Feel Good

5 Tanda Ponselmu Sudah Merampas Kualitas Hidup

Gaya hidup masa kini membut kita hampir mustahil menjauh dari ponsel. Ini terjadi hampir pada setiap masyarakat di dunia.

Hipnoterapis dan pakar kecemasan di Calmer You sekaligus penulis The Anxiety Solution, Chloe Brotheridge mengatakan bahwa mengecek ponsel adalah hal menimbulkan kecanduan.

Kita akan terikat dengan setiap informasi yang kita dapatkan lewat pesan elektronik atau berita-berita yang ada.

“Terus-menerus melihat ponsel itu artinya kita tidak pernah benar-benar istirahat,” ujar Chloe.

Penggunaan ponsel memang sering dikaitkan dengan masalah kecemasan. Tapi, ada beberapa hal yang mungkin belum kita ketahui soal dampak penggunaan ponsel terhadap kesehatan mental.

Apa saja kah dampaknya dan ciri-ciri orang yang sudah kecanduan ponsel?

1. Memengaruhi Pola Tidur

Kurang tidur adalah gejala umum kecemasan. Banyak dari kita yang menggunakan ponsel sebagai alarm.

“Itu berarti ponsel ada di sebelah kita sebelum tidur dan saat kita bangun. Membuat kita tergoda untuk mengecek ponsel sebelum tidur dan saat bangun,” kata dia. Akibatnya kita menjadi kurang tidur, atau kualitas tidur berkurang.

Chloe menilai beberapa aktivitas menggunakan ponsel bukan lah hal yang baik untuk mengakhiri dan memulai hari. Seperti mengecek surat elektronik yang masuk atau mengecek selfie para blogger di media sosial.

Ia pun menyarankan setiap orang memiliki jam alarm khusus dan dan menyediakan waktu tanpa ponsel.

2. Polusi Suara

Ponsel akan berbunyi sangat sering jika kita mengaktifkan notifikasi suara, misalnya untuk pesan masuk, telepon, unggahan Facebook, Instagram, dan lainnya.

Pada banyak orang, bisa jadi itu merupakan suara yang biasa sehingga tidak dianggap mengganggu. Tapi kebanyakan pengguna pasti akan melihat pesan apa yang ditimbulkan dari suara tadi. Hal itulah yang mengganggu kualitas hidup.

Chloe pun meminta agar notifikasi dimatikan agar hal itu tak mengganggu kita.

“Pada titik tertentu, update yang tak kunjung berhenti akan melelahkan dan mereka yang mengalami kecemasan akan mendapatkan gejala yang lebih hebat,” ujar Chloe.

3. Ketergantungan

Mungkin kita tak ingat kapan terakhir melakukan hal-hal secara manual tanpa ponsel. Seperti melihat peta, memesan tiket perjalanan, atau memesan ojek dan taksi dengan telepon biasa.

Kebiasaan ini membuat kita merasa ketergantungan dengan ponsel. Kita bahkan bisa saja merasa cemas saat baterai ponsel kita lemah atau merasa tak berdaya tanpa ponsel.

Faktanya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa banyak anak-anak muda menunjukkan tanda-tanda signifikan dari stres dan mengalami pola detak jantung sama seperti mereka yang memiliki penyakit traumatis saat dijauhkan dari alat-alat teknologi.

4. Kabur dari Kenyataan

University of Illinois pada 2016 lalu mengungkapkan bahwa mahasiswa mereka yang menggunakan ponsel sebagai alat untuk lari dari kenyataan pada umumnya memiliki masalah kesehatan mental. Termasuk deresi dan kecemasan.

Kecenderungan ini lebih tinggi terjadi pada mereka ketimbang mahasiswa lainnya yang menggunakan ponsel hanya untuk mengusir kebosanan.

Motivasi penggunaan ponsel untuk online sangatlah krusial. Oleh karena itu, coba lah pikirkan apa yang membuatmu sangat ingin mengakses Instagram, atau media sosial lainnya.

Apakah Kamu hanya mu membandingkan dirimu dengan yang lain? Ataukah Kamu menghindari problem dunia nyata?

Semakin banyak pertanyaan yang muncul dan terjawab, maka akan semakin jelas hubungan ponsel dengan kecemasanmu.

5. Tidak Pernah Mematikan Ponsel

Rata-rata pengguna ponsel di Inggris mengecek ponsel mereka 28 kali sehari. Ini berarti lebih dari 10 ribu kali dalam setahun.

Sangat penting untuk beristirahat dari kegiatanmu dengan ponsel. Chloe nenyarankan untuk meletakkan ponsel di ruangan lain dan menaruhnya di bawah kursi atau benda lainnya. Ini akan membuat kemungkinan kita mengecek ponsel lebih kecil.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa berhenti mengakses Facebook dalam seminggu saja bisa meningkatkan kadar bahagia seseorang.

Jadi, coba lah melakukn hal ini pada kehidupanmu karena mungkin saja membawa dampak yang besar terhadap mood dan lainnya.

Nabilla Tashandra

Luar Biasa, Ada 7 Manfaat Tak Terduga dari Tertawa

Salah satu hal terbaik di dunia ini adalah bisa tertawa lepas. Tertawa bisa menyatukan manusia dan membangun hubungan yang kuat.

