Kiat Bugar dan Sehat untuk “Si Gila Kerja”

Mungkin Anda merasa jam kerja yang panjang dan setiap hari duduk di belakang meja berarti tak ada pilihan untuk membuat hidup lebih sehat. Padahal, walau Anda “terjebak” di belakang meja setiap hari, selalu ada cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebugaran.

Berikut adalah beberapa kiat untuk menjaga kesehatan, bahkan jika Anda termasuk orang yang gila kerja.

Gunakan Sepatu Nyaman

Apakah Anda menghindari naik dua lantai dengan tangga atau pun jalan kaki menuju kantin di gedung sebelah hanya karena sepatu yang dipakai membuat sakit?

Jika iya, ganti sepatu Anda dengan yang lebih nyaman. Lagi pula, saat ini sneaker menjadi andalan baru untuk tampil lebih trendi ke kantor. Dengan demikian Anda pun terbebas dari rasa pegal dan nyeri kaki, serta bisa lebih semangat untuk bergerak aktif.

Bawa Bekal Makanan

Membawa makan siang atau menu sarapan sendiri berarti Anda tidak harus terus-menerus mengandalkan menu di warung sekitar kantor yang kurang terjamin kebersihannya. Anda juga bisa berkreasi dengan menu-menu sehat dan biasanya lebih mudah cara pengolahannya. Ketimbang meminta “OB” membelikan gorengan untuk camilan sore, mengapa Anda tak mengisi wadah makanan dari rumah dengan buah-buahan atau kacang-kacangan.

Lusia Kus Anna

Hindari 2 Kesalahan Utama Saat Wawancara Kerja

Setiap orang memiliki momen yang mereka harap bisa diulang kembali. Dalam kehidupan profesional, sangat penting untuk memastikan momen itu bukanlah saat wawancara kerja.

Kepala HRD perusahaan software Jobvite, Rachel Bitte, mengungkapkan ada dua kesalahan utama yang sering dilakukan calon karyawan yang akhirnya menyebabkan kegagalan.Bitte sendiri sudah pernah mewawancari 6.000 orang dalam kariernya sebagai perekrut karyawan, termasuk ketika ia bekerja di Apple.

Berikut adalah dua kesalahan yang seharusnya kita hindari saat sedang mencari kerja.

1. Berperilaku Tidak Sopan

Anda bisa saja dianggap sebagai orang yang kurang ajar walau tidak mengucapkan sepatah kata pun pada manajer HRD. Bitte mencontohkan kasus yang pernah ia temui saat bekerja di Intuit.

Setelah melakukan wawancara lewat telepon dengan kandidat, ia pun mengatur janji pertemuan untuk wawancara tahap dua. Wawancara dilakukan di sebuah restoran.

Namun, perilaku kandidat tersebut dianggapnya tidak sopan. Cara ia memperlakukan pelayan sudah menceritakan banyak hal tentang perilakunya.

Saat ini sudah banyak perusahaan yang mengadopsi “aturan pelayan”. CEO Tupperware Rick Going juga mengaku selalu mengecek ke bagian resepsionis kantor setelah ia melakukan wawancara dengan kandidat karyawan untuk memastikan orang tersebut memang sopan.

“Melihat kandidat karyawan berinteraksi dengan orang di lingkungan nyata bisa membantu calon atasan mengetahui perilaku negatifnya,” kata Bitte.

2. Lupa Bertanya

Kesalahan kecil lain namun berdampak besar adalah lupa bertanya. “Itu bisa menunjukkan kita seolah tidak peduli.

Bitte mengatakan, sangat penting untuk melakukan riset dan mengumpulkan pertanyaan seputar perusahaan atau posisi yang akan ditempati untuk menunjukkan kita peduli.

Kuncinya, jangan memberi pertanyaan yang menunjukkan kita tidak tahu apa-apa. Pertanyaan yang mendalam atau berwawasan justru menunjukkan Anda antusias dan ingin terlibat.

“Tunjukkan pada kami Anda adalah kandidat yang punya passion. Tunjukkan rasa ingin tahu tentang pekerjaan yang sedang diincar,” ujarnya.

Ternyata Orang Produktif Sering Bersantai

Tidak semua orang bisa menjadi manusia super produktif, meskipun telah mencoba bekerja sepanjang waktu. Bahkan, terkadang kita merasa sibuk tetapi tidak ada satupun pekerjaan yang selesai.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa otak hanya bisa bekerja selama 8 jam dalam satu hari.

Dalam rentang waktu delapan jam tersebut, kita tetap harus beristirahat selama 17 menit setiap kali bekerja dalam durasi 52 menit. Ini terdengar seperti hanya membuang-buang waktu saja, namun ternyata efeknya membuat seseorang lebih produktif.

