Feel Good

6 Hal Ini Bisa Bikin Anda tidak Disukai

Hal sepele bisa membuat seseorang tak disukai atau buruk citranya dalam pergaulan. Jika tak mau itu terjadi, hindari melakukan tujuh kebiasaan berikut, seperti dilansir Indetendent.co.uk.

Keseringan Unggah Foto

Studi ilmiah mengungkap, rata-rata orang tak terlalu respek pada pengguna media sosial yang mengunggah foto pribadi dengan jumlah berlebihan. Walaupun berbagi adalah hal positif, jangan sampai sesuatu yang Anda unggah melukai perasaan orang lain atau terkesan pamer.

Membahas hal yang Terlalu Pribadi

Sahabat memang tempatnya curhat, tapi jangan gemar mengumbar hal yang terlalu personal di awal hubungan pertemanan. Studi yang dilakukan Susan Sprecher dari Illinois State University menyarankan untuk berbagi hal sederhana terlebih dahulu seperti hobi atau kenangan masa kecil.

Tidak Terbuka

Tak ada gunanya menyembunyikan emosi atau tidak mengutarakan pendapat yang sebenarnya dalam percakapan. Ini malah bisa jadi pencetus yang membuat Anda dianggap pribadi ‘palsu’ yang tidak bersikap natural.

Selalu Bilang Ya

Anda mungkin berpikir bisa memenangkan hati banyak orang dengan selalu berbuat baik tanpa pernah berkata tidak. Faktanya, studi oleh Washington State University pada 2010 menunjukkan, mereka yang bersikap begitu dianggap tidak punya pendirian atau menyimpan motif khusus.

Terlalu Merendah

Rendah hati adalah hal yang baik, tapi terlalu merendah dengan menjelekkan diri sendiri justru tak dianjurkan. Sebab, mereka yang melakukan self-criticism berlebihan terkesan tidak menghargai diri sendiri dan terlalu fokus pada kelemahan.

Grogi dan Berkeringat

Studi oleh Monell Chemical Senses Center pada 2013 menunjukkan bahwa setiap orang suka menilai mana pribadi yang kompeten, percaya diri, dan terpercaya dari bau keringat. Orang yang tercium mengeluarkan ‘keringat grogi’ cenderung dicap kurang positif, jadi ada baiknya Anda selalu menggunakan deodoran saat berjumpa orang lain.

Shelbi Asrianti

Dampak Buruk Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental

Meningkatnya penggunaan media sosial (medsos) membuat masyarakat dapat lebih terhubung satu sama lain. Namun medsos rupanya punya efek buruk terhadap kesehatan mental penggunanya.

Di balik keuntungan yang ditawarkan, aktivitas medsos yang terlampau sering membuat penggunanya justru tidak bahagia dan terisolasi. Dilansir dari Independent, inilah enam dampak buruk medsos terhadap kesehatan mental:

1. Penghargaan Diri

Sebagian pengguna medsos senang mengumbar isi hati atau memposting foto-foto kesehariannya. Sedangkan sebagian pengguna lain memilih untuk tidak mempublikasikan di medsos.

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain di medsos lewat foto-foto indah Instagram mereka atau mengecek status asmaranya di Facebook membuat kita jadi kurang menghargai diri sendiri.

Studi yang dilakukan University of Copenhagen menemukan banyak orang terkena dampak ‘kecemburuan Facebook’. Dengan melihat kehidupan orang lain di Facebook, mereka merasa kurang puas dengan pencapaian hidupnya.

“Ketika kita membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain di medsos sama artinya dengan menetapkan standar kebahagiaan di atas kemampuan kontrol kita,” kata Tim Bono, penulis When Likes Aren’t Enough kepada Healtista.

2. Hubungan Antarmanusia

Sebagai manusia, berkomunikasi dan terhubung dengan manusia lain adalah hal yang penting. Akan tetapi, interaksi bisa berubah menjadi sulit ketika mata tak bisa berhenti menatap layar gawai. Kita lebih sibuk berhubungan dengan teman di dunia maya daripada teman di dunia nyata.

Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology meneliti kondisi 5.208 responden yang secara reguler menggunakan Facebook. Hasilnya diketahui makin sering bermain medsos maka semakin buruk efeknya terhadap kesehatan mental.

3. Kemampuan Mengingat

Medsos sangat menbantu penggunanya mendokumentasikan foto-foto kegiatan yang terjadi di masa lalu. Namun, hal tersebut dapat memengaruhi pengguna mengingat momen-momen dalam hidupnya.

Banyak orang menyesal karena menghabiskan terlalu banyak waktu mengedit foto-foto selama liburan di medsos. Padahal melihat langsung pemandangan dengan mata kita sendiri adalah pengalaman yang tak ternilai harganya.

“Jika perhatian kita habya tersedot untuk mencari cara agar foto yang diposting di medsos nampak menarik, maka kita telah menyia-nyiakan kesempatan menikmati pengalaman secara langsung,” jelas Bono.

Meningkatnya penggunaan media sosial (medsos) membuat masyarakat dapat lebih terhubung satu sama lain. Namun medsos rupanya punya efek buruk terhadap kesehatan mental penggunanya.

Di balik keuntungan yang ditawarkan, aktivitas medsos yang terlampau sering membuat penggunanya justru tidak bahagia dan terisolasi. Dilansir dari Independent, inilah enam dampak buruk medsos terhadap kesehatan mental:

4. Gangguan Tidur

Punya waktu tidur yang cukup merupakan hal penting bagi setiap orang. Namun terlalu banyak menggunakan ponsel dapat membuat waktu tidur jadi terganggu. “Bangun tidur dengan kecemasan yang kita lihat di medsos membuat otak terus menerus bekerja dan mengganggu kualitas tidur,” jelas Tim Bono, penulis When Likes Aren’t Enough.

Selain itu, cahaya yang dipancarkan ponsel bisa menekan hormon melatonin dan membuat kita lelah. Menurut Bono, sebaiknya jangan gunakan ponsel 40 menit menjelang waktu tidur. Dengan demikian kita dapat menikmati waktu tidur yang lebih berkualitas.

5. Memecah Perhatian

Berlebihan menggunakan medsos tidak hanya memengaruhi kinerja otak dalam menghadapi kecemasan. Aktivitas ini juga membuat konsentrasi terpecah.

Medsos memang menyediakan segudang informasi namun menjadikan penggunanya sulit fokus. “Medsos menyajikan banyak hiburan dan informasi yang dengan mudah diakses,” kata Bono. Namun jika kita tidak bisa berhenti mengecek ponsel setiap beberapa menit, hal itu akan memengaruhi konsentrasi dan ketekunan kita dalam bekerja.

6. Kesehatan Mental

Medsos tidak saja terbukti menurunkan kebahagiaan tetapi juga memicu penggunanya mengalami gangguan mental. Kecemasan dan depresi adalah contoh gangguan yang dialami bila kita tidak bisa mengontrol penggunaan medsos.

Pada Maret silam dilaporkan sepertiga generasi Z dari 1000 responden memutuskan untuk berhenti bermain medsos agar punya kehidupan yang lebih tenang. Sebanyak 41 persen di antaranya merasa tertekan karena melihat postingan kehidupan orang lain di linimasa medsosnya.

ANTARA

Lakukan 7 Kebiasaan Baik Ini Sebelum Tidur

Rutinitas apa yang biasanya kamu lakukan sebelum tidur? Bermain gadget? Membaca buku? Atau makan? Tahukah kamu, kegiatan-kegiatan yang kamu lakukan sebelum tidur bisa memengaruhi kualitas tidur dan berdampak bagi kebugaran tubuh keesokan paginya. Nah, agar kamu bisa bangun dengan tubuh yang sehat, segar, dan bersemangat, yuk coba lakukan beberapa kebiasaan baik berikut, yaitu:

 Mandi

Buat kamu yang sering mengalami insomnia atau susah tidur, coba deh mandi dengan air hangat sebelum tidur. Menurut para ilmuwan, suhu tubuh ternyata sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur. Mandi air hangat memiliki efek powering down yang membuat otot-otot di seluruh tubuh jadi rileks dan membuat kamu merasa tenang dan nyaman. Jadi, kamu pun bisa lebih mudah tertidur.