Tertawa juga mampu menghadirkan atmosfir hangat dalam keluarga. Ada banyak manfaat dari tertawa.

Para peneliti telah melakukan berbagai penelitian untuk menyelidiki manfaat tertawa secara mendalam, termasuk di antaranya Dr. Lee Berk dan Dr. Stanley Tan dari The Loma Linda University, California.

Mereka mengungkap tujuh manfaat tertawa berdasarkan hasil riset yang dilakukan kedua peneliti tersebut.

1. Menurunkan Tekanan Darah

Bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, tertawa adalah obat murah dan praktis untuk menormalkan tekanan darah. Tertawa bisa mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.

Bahkan, cara ini juga efektif untuk mereka yang memiliki tekanan darah normal. Jadi, cobalah mencari hal lucu di sekitarmu untuk mengundang tawa agar kamu terhindar dari risiko penyakit ini.

2. Mengurangi Hormon Stres

Dengan mengurangi tingkat hormon stres, Kamu juga bisa mengurangi kecemasan dan stres yang berdampak pada tubuh.

Selain itu, pengurangan hormon stres dapat menyebabkan kinerja sistem kekebalan tubuh lebih tinggi.

Nah, jika kamu merasa hari-harimu begitu berat, cobalah untuk tertawa demi menghilangkan stres dan mendapatkan manfaat kesehatan dari tawa itu.

3. Melatih Otot Perut

Salah satu manfaat tawa adalah bisa melatih otot perutmu. Saat tertawa, otot-otot di perut mengembang dan berkontraksi, sama seperti ketika Kamu dengan sengaja melatih otot tersebut.

Sementara itu, otot yang tidak bekerja saat tertawa juga akan merasa rileks. Jika Kamu malas berolahraga dan ingin mendapatkan perut yang rata, maka mungkin tertawa bisa jadi solusi alternatif untuk mendapatkan bentuk perut impian.

4. Meningkatkan Fungsi Jantung

Tertawa adalah latihan kardio yang hebat, terutama bagi mereka yang tidak mampu melakukan aktivitas fisik lainnya karena cedera atau sakit.

Ini membuat jantungmu memompa dan membakar kalori dalam jumlah yang sama per jam saat berjalan dengan kecepatan lambat sampai sedang.

Maka, jika Kamu ingin memiliki jantung yang sehat, cobalah cara yang murah dan sederhana ini.

5. Mengaktifkan Sel T

Sel T adalah sel sistem kekebalan khusus yang harus diaktifkan oleh tubuh. Saat kita tertawa, Kita mengaktifkan sel T yang membantu melawan penyakit.

Jadi, saat Kamu merasa tak enak badan, mungkin mencoba untuk tertawa akan membantu badan kembali bugar.

6. Memicu Pelepasan Endorfin

Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami. Dengan tertawa, kita bisa melepaskan endorfin yang membantu meringankan rasa sakit kronis, dan membuat kita merasa lebih baik.

Baca: 5 Tanda Anda dan Pasangan Menjalani Hubungan yang Bahagia

7. Meningkatkan Rasa Nyaman

Tertawa dapat memberi rasa nyaman pada tubuh. Dokter telah menemukan bahwa orang yang memiliki pandangan positif terhadap kehidupan cenderung melawan penyakit lebih baik daripada orang yang memiliki pandangan negatif.

Jadi, kunci untuk panjang umur adalah tersenyum dan tertawa.

Ariska Puspita Anggraini

4 Kebiasaan Buruk yang Bikin “Cepet” Tua

Proses penuaan memang sebuah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Namun, manusia masih bisa berupaya memperlambat jalannya proses ini.

Kamu pasti berpikir, istirahat yang cukup, mengoleskan SPF untuk mencegah radiasi sinar UV, dan memakai krim malam sebelum tidur sudah cukup menghambat datangnya dampak penuaan.

Ternyata, keyakinan itu tak sepenuhnya benar. Ada beberapa kebiasaan di malam hari yang masih sering kita lakukan, dan nyatanya mempercepat datangnya efek penuaan.

Purvisha Patel, ahli dermatologi dan pendiri Visha Skincare, memmbocorkan beberapa kebiasaan malam hari yang justru mempercepat datangnya penuaan.

1. Tidur Tengkurap

Tidur tengkurap memang sangat nyaman. Tapi menurut Patel, kebiasaan ini akan membuat mata menjadi sembab karena adanya gravitasi yang menarik cairan dalam wajah mengalir ke bawah dan menumpuk di bagian mata.

Seiring berjalannya waktu, ini bisa membuat kulit wajah menjadi kendur dan kehilangan kolagen.

Patel menyarankan agar kita tidur dengan posisi terlentang untuk mengurangi efek gravitasi ini.

2. Malas Mencuci Wajah

Terutama bagi wanita, jangan sampai lupa menghapus riasan wajah sebelum tidur. Mencuci muka sebelum tidur sangat penting untuk menghilangkan kotoran, keringat, dan makeup yang menempel di wajah.