Penelitian yang dilakukan oleh The Draugiem Group mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa mereka yang bekerja tidak lebih dari delapan jam sehari, bahkan kurang, justru lebih produktif dalam hasil pekerjaannya.

Adapun penelitian dilakukan dengan bantuan apikasi DeskTime (aplikasi pelacak waktu) untuk melihat pola kerja karyawan. Ditemukan bahwa 10 persen karyawan yang paling produktif justru menerapkan alur kerja stop-and-go dengan rasio waktu serupa.

Mengapa bisa begitu? Logikanya, saat otak jenuh maka kita tidak bisa memikirkan apapun. Kita perlu menjernihkan pikiran dengan beristirahat sejenak agar pikiran kembali segar dan mampu melahirkan ide-ide cemerlang. Itu sebabnya fokus bekerja dalam jangka waktu tertentu lalu mengambil istirahat menjadi solusi yang tepat.

Bagi mereka yang tidak bisa beranjak dari meja kerja, solusinya bisa menggunakan 25 menit waktu anda untuk fokus pada pekerjaan, lalu beristirahat selama lima menit. Setelah empat kali interval waktu itu, ambilah istirahat dengan durasi lebih lama, yakni 15 menit.

Nah, bila Anda ingin mencoba trik ini, cobalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk beristirahat :

1. Menelepon orang yang anda cintai. Anda bisa menelepon orang yang anda cintai untuk sekedar menanyakan kabar atau curhat. Mendengar suara orang yang kita cintai dapat memperbaiki suasana hati kita.

2. Buat Rencana Liburan. Coba lihat kalender anda. Barangkali anda menemukan event lokal sepeti festival makanan, rencana perjalanan, atau memesan tempat di restoran baru yang anda inginkan. Menyelesaikan rencana yang dibuat dapat menciptakan kemajuan dalam hidup anda

3. Bersihkan dompet. Anda tidak perlu menyimpan nota, kupon atau permen kadaluarsa dalam dompet anda.

4. Perbarui software komputer/laptop. Anda juga perlu memberi waktu istirahat pada komputer anda. Mungkin karena terlalu sering dipakai, ada beberapa software yang belum sempat anda perbarui.

5. Menggambar. Jangan khawatir meski kemampuan menggambar Anda buruk. Cukup luangkan waktu anda untuk mengasah kreativitas di atas kertas.

6. Cobalah mengasah otak agar lebih cerdas, seperti bermain teka-teki silang.

Yang Terjadi pada Tubuh Saat Kita Stres

“Too much stress will kill you”. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan. Sudah banyak kita dengar orang yang menderita penyakit tertentu dan tidak jelas diagnosisnya dan dokter menyebut penyebabnya karena stres.

Bagaimana sebenarnya pengaruh tekanan mental atau stres pada tubuh kita?

1. Mengacaukan Sistem Pencernaan

Berbagai penelitian menyebutkan ada kaitan antara otak dengan sistem pencernaan kita. Bahkan, sistem pencernaan sering disebut sebagai “otak kedua”. Tak heran jika saat sedang stres atau cemas, kita sering merasa sakit perut, mual, atau pun sulit buang air besar.

2. Memperburuk PMS

Terlalu banyak tekanan pikiran bisa memperburuk kram, kembung, dan juga mood yang tidak stabil saat sedang akan haid.

3. Memperburuk Gula Darah

Kabar buruk bagi Anda yang menderita diabetes tipe 2. Saat kita sedang stres, tubuh akan dibanjiri hormon stres. Sementara itu, liver akan memproduksi lebih banyak glukosa untuk memberi kita energi menghadapi stres. Kebanyakan orang bisa menyerap kembali gula darah itu, tapi tidak demikian dengan mereka yang beresiko diabetes atau mengidap diabetes tipe 2. Akibatnya kadar gula darah pun akan melonjak.

4. Rasa Nyeri

Otot menegang, sakit kepala, dan juga rasa nyeri lain, akan lebih terasa saat kita sedang stres. Meski tubuh kita memang memiliki mekanisme untuk menghadapi momen stres dan juga bereaksi dengan cepat, tetapi stres itu tidak dimaksudkan dalam jangka panjang. Tak heran jika yang dirasakan adalah nyeri kronik.

5. Risiko Serangan Jantung

Saat kita sedang tegang dan stres, detak jantung akan lebih cepat dan hormon stres diproduksi lebih banyak. Dalam jangka panjang hal ini meningkatkan risiko serangan jantung atau hipertensi.