Matikan Gadget

Kebanyakan orang “zaman now” tidak bisa berhenti bermain gadget, bahkan ketika sudah waktunya untuk tidur. Padahal, cahaya yang terpancar dari gadget bisa mengurangi jumlah melatonin yaitu hormon dalam tubuh yang berfungsi untuk membuat kamu mudah tertidur. Bermain gadget juga bisa menyebabkan kecanduan yang justru bikin kamu malah semakin sulit untuk tidur. Jadi, sebaiknya matikan gadget minimal satu jam sebelum waktu tidur, supaya  kamu dapat mudah tertidur nyenyak dan terhindar dari insomnia.

Menulis

Buat kamu yang senang menulis, nah, kegiatan ini bisa jadi solusi jika kamu sedang enggak bisa tidur. Penelitian menunjukkan bahwa menulis sesuatu yang menjadi beban pikiran bisa bantu mengeluarkan dan membersihkan pikiran. Jadi, kamu bisa lebih mudah tertidur.  Selain itu, menulis jurnal juga dapat meningkatkan kemampuan otak. Bahkan kegiatan ini direkomendasikan oleh para ahli sebagai salah satu cara untuk membantu kamu tertidur.

Membaca Buku

Daripada bermain gadget, membaca buku adalah salah satu alternatif kegiatan yang baik sebelum beristirahat. Membaca buku dapat membantu pikiran rileks sehingga membuat memunculkan rasa kantuk dengan sendirinya.

Gunakan Baju yang Nyaman

Pakaian yang kamu kenakan ternyata berpengaruh terhadap kualitas tidur, lho. Menggunakan pakaian tidur yang longgar, bersih dan lembut membuat tidur jadi lebih pulas dan nyenyak. Buat para wanita, kamu juga disarankan untuk tidur tanpa bra agar peredaran darah menjadi lebih lancar.

Meditasi

Jika hari-hari kamu melelahkan dan bikin pikiran jadi stres, cobalah lakukan meditasi sebelum tidur. Kamu bisa memasang aromaterapi yang wanginya menenangkan, meredupkan lampu kamar, dan pejamkan mata selama beberapa saat agar pikiran menjadi lebih rileks. Meditasi bukan hanya bermanfaat untuk menghilangkan stress dan sakit kepala, tapi juga efektif membantu kamu untuk bisa tidur dengan nyenyak.

Minum Air Putih

Kita semua tahu bahwa air putih punya banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah menjaga kelembapan kulit saat kita tertidur. Minumlah minimal satu gelas air bersuhu normal (bukan air dingin) beberapa jam sebelum tidur, agar tubuh tetap terhidrasi.

Nah, sudah tahu kan kegiatan apa saja yang baik dilakukan sebelum tidur? Yuk,  mulailah lakukan 7 kegiatan tersebut setiap hari sebelum tidur untuk waktu istirahat yang lebih berkualitas. Punya masalah kesehatan yang mengganggu? Coba bicarakan saja dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter dan sampaikan semua keluhanmu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Jadi, tunggu apa lagi?

Halodoc.com

4 Sinyal Tak Biasa dari Tubuh Ketika Kamu Sedang Stres

Stres bisa datang dari mana saja. Masalah pekerjaan hingga rumah tangga, atau bahkan sekadar macet di perjalanan saja sudah bisa bikin seseorang stres.

Sayangnya, tak sedikit dari kita yang menyepelekan stres. Padahal, tubuh akan mengirimkan sinyal ketika kita stres agar bisa beristirahat dan rileks sejenak.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 4 sinyal dari tubuh yang menandakan kamu stres dan butuh istirahat:

1. Sakit Perut

Pelepasan hormon kortisol saat stres sangat memengaruhi saluran cerna. Sakit perut, mual, hingga masalah lambung rentan menyerang ketika kamu sedang stres.