“Jika Kamu berolahraga dan berkeringat, atau memakai riasan, pori-pori akan tersumbat dan menyebakan timbulnya jerawat,” ucap Patel.

Apalagi bagi pemilik wajah berminyak, malas mencuci muka justru akan membuat wajahnya semakin berminyak.

Patel merekomendasikan penggunaan pembersih wajah yang benar-benar ampuh membersihkan pori-pori agar kulit segar, dan mampu melakukan proses regenerasi dengan baik saat malam hari.

3. Terlalu Banyak Memakai Produk Perawatan Kulit

Jangan asal mencoba dalam menggunakan produk perawatan kulit.

Iklan di televisi yang menampilkan wanita cantik untuk promosi produk skin care seringkali menipu. Sebab, tidak semua produk skin care cocok dengan jenis kulit kita.

“Produk yang mengandung retinol digunakan untuk mencegah keriput dan bila dicampur dengan produk benzoyl peroxide untuk melawan jerawat, dapat membuat kulit kering dan meningkatkan iritasi,” kata Patel.

Saat kulit kering dan teriritasi, kulit wajah akan memerah dan mengalami peradangan, hingga memunculkan garis-garis halus pada wajah.

Sebagai gantinya, tetaplah memakai produk yang cocok dengan jenis kulit kita.

4. Kurang Minum Air Putih

Proses hidrasi juga penting bagi kulit. Patel mengatakan, air adalah komponen penting bagi kulit dan struktur di bawahnya.

“Bila Kamu mengalami dehidrasi, kulit akan kehilangan daya elastisitasnya,” papar Patel.

Dehidrasi menyebabkan kulit kering tampak keriput dan menimbulkan cekungan di daerah mata.

Patel merekomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya enam gelas air putih setiap harinya.

Ariska Puspita Anggraini

7 Keuntungan Hidup Disiplin dan Teratur

Ada dua tipe orang di dunia ini: mereka yang suka mengerjakan segala sesuatunya suka-suka dan mepet deadline, dan mereka yang terbiasa beraktivitas mengikuti jadwal yang terinci. Yang manakah Anda?

Kalau Anda adalah tipe orang kedua yang biasa hidup teratur, tampaknya Anda harus berbangga hati. Tidak hanya kebiasaan baik ini memudahkan rutinitas sehari-hari, ternyata hidup rapi dan teratur juga membawa banyak manfaat kesehatan.

Memiliki kebiasaan hidup teratur dan lebih terorganisir adalah kunci untuk mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik dan kesejahteraan mental. Apa saja manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan jika terbiasa hidup lebih teratur dan rapi?

1. Mengurangi stres dan depresi

Menurut sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Personality and Social Psychology Bulletin, kebiasaan hidup yang lebih disiplin dapat membuat Anda menyelesaikan segala pekerjaan dengan lebih efektif. Pada akhirnya, hal ini akan mengangkat beban mental dari bayang-bayang deadline (dan segala macam urusan lainnya yang mengikuti).

Efek terbiasa hidup teratur bagi tubuh adalah pelepasan kadar hormon stres yang lebih terkendali, sehingga Anda lebih merasa santai dan bahagia. Sebaliknya, jika terbiasa hidup amburadul (misalnya suka membiarkan meja kerja atau kamar tidur berantakan) dan suka menunda-nunda pekerjaan, ini justru dapat membuat kadar kortisol dalam tubuh tetap tinggi.

Dalam jangka panjang, hormon kortisol yang terlalu tinggi dapat berdampak buruk pada suasana hati, pola tidur, dan juga kesehatan tubuh secara umum. Kadar kortisol yang terlalu tinggi telah dikaitkan dengan perkembangan penyakit jantung, tumpukan lemak perut, dan bahkan depresi.

Maka, sebisa mungkin buatlah jadwal tertulis kapan harus memulai dan menyelesaikan semua pekerjaan yang ada. Kalau memungkinkan, buatlah alarm pengingat di handphone atau kalender Anda.

2. Pola makan lebih baik

Terbiasa hidup disiplin membuat Anda memiliki pola makan yang lebih teratur. Masuk akal, sih, karena dengan mengetahui jadwal sehari-hari, Anda dapat memperkirakan kapan waktu yang paling ideal untuk sarapan, makan siang, dan makan malam, dan kemudian menyelipkannya di sela-sela rutinitas.

Memang, apa manfaatnya punya jadwal makan yang teratur? Makan teratur dapat menjauhkan diri dari risiko obesitas, tekanan darah tinggi, hingga diabetes. Makan tidak teratur justru mengganggu kerja jam biologis tubuh (ritme sirkadian) untuk mengatur nafsu makan dan kerja sistem pencernaan untuk mencerna dan menyerap makanan.

Terlebih, pola makan yang teratur juga menghindarkan dari kebiasaan makan berlebihan dan ngidam makanan manis akibat stres. Menurut sebuah penelitian dari Journal of Psychological Science, ketika disediakan dua pilihan snack antara buah apel dan cokelat, orang-orang yang bekerja di ruangan kerja yang rapi lebih refleks untuk mengambil apel. Sementara itu, orang-orang yang kerja di ruangan berantakan tanpa sadar langsung mengambil cokelat.