Membeli Waktu Bisa Jadi Rahasia Bahagia

Uang memang tak bisa membeli cinta—tapi bisa membelikan Anda waktu untuk menikmati hidup. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang-orang yang membayar pekerja untuk melakukan pekerjaan yang mengganggu dan menghabiskan begitu banyak waktu cenderung lebih bahagia.

“Uang bisa membeli kebahagiaan jika Anda ‘menghabiskannya’ dengan benar,” kata profesor psikologi Universitas British Columbia, Elizabeth Dunn, salah satu peneliti dalam studi ini.

Dalam penelitian tersebut, lebih dari 6.000 orang di empat negara diberi tambahan uang 40 US dollar per pekan selama dua minggu. Pada pekan pertama, para peserta diminta untuk membeli barang-barang material.

Pekan kedua, mereka diminta untuk menghemat waktu dengan dengan membayar seseorang untuk melakukan tugas harian yang mereka anggap membosankan. Pada akhirnya, orang mengatakan bahwa mereka mendapatkan lebih banyak kebahagiaan dengan menghemat waktu berharga daripada membeli lebih banyak barang, tidak peduli betapa bagusnya barang itu.

Peneliti, Ashley Whillans, dari Harvard Business School, mengatakan membayar seseorang untuk mengerjakan sesuatu yang membosankan dan tidak disukai adalah cara tepat mencapai kebahagiaan. Ketika melakukan itu, mereka mengalami rasa kepuasan yang lebih besar  dan lebih bahagia saat hari itu.

Whillans menambahkan, tapi saat membeli benda material berupa barang ternyata efek kebahagiaan tidak sebesar jika kita membayar orang. Bagaimana pun, saat kita merasa waktu sudah tersita banyak oleh pekerjaan, menggaji asisten rumah tangga adalah pilihan yang bijak agar kita tidak stres oleh urusan domestik.

Kita bisa memanfaatkan waktu yang semula dipakai untuk mengerjakan tugas rumah dengan menemani anak bermain, melakukan hobi, atau sekedar bersantai menonton serial favorit di TV. Anda selalu bisa mendapatkan uang. Tapi, Anda tidak bisa membeli kembali waktu.

Penelitian sebelumnya juga mengungkap bahwa menggunakan uang untuk membantu orang lain atau merasakan pengalaman yang menyenangkan seperti pergi ke spa atau travelling uga membuat hati lebih bahagia dibanding membeli barang-barang.

Hati-Hati, Media Sosial Mampu Membuat Anda Galau

Pernahkan Anda merasa galau saat menengok beranda facebook, instagram, atau media sosial lainnya?

Mungkin Anda kewalahan dengan berita atau notifikasi di dalamnya. Atau mungkin tertekan karena melewatkan suatu hal. Bahkan, bisa jadi Anda cemas dengan fakta bahwa kehidupan orang lain nampak lebih baik daripada kehidupan Anda sendiri.

Sebuah studi dari Amerika Serikat menemukan bahwa semakin lama seseorang menghabiskan waktu di media sosial, semakin buruk perasaan yang didapatnya. Mungkin fakta ini telah anda ketahui.

Facebook, instagram dan media sosial lain memang membuat kita ‘terhubung dan bisa saling berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan kita. Hampir dua miliar orang menggunakan platform ini.

Namun, peneltian Holly Shakya dari Universitas California dan Nicholas Christakis dari Universitas Yale, mengatakan bahwa berinteraksi lewat media sosial dapat mengurangi tingkat kesejahteraan seseorang hingga delapan persen.

Dalam penelitan pertama yang mengukur dampak facebook dalam kehidupan sehari-hari, diketahui, orang rata-rata menghabiskan satu jam di facebook setiap harinya.

Penelitian dari Deloitte, Amerika Serikat, juga menemukan fakta bahwa banyak orang yang memilih membuka facebook segera setelah mereka bangun di pagi hari.

Ini menunjukan bahwa manusia lebih memilih memulai harinya dengan gadget daripada berinteraksi dengan manusia, seperti mengucapkan selamat pagi pada pasangan, ibu, atau orang yang membuatkan kopi.

Selama bertahun-tahun, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan media dapat mengurangi tatap muka, mengurangi partisipasi dalam aktivitas yang bermakna, membuat orang lebih malas beraktivitas, dan umumnya mengurangi harga diri seseorang.

Dilansir dari Harvard Business Review, membandingkan diri dengan orang lain bisa memberi pengaruh kuat pada perilaku manusia karena orang cenderung rendah diri ketika melihat kehidupan orang lain lebih baik di media sosial.

Dan karena yang dilihat hanyalah sisi-sisi baik dan indah dari orang lain, maka seseorang akan mengira kehidupan mereka tidak sebaik kehidupan orang lain.