2. Sulit Mendengar

Selain perut, hormon stres juga memengaruhi penerimaan gelombang suara pada koklea di telinga. Saat stres, kamu bisa saja sulit mendegar dan mengalami gangguan pendengaran.

3. Lemot

Stres juga memengaruhi fungsi otak lho. Orang yang stres akan sulit berkonstrasi, sulit mengingat, lemot, dan cenderung mengambil keputusan yang buruk.

4. Gatal-gatal

Stres menyebabkan fungsi saraf lebih peka. Hal ini menyebabkan kamu lebih mudah merasa gatal dan geli jika sedang stres.
Muhamad Reza Sulaiman

Demi Kesehatan Mental, Ini 4 Tips untuk Tidak Overthinking

Pernahkah kamu khawatir dengan apa yang kamu pikirkan? Membayangkan sesuatu yang sebenarnya belum terjadi, memutar kembali apa yang membuatmu sedih dan memprediksi hal-hal negatif atas apa yang kamu pikirkan?

Ya, kebanyakan mikir alias overthinking merupakan kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan hal-hal yang belum tentu bermanfaat. Ini berbeda dengan sifat pemikir, sifat pemikir cenderung memikirkan hal-hal yang memang perlu dipikirkan.

Terlalu banyak memikirkan hal-hal seperti itu sebenarnya berdampak yang buruk bagi kesehatan mental. Untuk itu ikuti tips berikut untuk mengatasi overthinking, seperti dikutip dari Times of India:

1. Olah Raga

Ketimbang memikirkan sesuatu yang belum pasti, lebih baik pindahkan pikiranmu ke tubuh untuk melakukan latihan fisik. Seperti misalnya, berlari, yoga, berenang, dan zumba. Lakukan segala bentuk latihan yang Anda nikmati.

Itu akan bermanfaat pada dua hal. Pertama, membantu Anda keluar dari pikiran negatif Anda, dan kedua, itu akan menyeimbangkan hormon Anda. Berolahraga menurunkan hormon stres, dan melepaskan hormon bahagia, serta meningkatkan suasana hati Anda secara instan.

2. Tarik Napas Dalam-dalam

Menarik napas dalam-dalam bisa membantu tubuh menjadi relaks dan meremajakan pikiran Anda. Seiring berjalannya waktu, dan dengan latihan yang teratur, pernapasan dalam yang terfokus meningkatkan konsentrasi dan pikiran secara keseluruhan.

3. Dance

Tak sedikit dari kita yang menjalani hidup terlalu serius. Padahal, segala sesuatunya tidak separah seperti apa yang Anda pikirkan. Oleh karena itu, belajarlah untuk menganggap enteng pada sesuatu dan nikmati prosesnya. Hal ini bisa dilakukan, salah satunya dengan dance atau berjoget.

4. Pikirkan Sekarang

Pikiran ini terkadang terlalu aktif memikirkan tentang masa lalu atau masa depan. Lebih baik, pikirkan dulu yang sekarang, agar Anda dapat melepaskan apa yang tidak dapat Anda kendalikan.

Ini tidak berarti bahwa Anda langsung menjadi tidak menyadari apa yang telah terjadi atau apa yang akan terjadi. Ini lebih merupakan kesadaran bahwa masa lalu tidak dapat berubah dan masa depan belum terjadi.

Suherni Sulaeman

Lima Kebiasaan yang Berefek Buruk Bagi Otak

Otak merupakan salah satu organ di tubuh manusia yang dapat mengontrol sebagian besar aktivitas tubuh, termasuk pikiran, ingatan, dan ucapan. Selain itu, otak juga mengendalikan fungsi banyak organ di dalam tubuh. Artinya, otak bertanggung jawab untuk hampir setiap fungsi di dalam tubuh.