3. Lebih disiplin berolahraga

Orang-orang yang terbiasa hidup disiplin memiliki seperangkat rencana dan tujuan harian yang tidak muluk-muluk. Misalnya, mau melakukan apa saja hari ini dan bagaimana cara mencapainya. Tanpa disadari, kebiasaan ini juga memengaruhi kedisiplinan untuk berolahraga secara teratur.

Menurut Journal of Obesity seseorang yang memiliki tujuan dan rencana olahraga spesifik, serta selalu mencatat setiap pencapaiannya, akan cenderung lebih disiplin berolahraga dan mendaparkan hasil yang lebih optimal ketimbang orang yang pergi ke gym tanpa memiliki rencana dan tujuan yang jelas.

Dengan memiliki rencana dan program olahraga yang terinci, Anda akan lebih menyadari setiap kemajuan yang telah dicapai dan apa-apa saja yang kurang berhasil. Ini pada akhirnya akan membuat Anda lebih termotivasi untuk menggolkan rencana itu.

Setiap minggu, tulislah rencana olahraga, kemudian evaluasi apakah setiap hari sudah melakukan rencana tersebut atau belum.

4. Hubungan sosial yang lebih intim dan harmonis

Tanpa disadari, keuntungan menjadi orang yang lebih disiplin juga merambat ke dunia sosial Anda dengan orang sekitar. Terbiasa hidup teratur berarti sudah dapat memprioritaskan apa yang penting, sehingga pada akhirnya bisa menyediakan waktu luang untuk orang-orang tercinta.

Hubungan yang bahagia dengan teman, keluarga, dan pasangan adalah kunci untuk menangkal depresi dan berbagai penyakit. Sebaliknya, kehidupan ang tidak teratur dan tidak terorganisir dengan baik dapat mengacaukan semua itu.

Bagi pasangan, kekacauan di rumah dapat menciptakan ketegangan dan konflik yang tidak diduga. Contoh sederhana, waktu yang Anda habiskan untuk mencari barang yang hilang bisa mengurangi waktu bersama pasangan. Anda bahkan bisa berdebat dengan pasangan tentang letak barang tersebut dan siapa yang terakhir kali menggunakannya. Rumah yang berantakan juga dapat mencegah niat mengundang teman-teman untuk berkunjung.

5. Lebih produktif

Manfaat hidup teratur yang satu ini tentu tidak lagi diragukan. Kebiasaan hidup teratur bisa membantu lebih fokus untuk menyelesaikan satu per satu tugas tanpa takut dikebut deadline. Justru, hidup yang serabutan malah membuat Anda rentan bekerja multitasking yang bisa jadi senjata makan tuan bagi produktivitas.

Ketika lebih terorganisir di tempat kerja, Anda akan bekerja dengan lebih efisien dan lebih produktif. Ini berarti tidak ada lagi yang namanya bekerja lembur karena bisa pulang lebih cepat, sehingga punya waktu luang lebih banyak untuk rileks dan bersantai.

6. Berat badan ideal

Memiliki kebiasaan hidup teratur dan terorganisir akan membantu menjadi lebih sadar dan mengatur apa yang Anda makan. Terlebih, hidup teratur juga membuat lebih disiplin untuk berolahraga, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Menjalankan hidup sehat membutuhkan rencana atau persiapan. Ketika lebih terorganisir, Anda lebih mungkin untuk membuat rencana makan sehat, berbelanja bahan makanan sehat, atau hal lain yang berkaitan dengan rencana hidup sehat. Pada akhirnya, hal ini dapat membantu mencapai berat badan ideal impian.

7. Tidur lebih nyenyak

Memiliki kebiasaan hidup teratur berarti tahu benar kapan harus pergi tidur, seberapa lama  tidur, dan kapan harus bangun pagi. Pola tidur yang lebih bersih dan rapi dapat membuat Anda terlelap lebih nyenyak, serta terhindar dari berbagai risiko penyakit.

Hidup yang tidak teratur malah cenderung membuat Anda sering begadang untuk mengerjakan hal-hal yang tertunda sebelumnya, Kurang tidur tidak hanya dapat membahayakan kesehatan fisik, namun juga berdampak buruk pada kesehatan mental.

Jagalah agar kamar tidur tetap rapi. Orang-orang yang tidur di kamar yang rapi terbukti bisa tidur lebih nyenyak, menurut survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation.

Bagaimana? Siap untuk hidup teratur dan lebih disiplin?

Wisnubrata

9 Cara Sederhana untuk Menjaga Kesehatan

Riset dari Statistic Brain menemukan fakta bahwa menjadi sehat adalah satu dari 5 resolusi tahun baru paling populer yang dibuat setiap tahun.

Namun kenyataannya tidak semua orang berhasil mewujudkan resolusi tersebut. Selalu ada saja godaan yang menggagalkan terwujudnya resolusi ini.

Bahkan, para peneliti menemukan fakta bahwa banyak orang yang menghentikan langkah untuk mewujudkan resosuli pada minggu pertama usai datangnya tekad yang kuat.

