus mengetahui jika diri kita cukup kuat untuk menghadapinya.

Jika kecemasan kita semakin besar dan kita merasa tak dapat menanganinya, cobalah untuk menemui dokter untuk mendapatkan tindak lanjut.

4. Lakukan Yang Terbaik Dan Berhenti Menunda

Sebagian besar kecemasan berasal dari kebiasaan menunda. Oleh karena itu, sebaiknya kita mulai menghilangkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan ini.

Denise Limongello, psikoterapis berlisensi dari Manhattan, menyarankan kita agar segera mengerjakan apa yang harus kita kerjakan.

“Banyak penelitian menunjukkan orang sering mengatasi kecemasan dengan penundaan,” katanya.

Menunda bukanlah hal yang bisa membuat kita terhindar dari rasa cemas. Menurut Limongello, tidak ada cara lain selain mengerjakan apa yang harus kita selesaikan.

Namun, untuk mengatasi rasa cemas yang terjadi karena hal di luar kendali kita, melakukan hal yang bisa kita lakukan sebaik mungkin akan membantu meringankan rasa cemas.

Jika kita tak mampu menunjukan apa yang membuat kita merasa cemas, bisa jadi kita menderita Generalized Anxiety Disorder.

Ini merupakan penyakit mental di mana kita dikelilingi rasa khawator tanpa tahu penyebabnya sepanjang waktu.

5. Kenali Gejala Kecemasan

Menurut Torgerson, setiap orang merasakan kecemasan secara berbeda. Oleh karena itu, respon setiap orang terhadap rasa cemas yang dialaminya juga berbeda.

“Mulailah dengan mencari tahu bagaimana reaksi tubuh kita terhadap kecemasan,” paparnya.

Reaksi tubuh menghadapi kecemasan, kata Torgerson, bisa berupa tangan yang dingin, tegang, rasa sakit di perut dan dada, atau nafas yang berat.

Semua itu adalah hal yang bisa kita gunakan untuk mendeteksi kecemasan.

“Segera setelah kita melihat tanda pertama kecemasan, segera tarik napas dalam-dalam lalu lakukan sesuatu yang yang membuat kita merasa tenang,” paparnya.

Ia menambahkan bersikap proaktif sangat membantu dalam mengelola kecemasan.

Namun, gejala fisik hanyalsah sebagian kecil dari gejala kecemasan yang terjadi.

6. Ciptakan Gaya Hidup

Cara mudah untuk mengatasi kecemasan adalah dengan menciptakan rutinitas yang sehat.

“Kecemasan membuat kualitas tidur memburuk, membuat kita kecanduan junk food, alkohol dan obat-obatan,” kata Burton.

Kecemasan juga membuat kita menerapkan gaya hidup pasif. Memperbaiki gaya hidup adaah langkah pertama yang harus dilakukan selama periode kecemasan yang inten.

Jadi, daripada kita terjebak dalam kecemasan terus menerus, lebih baik kita fokus untuk menerapkan gaya hidup yang sehat.

Misalnya, kita menetapkan aturan tak lagi memakai ponsel setelah jam 10 malam, mempraktikkan konsumsi sayur setiap hari, atau olahraga selama 20 menit setiap hari.

“Ketika gaya hidup sehat yang kita pilih telah melekat dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti bisa menambahkan banyak kebiasaan postif,” kata Burton.

“Mengontrol kebiasaan akan meningkatkan kesehatan fisik dan mengurangi kecemasan dengan meningkatkan rasa percaya diri,” tambahnya.

Cara ini juga menciptakan perasaan yang mampu mengendalikan hidup ketika situasi di sekitar kita terasa penuh tekanan.

7. Pandang Kecemasan Sebagai Hal Istimewa

Memiliki rasa cemas dalam hidup memang terasa menyakitkan. Tapi, Menurut Nanavati, kecemasan juga memiliki beberapa sisi yang bisa kita gunakan untuk membantu diri kita.

Jadi, alih-alih kita menjadi lemah karena kekhawatiran, sebaiknya kita memandangnya sebagai cara untuk mengatasi kecemasan.

“Kita harus percaya setiap peristiwa atau keadaan adalah peluang untuk mendewasakan diri,” katanya.

Menurutnya, setiap orang dapat mencapai apa pun dengan usaha yang tepat.

Jadi, daripada kita menyalahkan keadaan atau mempertanyakan kemampuan, biarkan rasa cemas memotivasi kita untuk mengubah hal-hal yang membuat khawatir.

8. Ambil Nafas Dalam-Dalam Atau Meditasi Teratur

Mengambil nafas dalam-dalam atau meditasi ringan setiap beberapa jam sangat bagus untuk mengurangi kecemasan.

Agar kita melakukannya secara teratur, Torgerson merekomendasikan kita untuk memanfaatkan aplikasi pengingat di ponsel.

“Ketika pengingat berbunyi, ambil tiga napas mendalam dengan diafragma. Ambil napas melalui hidung, dan keluarkan dari mulut selama lima hitungan,” katanya.

Kita juga bisa mengunduh aplikasi meditasi untuk menjadi pengingat setiap harinya.

9. Melakukan Persiapan Dan Berlatih

Saat akan melakukan hal penting, misalnya presentasi, kita pasti akan diselimuti rasa khawatir.

Untuk mengatasinya, kata Limongello, kita bisa melakukan latihan demi meningkatkan kinerja dan mengurangi kecemasan.

“Riset menunjukkan latihan seperti bermain peran dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan,” katanya.

Untuk melakukan hal ini, kita bisa mencobanya sendiri atau meminta bantuan teman.

10. Mencintai Diri Sendiri Ilustrasi Pria Kurus

Kekhawatiran adalah masalah nyata. Orang yang memiliki kecemasan seringkali mengalami rasa malu, entah karena orang lain atau diri sendiri.

Namun, menurut Nanavati, menyalahkan diri sendiri dan merasa malu karena kecemasan yang dialami hanya memperburuk masalah.

Selain itu, kita juga harus mengetahui perbedaan antara perasaan stres dan kegelisahan.

Kita memang harus berusaha mengurangi keduanya dan memahami bagaimana kita menanggapi rasa sakit tersebut.

Nanavati mengatakan semua manusia selalu dihadapi oleh dua momen, yatu peristiwa yang menyakitkan dan bagaimana menghadapinya.

Alih-alih marah pada diri sendiri, sebaiknya kita mencari cara untuk mengendalikan rasa sakit tersebut.

Ia menyarankan agar kita tak terjebak dalam kecemasan, sebaiknya, kita memperkuat diri sendiri dan fokus kembali pada pikiran positif.

11. Melakukan Banyak Hal

Kecemasan bisa melemahkan kita, yang pada akhirnya dapat menambah kecemasan lebih banyak lagi.

Menurut Burton, untuk menghadapi hal ini kita harus melakukan segala hal atau menyibukkan diri.

“Kecemasan adalah ketakutan dan ketidakberdayaan. Bergantung pada lingkup situasi, dan seberapa besar dampaknya,” kata Burton.

Oleh karena itu, lakukan segala hal yang bisa kita lakukan, terutama hal-hal positif untuk mengatasinya.

Kita bisa mengatasi rasa cemas dengan menyibukkan diri dalam berbagai kegiatan.

Misalnya, kita bisa melakukan kegiatan sosial atau melakukan kegiatan lain yang benar-benar ampuh membuat kita kuat saat mengahadapi kecemasan.

Ariska Puspita Anggraini