Menjaga otak tetap sehat sama pentingnya dengan menjaga organ lainnya. Maka, jika otak mengalami kerusakan hal ini dapat mempengaruhi pikiran, ingatan, sensasi, bahkan kepribadian seseorang.

Ketika seseorang menjadi tua, semua sistem tubuh secara bertahap menurun, termasuk otak. Dan ketika otak berubah seiring bertambahnya usia, fungi mental juga ikut berubah seiringan dengan hal itu.

Untuk itu, membuat pilihan gaya hidup yang lebih sehat menjadi semakin penting seiring dengan bertambahnya usia agar membantu menjaga pikiran dan tubuh tetap sehat. Meski, sering kali tanpa disadari seseorang masih melakukan beberapa hal yang dapat berefek buruk pada kesehatan otak.

Oleh karena itu, dengan menghindari lima kebiasaan ini, dapat membantu mengurangi risiko pada otak dalam jangka panjang dan menjaga otak tetap sehat, serta berfungsi dengan baik.

1. Konsumsi Gula Tinggi

Mengonsumi gula secara berlebihan, bukan hanya dapat meningkatkan berat badan dan kesehatan tubuh. Tetapi, juga dapat memiliki efek negatif pada kesehatan otak, terkait kekurangan memori dan kognitf.

2. Melewati Sarapan

Sebuah penelitian menunjukan bahwa melewatkan sarapan dapat mencegah otak mendapatkan nutrisi yang cukup dan berakibat negatif pada fungsi kognitif. Hal ini juga dapat mengakibatkan otak membuat pilihan makanan yang buruk di kemudian hari.

3. Penggunaan Ponsel yang Berlebihan

Sebuah studi yang dilakukan All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) menemukan peningkatan risiko tumor otak pada paparan jangka panjang terhadap radiasi ponsel. Selain itu, para peneliti juga menghubungkan penggunaan ponsel yang tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur dan gejala depresi pada pria.

4. Kurang Tidur

Kurang tidur memiliki efek buruk pada otak. Sebuah penelitian yang dilakukan WHO menemukan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan mengakibatkan kehilangan ingatan sejak dini atau penyakit Alzheimer. Hal ini terjadi karena tidur memungkinkan otak untuk membersihkan diri dari racun yang mungkin terbentuk selama tubuh terjaga.

Namun, proses ini tidak terjadi ketika seseorang kurang tidur sehingga menyebabkan kerusakan pada otak. Oleh karena itu, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga otak tetap sehat.

5. Makan Berlebihan

Makan berlebihan tidak hanya mengakibatkan kegemukan, tetapi juga dapat mengurangi fungsi otak. Sebuah studi yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Academy of Neurology menyarankan bahwa asupan kalori yang tinggi dari waktu ke waktu sebenarnya dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kehilangan memori atau gangguan kognitif ringan di kemudian hari menurut laporan di Harvard Health seperti dikutip di laman Time Now News.

Yudha Manggala P Putra

Manfaatkan Media Sosial untuk Kembangkan Karier

Membuka media sosial sering menjadi pengalih perhatian saat kita merasa lelah dan jenuh menghadapi tumpukan pekerjaan. Lebih dari itu, sebenarnya kita bisa memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan karier.

Caranya juga bukan cuma menyebarkan resume lewat LinkedIn atau menemukan komunitas hobi supaya lebih akrab dengan si bos.

Memastikan profil kita terlihat profesional adalah langkah pertama yang bisa kita lakukan. Menurut direktur senior pengembangan dan marketing Hootsuit untuk Asia Pasifik, Roger Graham, membangun “brand profesional” diri bisa dicapai dengan melakukan langkah-langkah berikut.

1. Kepemimpinan

Pertama-tama, identifikasi posisi yang ingin dicapai untuk karier profesional dan mulailah membuat konten untuk menampilkannya.

“Ini bisa berarti menunjukkan keahlian spesifik kita atau arah yang diinginkan untuk karier,” jelas Graham.