Kesehatan memang mahal harganya. Namun, ada cara yang murah dan mudah untuk menjaga kesehatan ini. Inilah 9 hal sederhana yang bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan.

1. Menyikat Gigi dengan Baik

Tripti Meysman, pendiri Citytooth, sebuah praktik kedokteran gigi yang berbasis di Minneapolis, AS, mengatakan bahwa mulut yang sehat juga berdampak pada kesehatan paru.

“Bila ada bakteri di mulut, bakteri akan terhirup ke dalam sistem pernapasan Anda,” ucapnya.

Inilah yang meningkatkan peradangan di paru-paru dan trakea, serta meningkatkan kemungkinan tertular infeksi pernafasan seperti pneumonia.

Bersihkan mulut dari bakteri untuk menghindari penyakit pada gusi. pergilah ke dokter gigi setidaknya sekali setahun. Sikat gigi dengan rajin dan gunakan benang gigi untuk membersihkannya.

Anda harus menyikat gigi setidaknya dua kali sehari. Cara ini mampu hilangkan plak dan kotoran lain yang menempel pada gigi.

2. Berolahraga untuk Menghindari Sakit Punggung

Latihan angkat beban memang tidak disarankan bagi mereka yang mengalami sakit pada bagian punggung. Namun, William Morrison, seorang ahli bedah ortopedi di South Regional Medical Center di Mississippi, mengatakan bahwa tidak aktif berolahraga juga menimbulkan sakit punggung.

“Biasanya, orang disuruh tidur dan beristirahat semaksimal mungkin jika punggung mereka sakit. Tapi, sekarang kita tahu bahwa hal itu bisa memperburuk keadaan,” ucapnya.

Olahraga memperkuat otot inti, mengurangi tekanan dari punggung bawah, juga membangun otot punggung sehingga bisa menopang tulang belakang dengan lebih baik.

Anda juga bisa menemui dokter untuk meminta rekomendasinya. Namun, kebanyakan para dokter akan menyarankan hal yang sama.

“Jujur saja, jika saya bisa mengajak orang ke gym lebih sering, saya akan memiliki lebih sedikit pasien,” papar Dr Morrison.

3. Melatih Diri untuk Buang Air Besar Secara Rutin

Buang air besar secara rutin penting untuk mengatur fungsi usus, selain membantu untuk mengatasi sembelit. Mungkin Anda berpikir melatih diri untuk buang air secara rutin nampak seperti mengajari seekor kucing.

Namun Satish Rao seorang direktur The Digestive Health Center dari Augusta University mengatakan bahwa ini memang harus dilakukan terutama setelah bangun tidur.

“Usus besar harus dipancing untuk mengosongkan dirinya saat pertama kali bangun tidur. Tapi, Anda juga bisa melakukan ini sekitar satu jam usai sarapan,” ucapnya.

Dr Rao menyarankan sebuah trik bernama visualisasi untuk melancarkan pencernaan ini. Caranya, cukup membayangkan bahwa Anda memiliki perasaan lega dimana semua ‘kotoran’ tersebut telah terbuang setiap paginya.

Cara ini akan membuat otot sphincter rileks. Otot spinchter ini merupakan cincin otot yang mengelilingi dan berfungsi untuk menjaga atau menutup anus.

Dengan terus-menerus memvisualisasikan situasi itu, Anda bisa membuat otak memicu sinyal bahwa ada yang harus ‘dibuang’ sekarang. Kemudian Anda bisa pergi ke tolilet saat Anda merasakan dorongan itu.

4. Membaca Buku Lebih Banyak untuk Menurunkan Tekanan Darah

“Saat membaca buku, Anda memiliki lebih banyak keterlibatan kognitif dan efek tersebut akan terus mengalir,” papar Becca Levy, seorang profesor epidemiologi di Yale School of Public Health.

Lewat membaca buku, seseorang cenderung bisa menghilangkan stres dan mengurangi jumlah hormon stres kortisol. Menurunnya kortisol juga turut menurunkan tekanan darah.

Anda bisa mencoba membaca semua jenis buku. Walau begitu harus dicatat bahwa membaca majalah dan surat kabar tidak akan memiliki efek ini karena orang cenderung membacanya dalam waktu yang singkat.

“Membaca buku fiksi atau non fiksi yang dicetak dan lewat internet akan membuat otak Anda lebih rileks dan efektif,” papar Levy.

5. Biarkan Diri Anda Merasa Bosan untuk Mendapatkan Energi Kembali

Rutinitas kerja yang padat memang seringkali membuat kita merasa bosan. Tapi, Barbara Fredrickson, Ph.D., profesor psikologi dari University of North Carolina di AS, mengatakan bahwa rasa bosan hanyalah momen sementara yang dapat membantu menurunkan stres.

Dengan adanya rasa bosan ini, kita bisa mencoba untuk beristirahat sementara di tengah padatnya hari dan menyegarkan kembali energi kita.

Rasa bosan seringkali menjadi pertanda bahwa kita bukanlah orang yang multitasking. Multitasking berhubungan dengan peningkatan kortisol dan adrenalin yang dapat merangsang kerja otak secara berlebihan.