Dalam studi, para peneliti merekrut 5.208 orang dewasa yang mewakili populasi Amerika Serikat dan memantau interaksi mereka dengan facebook selama dua tahun.

Penelitian ini mengukur jumlah tautan yang diklik orang, status yang diperbarui, postingan yang disukai, dan juga melacak hal-hal seperti kepuasan hidup, juga laporan kesehatan mental dan fisik serta indeks massa tubuh.

Secara keseluruhan, hasil menunjukan bahwa interaksi dalam dunia nyata terkait dengan meningkatnya kesejahteraan hidup. Sebaliknya, interaksi dunia maya seperti penggunaan facebook berpengaruh negatif, teriutama dalam hal kesehatan mental.

Riset tersebut juga menemukan secara konsisten bahwa menyukai konten orang lain dan mengklik link secara terus-menerus akan mengakibatkan penurunan kesehatan fisik, kesehatan mental dan kepuasan hidup.

Hubungan interaksi dunia maya kini telah menjadi hal umum. Banyak orang berhubungan dengan keluarga, teman bahkan pasangan lebih sering lewat dunia maya dibandingkan dunia nyata.

Padahal, para periset memperingatkan bahwa hubungan dalam dunia maya tidak akan bisa menggantikan interaksi manusia yang sebenarnya.

8 Aroma yang Bisa Bikin Bahagia

Untuk memunculkan rasa bahagia, selain menggigit sepotong coklat atau menjilat es krim, rupanya mencium aroma wewangian tertentu cukup efektif mengangkat mood.

Tertarik untuk mengurangi tingkat stres dengan mencium aroma tertentu? Berikut ini daftarnya.

1. Pinus

Selain cantik untuk tempat berfoto, ternyata berjalan-jalan di hutan pinus juga mampu mengurangi rasa stres. Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Kyoto di Jepang mengungkap, orang-orang yang melakukan shinrin-yoku, atau “mandi hutan”, mengaku rasa depresi dan kecemasan mereka berkurang secara signifikan ketika mereka berjalan di hutan pinus.

2. Jeruk

Jika Anda butuh penyemangat dalam waktu singkat, cobalah mengendus aroma jeruk. Aroma buah yang kaya dengan vitamin C ini telah terbukti dapat meningkatkan energi dan kewaspadaan. Penelitian telah mengungkapkan bahwa aroma lemon secara khusus dapat mengurangi stres dan meninggalkan kesan positif pada orang lain.

Berkat lebih dari 50 tahun iklan pembersih rumah tangga seperti, kita juga cenderung mengasosiasikan bau jeruk sebagai hal yang bersih dan menyenangkan.

3. Tabir Surya

Jika bau tabir surya mengingatkan pada hari-hari di pantai yang cerah dan liburan tropis, Anda tidak sendiri. Efek positif aroma ini berhubungan dengan waktu liburan yang bebas stres, saat hari berjalan lebih santai dan bahagia dari biasanya.

4. Rumput Segar

Periset di Australia menemukan bahwa bahan kimia yang dilepaskan oleh rumput yang baru dipotong dapat menyebabkan orang menjadi lebih rileks dan bahkan merasakan kegembiraan. Mereka bahkan telah memasukkan aroma rumput ke dalam parfum. Aromanya yang kuat dikatakan bisa mencegah penurunan mental seiring bertambahnya usia.

5. Bunga

Aroma bunga mawar memang menyenangkan, tetapi lavender atau melati lebih efektif membuat kita lebih bergembira. Lavender telah dibuktikan manfaatnya untuk memberi efek rasa tenang, bahkan mengurangi insomnia dan depresi. Sementara melati juga telah terbukti dapat meningkatkan mood.

6. Rosemary

Lebih dikenal sebagai penyedap rasa dalam masakan, ternyata rosemary dapat memperkuat kekuatan otak. Penelitian telah menemukan bahwa aroma ramuan rosemary meningkatkan kemampuan peserta untuk mengingat kejadian dan tugas yang kompleks.

7. Peppermint

Minyak dari daun kecil ini dikenal karena kemampuannya mengangkat mood dan menstimulai pikiran, serta memberi efek segar. Studi bahkan menunjukkan bahwa atlet yang mencium peppermint mengalami peningkatan kinerja atletik dan pernapasan.

8. Bedak Bayi

Jika menyukai bau bedak tabur bayi, Anda mungkin memiliki respons nostalgia. Para ahli mengatakan, bahwa bau bedak bayi mengingatkan kita akan keamanan dan kenyamanan yang kita rasakan sebagai anak-anak. Bagi orang tua, itu memberikan efek kenangan akan kebahagiaan yang mereka rasakan saat anak-anak mereka masih kecil.

Iwan Supriyatna