Dia menyarankan agar kita sering mengikuti acara yang melibatkan para pemimpin industri dan pembuat opini tentang topik yang “panas” seputar industri yang kita geluti.

Cara ini akan memperluas pengetahuan dan menjadikan kita selangkah lebih maju.

2. Kurasi Konten

Permudah pengikut media sosial kita dengan membuat daftar konten. Idealnya, kita berbagi postingan secara rutin agar orang memperhatikan. Tapi, jangan terlalu sering agar tidak membanjiri “feed” media sosial teman kita.

“Ini bisa dilakukan dengan membuat artikel berita yang menarik, komentar singkat tentang berita atau menulis opini tentang sebuah hal,” kata Graham.

3. Perluas Jangkauan

Bagikan karya kita di berbagai platform media sosial. Cara ini akan memperluas jaringan yang berbeda, orang-orang baru, dan kesempatan yang lebih luas.

“Jika konten kita seiring dengan perusahaan tempat bekerja, ini memungkinkan untuk membaginya dengan pihak perusahaan, jadi tetap perluas jangkauan,” papar Graham.

4. Bersosialisasi

Kita tak boleh melupakan bahwa fungsi media sosial adalah untuk saling bersosialisasi. Jadi, manfaatkan ini dengan baik.
“Jangan sungkan untuk terlibat dengan konten orang lain, menyebarkan pemikiran teman, dan tanggapi orang-orang yang terlibat dalam jaringan pertemanan kita,” papar Graham.

Menurutnya, ini adalah langkah penting dalam membangun jaringan yang lebih luas.

Ariska Puspita Anggraini

Kebiasaan Begadang Bisa Memperpendek Umur

Banyak orang yang menganggap begadang sebagai suatu hal yang wajar, atau bahkan harus dilakukan. Entah karena lembur untuk menyelesaikan proyek kantor, nonton pertandingan bola, atau belajar dengan sistem kebut semalam menjelang ujian di sekolah.

Namun, kita perlu lebih hati-hati terhadap berbagai efek begadang pada kesehatan tubuh di kemudian hari. Pasalnya tidur yang cukup adalah salah satu kunci kesehatan.

Tidur termasuk sebagai aktivitas yang punya segudang manfaat. Saat tidur, otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu proses metabolisme dalam tubuh.

Mulai dari mengembalikan nafsu makan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan daya ingat, memperbaiki mood, meningkatkan kebugaran, hingga meningkatkan energi dan fokus untuk beraktivitas keesokan harinya.

Tidur cukup bahkan dapat membantu kita mengelola stres dan gejala gangguan kejiwaan, seperti gangguan kecemasan dan depresi.
Lama waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa dan lansia adalah sekitar tujuh sampai delapan jam. Sementara itu, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih lama (sekitar 8-12 jam, tergantung usianya).

Memperpendek Usia

Efek begadang pada kesehatan tubuh sudah dibuktikan oleh banyak studi ilmiah. Kebiasaan begadang dilaporkan dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan serius, mulai dari hipertensi, diabetes, penyakit jantung, obesitas, sleep apnea, hingga kematian dini.

Hal ini dibuktikan oleh periset asal Inggris dan Italia yang menganalisis kebiasaan tidur dari 1,3 juta orang, yang dikumpulkan dari 16 studi terpisah.

Temuannya menunjukkan bahwa orang yang setiap malam tidur kurang dari enam jam cenderung berisiko mengalami kematian dini sebesar 12 persen.

Mereka juga menemukan bahwa orang yang mengurangi waktu tidur dari tujuh jam menjadi lima jam atau kurang memiliki 1,7 kali risiko kematian lebih cepat. Apa penyebabnya?

Sejumlah penelitian menemukan bahwa tidur malam kurang dari 5 jam sapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah.

Terlebih lagi, kurang tidur juga dapat memicu terjadinya kekurangan magnesium yag dapat menyebabkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (ateroskelosis). Aterosklerosis dapat meningkatkan risiko hipertensi, stroke, dan masalah jantung lainnya.