“Biasanya, kita selalu mengalahkan rasa bosan ini dengan segala cara. Tapi, jika kita coba berdamai dengan kebosanan tersebut dan melihatnya sebagai hal yang positif, ini akan memberi kita kesempatan untuk beristirahat,” papar Barbara Fredrickson.

6. Perbanyak Konsumsi Asam Amino atau Mineral

Menurut Filomena Trindade dari Institute for Fungsional Medicine, minum air memang penting. Namun, tidak semua orang dapat menghidrasi air dengan baik. Terkadang, air hanya melewati sistem tanpa masuk ke dalam sel.

“Jika Anda selalu buang air kecil dalam waktu 30 menit setelah minum, Anda mungkin tidak mendapatkan manfaat dari air itu,” ucapnya.

“Tambahkan beberapa asam amino atau asupan mineral untuk meningkatkan hidrasi Anda. Cobalah sejumput magnesium atau garam laut Himalaya,” sara Dr Filomena Trindade.

Ini sangat penting bagi Anda yang aktif berolahraga, sedang dalam masa penyembuhan, atau menghabiskan sebagian besar waktu di kantor dengan udara yang kering. Cara ini dapat meningkatkan kemampuan hidrasi Anda.

7. Gunakan Kaos Kaki agar Bisa Tidur Lebih Cepat

Daniel Amen seorang spesialis gangguan otak mengatakan bahwa mengenakan kaos kaki sebelum tidur akan mengatasi masalah insomnia.

“Sepasang sarung tangan tipis juga bisa membantu. Periset telah menemukan bahwa tangan dan kaki yang hangat merupakan cara terbaik untuk tidur cepat,” tambahnya.

Menurut National Sleep Foundation, penghangatan kaki atau tangan menyebabkan pelebaran pembuluh darah yang dapat menjadi sinyal bagi otak bahwa ini sudah saatnya tidur. Begitu pembuluh darah terbuka di tangan dan kaki Anda, redistribusi panas ke seluruh tubuh Anda akan disiapkan untuk tidur.

“Jika anda merasa panas saat mengenakan kaos kaki, cobalah untuk melepasnya tanpa membuka mata,” saran Dr Amen.

Dr Amen juga mengatakan bahwa sering melihat jam saat waktun tidur membuat kita merasa cemas yang akhirnya membuat kita tidak bisa tidur lelap.

8. Saat Merasa Stres, Letakkan Dua Tangan pada Jantung

Meletakkan kedua tangan Anda seperti melakukan ikrar kesetiaan ternyata mampu mengurangi stres.

Kristin Neff seorang profesor assosiasi pengembangan dan budaya manusia dari University of Texas mengatakan bahwa cara aneh ini ternyata dapat menenangkan diri.

“Ini akan memberi sinyal otak untuk mengurangi kecemasan,” ucapnya.

Bahkan, menurut Krsitin Neff, saat kita tidak mempercayai cara ini tubuh tetap akan meresponnya. Gerakan khusus ini memang diprogram untuk menenangkan diri.

“Letakkan tangan Anda di sana dalam beberapa menit, atau sampai Anda merasa lebih tenang dan ambil napas dalam untuk meningkatkan efeknya,” papar Kristin Neff.

9. Berjemur di Bawah Matahari dalam Waktu 10-20 Menit Tanpa Sunscreen

Tabir surya memang berguna untuk menurunkan risiko kanker kulit. Namun, ada saatnya kita harus berada di bawah matahari tanpa produk satu ini.

“Anda akan mendapatkan tulang yang lebih kuat, tekanan darah rendah, dan bahkan tidur lebih nyenyak jika Anda mendapatkan paparan sinar matahari,” ucap Michael Holick, direktur Pusat Penelitian Helioterapi, Cahaya, dan Kulit dari Boston University Medical Center.

“Ada proses biologis menguntungkan yang terjadi dengan sinar matahari yang tidak akan Anda dapatkan dengan mengonsumsi suplemen vitamin D,” tambahnya.

Michael Holick juga menyarankan agar sebaiknya kita mendapatkan sinar matahari pada bagian bahu, lengan, atau kaki Anda dan bukan punggung atau wajah.

Punggung dan wajah yang kerap terkena paparan sinar matahair sangat rentan terhadap risiko kanker, kerutan, dan risiko penyakit kulit lainnya.

Jadi, jangan takut untuk terkena paparan sinar matahari di pagi atau sore hari. Setelah itu, Anda bisa menggunakan kembali tabir surya Anda.

Ariska Puspita Anggraini

Terlalu Lama “Menjomblo” Memperpendek Umur

Tidak semua orang yang melajang merasa hidupnya tidak bahagia atau kesepian. Namun, mereka yang masih jomblo dan mengalami kesepian ternyata berumur lebih pendek. Para ahli menyebut bahwa kesepian lebih mematikan daripada obesitas dan harus dianggap sebagai risiko kesehatan masyarakat.

Sebuah tinjauan penelitian tentang kesepian menemukan bahwa mereka yang memiliki hubungan sosial yang buruk berisiko mengalami kematian dini lebih tinggi 50 persen dibandingkan mereka yang memiliki hubungan sosial yang baik.

Terhubung dengan orang lain secara sosial dianggap sebagai kebutuhan manusia yang mendasar. “Ini penting bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidup,” kata profesor psikologi dan penulis utama penelitian, Dr.Julianne Holt-Lunstad.

Dia memberikan contoh ekstrem pada bayi dalam perawatan kustodi yang tidak memiliki kontak manusia sering gagal berkembang dan meninggal.

“Isolasi sosial atau kurungan isolasi telah digunakan sebagai bentuk hukuman,” tambahnya.

Merasa kesepian dianggap membuat orang merasa lebih buruk secara mental dan fisik. Mereka yang kesepian juga cenderung mengalami gejala yang lebih parah ketika sakit.

Peneliti dari Amerika Serikat mengamati 218 studi tentang efek kesehatan dari kesepian dan isolasi sosial. Ternyata, isolasi sosial meningkatkan risiko kematian seseorang hingga 50 persen, sementara risiko kematian karena obesitas hanya 30 persen.
Saat ini di negara-negara maju memang banyak orang yang merasa kesepian dan tidak punya seseorang yang bisa diajak berbicara tentang perasaan mereka. Orang berusia di atas 50 tahun di Inggris, menurut survei, yang paling sering mengalami kesepian.

Pada dasarnya setiap orang pernah mengalami kesepian, bahkan pada orang yang memiliki banyak teman. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengusir kesepian, misalnya saja bergabung dengan komunitas hobi, memperbarui ikatan persahabatan atau persaudaraan yang mulai longgar, atau pun terlibat dalam aktivitas sosial sebagai relawan.

Cara Menyenangkan untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Kekebalan tubuh yang baik merupakan kunci untuk hidup sehat. Bukan saja kita akan terlindungi dari sakit flu yang menyebalkan, bahkan penyakit kanker pun bisa dihindari jika sistem imun tubuh kita kuat.

Kekebalan tubuh bisa ditingkatkan dengan tidur cukup, pola makan bergizi seimbang, dan olahraga teratur. Tapi, jangan berhenti sampai di situ. Ada beberapa cara tak terduga yang ternyata juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun.

1. Jalan di Hutan

Para ilmuwan di Jepang kini mulai meresepkan “terapi hutan” untuk membantu banyak orang merasa rileks dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini didasari oleh penelitian terhadap seorang pria yang menghabiskan 6 hari hiking di hutan ternyata memiliki “sel pembunuh alami” dalam level tinggi. Sel pembunuh alami itu berarti ia akan lebih kuat melawan penyakit, termasuk kanker.

Efek menyehatkan dari berjalan-jalan di hutan itu ternyata bertahan sampai 30 menit. Sebenarnya tak melulu harus di hutan, berjalan kaki di taman yang penuh pepohonan juga sama efektifnya. Pada dasarnya, kembali ke alam merupakan pereda stres yang efektif dan bisa memperluat sel-sel imun.

2. Menabuh Drum

Walau sulit untuk mengetahui berapa lama efeknya, tapi penelitian wellness di Amerika Serikat menemukan sekelompok pemain drum memiliki sistem imun lebih tinggi.

3. Minuman Fermentasi

Mengonsumsi kefir, minuman hasil fermentasi biji-bijian utuh, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika Anda lebih menyukai yogurt, sebenarnya tak masalah. Minuman probiotik diketahui menyehatkan saluran cerna dan memperbaiki kekebalan tubuh.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Kesepian?

Kita pasti pernah merasa kesepian. Misalnya ketika pulang ke rumah pada Jumat malam tanpa punya rencana untuk akhir pekan. Atau ketika duduk di cafe bersama sekelompok teman tapi tetap merasa kesepian.

Kesepian sebenarnya hal yang lumrah dirasakan manusia. Seorang terapis dari Kanada Julia Kristina mendefinisikan kesepian sebagai perasaan dalam tidak terhubungan dengan siapa pun yang kita anggap penting dan istimewa.

“Ini seperti perasaan aneh, hampa, dan hancur yang tidak kita mengerti,” katanya seperti dikutip dari situs pyschcentral.com.

Perasaan kesepian bisa dengan cepat hilang, tapi bisa juga sering muncul. Beberapa klien Kristina mengatakan perasaan kesepian mereka rasakan ketika seolah sendirian dan merasa tak ada orang lain yang merasakan pergulatan serupa.

Kesepian bisa dialami siapa saja, tetapi kebanyakan orang tidak mau mengungkapkannya. “Kita takut terbuka karena mungkin pernah ditolak sebelumnya. Kita mungkin memilih memakai topeng karena takut menjadi diri sendiri tidak cukup baik,” katanya.

Itu sebabnya ketika sedang kesepian, kita akan lebih menutup diri dan rasa sendiri semakin berat.

Terapis Jennifer L.Silvershein merekomendasikan agar orang yang kesepian membuat aktivitas yang bisa membangkitkan kembali hubungan dengan orang lain.

“Aktivitas itu sesederhana membuat kontak mata dengan orang lain di kendaraan umum, menulis surat untuk orang tercinta, meditasi, atau bermain dengan hewan peliharaan,”kata Silvershein.