Selain itu, efek begadang juga tampak pada peningkatan kadar gula darah tubuh. Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin serta meningkatkan hormon stres kortisol sehingga tubuh tidak bisa menyerap sisa gula yang ada dalam darah.

Akibatnya, kadar gula dalam darah semakin meningkat. Kondisi ini dapat memicu diabetes.

Efek begadang terlalu sering juga dapat meningkatkan pelepasan hormon lapar ghrelin yang bisa membuat nafsu makan meningkat. Tidak heran kalau kurang tidur lama-lama bisa bikin tubuh gemuk, yang bisa memicu obesitas di kemudian hari.

Obesitas, hipertensi, dan diabetes tentu akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan Anda. Apalagi jika terjadi bersamaan.

Terlepas dari risiko penyakit, kurang tidur juga dapat menurunkan fokus dan kewaspadaan kita. Hal ini dapat sangat berbahaya jika sedang mengendarai kendaraan.

Bahaya berkendara saat ngantuk bahkan bisa disejajarkan dengan nyetir sambil mabuk. Nyetir saat mengantuk setelah tidur malam hanya 3 jam meningkatkan risiko kecelakaan bermotor hingga lebih dari empat kali lipat.

Tips Agar Tidur Lebih Nyenyak

Agar tidak terbiasa tidur larut malam dan berurusan dengan efek begadang di masa depan, cobalah terapkan beberapa tips sederhana ini:
Pasang alarm untuk waktu tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Jika butuh bangun pukul 6 pagi, pastikan sudah tidur pukul 11 malam untuk bisa mendapatkan 8 jam tidur malam.

Hindari beraktivitas fisik berat sebelum hendak tidur. Bila ingin berolahraga sebelum tidur, lakukan minimal 2-3 jam sebelum waktunya tidur.

Hindari kafein, rokok dan alkohol saat hendak tidur.

Jangan tidur siang di atas jam 3 siang. Waktu tidur siang yang terlalu sore malah akan membuat kita menjadi segar di malam hari.

Coba lakukan hal-hal yang membuat tenang dan rileks sebelum pergi tidur. Misalnya dengan mendengarkan lagu, membaca buku, berendam air hangat, atau aktivitas lainnya yang membuat lebih santai.

Buatlah suasana kamar tidur yang nyaman, sepi, gelap, dan dingin. Hindari hal-hal yang bisa mengganggu tidur, seperti TV dan gadget.

Bila sudah berbaring di kasur selama 20 menit dan masih tidak bisa tidur, cobalah untuk bangkit sebentar dan melakukan aktivitas lain agar tidak merasa stres. Cemas dan khawatir karena tidak bisa tidur malah membuat kita semakin segar dan semakin tidak bisa tidur.

Wisnubrata

Wiraswasta dan “Freelancer” Lebih Bahagia daripada Karyawan, Benarkah?

Menurut riset terbaru, mereka yang memutuskan untuk berwiraswasta atau menjadi frelancer merasa lebih bahagia di tempat kerja daripada karyawan.

Yah, meskipun mereka memiliki jam kerja lebih lama dan ketidakpastian kerja yang lebih besar.

Dilansir dari New York Post, riset yang menganalisis 5000 orang Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru ini menemukan bukti bahwa mereka yang menjadi “bos” untuk diri sendiri memiliki lebih banyak kebebasan dan kontrol.

Riset ini mengamati semua orang dari pekerja pabrik hingga direktur di berbagai sektor termasuk kesehatan, keuangan dan pendidikan. Riset menemukan bahwa mereka yang bekerja sebagai wiraswasta atau freelancer termasuk pekerja yang paling sibuk.

Mereka juga mengalami peluang inovasi lebih besar, mencapai target yang menantang dan memenuhi standar yang tinggi. Selain itu, periset berpendapat bahwa mereka yang bekerja di perusahaan non-manajerial merasa paling tidak puas dan sibuk.

Mereka yang bekerja di perusahaan non-manajerial ini biasanya mengerjakan perintah yang sudah dibuat oleh sang manajer, misalnya operator pabrik dan sejenisnya.

Profesor Peter Warr, sebagai salah satu periset dalam penelitian ini, mengatakan bahwa pekerja profesional yang tak terikat dengan perusahaan atau tanpa dipimpin oleh orang lain, benar-benar menghargai otonomi mereka.

“Mereka memiliki kebebasan untuk berinovasi, mengekspresikan pandangan mereka sendiri dan memiliki pengaruh melebihi peran mereka dan bersaing dengan pdengan perusahaan dan orang lain,” paparnya.

Juga memiliki keahlian atau mengerjakan hal yang mereka suka, jadi sepertinya tidak keberatan bekerja berjam-jam. Mereka bisa menemukan standar yang benar-benar memuaskan, ,” tambah Profesor Peter Warr.

Ariska Puspita Anggraini

Perhatikan, 5 Gejala Fisik Tanda-tanda Depresi

Selain tanda-tanda seperti terus menerus menangis atau merasa ingin bunuh diri, sebetulnya ada sejumlah gejala fisik yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami depresi.

Berikut beberapa tanda mendasar pada seseorang yang mengalami depresi.

1. Terlambat atau Tidak Menstruasi

Terlambat menstruasi bisa memicu banyak reaksi pada tubuh dan berpengaruh besar terhadap siklus menstruasi perempuan.
Kondisi terlalu stres bisa membuat periode menstruasi tidak teratur, apakah lebih pendek atau pun lebih panjang.
Jika berada dalam kondisi stres kronis, bisa juga menstruasi berhenti sama sekali. Sebab, otak pada dasarnya mengetahui jika kita tidak dalam kondisi fisik dan mental yang siap untuk melalui masa kehamilan.

2. Rambut Rontok

Pertumbuhan rambut bisa jadi sangat berkaitan dengan mood, kepercayaan diri dan perasaan.

Saat kondisi tersebut sedang rendah dan tidak baik, maka situasi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan rambut sehingga tak bisa tumbuh normal.

Tipe rontok paling normal yang terjadi karena stres adalah telogen effluvium, di mana kerontokan tersebut tidak permanen, dan rambut bisa tumbuh kembali. Meski begitu, ini tetap harus dikonsultasikan ke dokter.

3. Masalah Pencernaan

Mungkin banyak yang tidak menyangka bahwa masalah pencernaan menjadi salah satu tanda penyakit mental.
Terkadang berkaitan dengan hilangnya nafsu makan yang berujung pada perut mual, diare dan sembelit.

4. Sakit Kepala

Hampir semua orang mengalami sakit kepala. Tapi, sakit kepala yang rutin dan berlebihan bisa menjadi gejala serius.
Depresi terbukti bisa memperparah penyakit fisik, tak peduli apapun penyebabnya.

Sehingga, jika Kamu memiliki masalah sakit kepala yang sangat sering ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dokter bisa membantumu mengecek penyebab sakit kepalamu dan mengantisipasi jika ada gejala penyakit serius.

5. Naik Berat Badan

Sejumlah studi telah menemukan bahwa depresi bisa berdampak pada bertambahnya berat badan.
Mungkin saja ini menjadi alasan jika berat badanmu tiba-tiba bertambah.

Salah satu studi yang dipublikasikan pada The American Journal of Public Health di 2010 menemukan fakta, orang-orang yang merasa sedih dan kesepian bertambah berat badan lebih cepat daripada mereka yang mengalami gejala depresi ringan.

Dr Belinda Needham, asisten profesor dan penulis studi tersebut menjelaskan penyebabnya.
Mereka yang depresi cenderung makan lebih banyak makanan yang mengandung lemak, kalori tinggi, dan mengurangi aktivitas fisik.

Apa pun alasannya, jika mengalami gejala ini ada baiknya jika Kamu mulai memeriksakan diri dan menjaga kesehatan mental sebelum berdampak lebih jauh.

Nabilla Tashandra