Ia menambahkan, terlibat dalam kegiatan sukarelawan juga bisa membuat kita merasa lebih bahagia. “Membantu orang lain akan membuat kita membantu diri sendiri,” ujarnya.

Silvershein juga selalu mengingatkan kliennya untuk merasa seperti bateri. “Pikirkan apa yang membuat baterai terisi ulang lagi. Ini bisa kegiatan bersama teman, membaca, ikut kelas hobi. Sementara ketahui apa yang membuat isi baterai habis, misalnya menelepon mantan, atau menunda tugas,” katanya.

Kita juga perlu mengingatkan diri sendiri bahwa perasaan kesepian bukanlah fakta. Rasa kesepian bukanlah tanda Anda tidak dicintai atau pecundang.

“Otak kita mungkin mengatakan hal-hal semacam itu. Tetapi kesepian tidak bisa diartikan sebagai kemampuan dicintai,’ katanya.

Kesepian memang tidak menyenangkan, tetapi ini juga bisa menjadi tanda yang berharga. Perasaan ini adalah pertanda Anda merasa tidak terhubung dengan orang lain atau diri sendiri.

Hal tersebut bisa jadi kesempatan untuk keluar, membangun ikatan yang otentik dengan orang lain secara nyata bukan hanya di media sosial. Buang rasa terasing atau tak berarti, dengarkan sinyal yang diberikan tubuh dan ambilah sebagai kesempatan baru.

Rahasia Hidup Bahagia

Anda mungkin tidak menyadari bahwa kepuasan hidup kita ternyata sangat dipengaruhi oleh kehidupan sosial dan diikuti dengan banyaknya rekening tabungan.

Menurut penelitian Harvard Study of Adult Development yang dilakukan selama 75 tahun, faktor terpenting dalam kebahagiaan sejati adalah hubungan kita dengan keluarga, pasangan, dan teman.

“Pesan penting yang kami dapat dari penelitian selama 75 tahun ini sangat jelas, hubungan yang baik membuat kita sehat dan bahagia,” kata direktur penelitian Dr.Robert Waldinger, profesor psikiatri di Universitas Harvard.

Dalam TED Talk tahun 2016, Waldinger menekankan bahwa menjaga ikatan yang kuat dengan orang lain akan melindungi kita dari penyakit mental, penyakit kronik, dan juga penurunan memori otak.

“Stres kronik karena kesepian, tidak bahagia, akan dirasakan tubuh dan berakumulasi,” ujarnya.

Meski begitu, rahasia hidup sejahtera tidak selalu bergantung pada hubungan kita dengan orang lain. Faktanya, kita juga bisa merasa kesepian di tengah banyak orang atau saat bersama kekasih hati jika kita tidak memiliki koneksi emosional.

“Bukan jumlah teman yang kita miliki, tetapi kualitas dan kedalaman hubungan yang penting,” kata Waldinger.

Memberikan pada orang lain perhatian yang penuh adalah hal istimewa yang bisa kita tawarkan. Ini berarti saat bersama orang-orang tercinta, jangan biarkan perhatian terpecah oleh gadget. Hadirlah secara utuh dan berinteraksi langsung.

Penelitian yang dilakukan Waldinger dan timnya ini dilakukan dengan mengikuti 724 pria selama tiga perempat dekade untuk mengidentifikasi faktor-faktor kebahagiaan dan kesejahteraan.

Tim peneliti mengumpulkan contoh darah, melakukan pemindaian otak, dan menganalisa hasil survei yang diisi para responden itu, termasuk juga wawancara langsung. Singkat kata, penelitian ini sangat komperhensif.

Kiat Bugar dan Sehat untuk “Si Gila Kerja”

Mungkin Anda merasa jam kerja yang panjang dan setiap hari duduk di belakang meja berarti tak ada pilihan untuk membuat hidup lebih sehat. Padahal, walau Anda “terjebak” di belakang meja setiap hari, selalu ada cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebugaran.

Berikut adalah beberapa kiat untuk menjaga kesehatan, bahkan jika Anda termasuk orang yang gila kerja.

Gunakan Sepatu Nyaman

Apakah Anda menghindari naik dua lantai dengan tangga atau pun jalan kaki menuju kantin di gedung sebelah hanya karena sepatu yang dipakai membuat sakit?

Jika iya, ganti sepatu Anda dengan yang lebih nyaman. Lagi pula, saat ini sneaker menjadi andalan baru untuk tampil lebih trendi ke kantor. Dengan demikian Anda pun terbebas dari rasa pegal dan nyeri kaki, serta bisa lebih semangat untuk bergerak aktif.

Bawa Bekal Makanan

Membawa makan siang atau menu sarapan sendiri berarti Anda tidak harus terus-menerus mengandalkan menu di warung sekitar kantor yang kurang terjamin kebersihannya. Anda juga bisa berkreasi dengan menu-menu sehat dan biasanya lebih mudah cara pengolahannya. Ketimbang meminta “OB” membelikan gorengan untuk camilan sore, mengapa Anda tak mengisi wadah makanan dari rumah dengan buah-buahan atau kacang-kacangan.

Lusia Kus Anna