Revolusi D2D Memunculkan Perubahan Paranan Otak

Mobiltas informasi yang dipicu oleh perkembangan di sektor TI (teknologi informasi) membuat hubungan antarmanusia menjadi berubah. Selama ini, pekerjaan manusia cenderung manual dan dengan TI, pekerjaan diambil alih baik pekerjaan berbasis P2P (people to people) maupun D2P (device to people). Teknologi BlueTooth semakin membuat manusia akan semakin santai dan mudah. Karena dengan BlueTooth, perangkat semikonduktor akan ditempelkan di semua alat perlengkapan dan saling berkomunikasi untuk melayani manusia.

Di sini, otak bisa berubah fungsi. Selama ini, banyak dipergunakan untuk pekerjaan-pekerjaan rutin. Namun dengan adanya konektivitas antarkonektivitas itu membuat kerja otak berkurang secara signifikan. Seiring dengan kecenderungan pola kerja berbasis pengetahuan, maka otak berubah dan hanya dibutuhkan untuk pekerjaan yang memang membutuhkan perhatian dan kemampuan berpikir. Otak dimaksimalkan untuk memikirkan sesuatu yang unik dan inovatif.

Terlihat bahwa terjadi pergeseran fungsi komputer dan aplikasinya. Dulu, fungsinya adalah untuk pendukung pelaporan. Divisi EDP (electronic data processing) hanya mendukung bagian-bagian lain untuk menghasilkan laporan berdasarkan data yang ada. Kini, komputer telah pula berfungsi untuk mengambil alih rutinitas manusia, dan telah mulai dapat bernalar dengan adanya perangkat lunak “pintar”. Aplikasi-aplikasi komputer pun bertambah maju sehingga sejak 1985-an manajemen suatu perusahaan dapat memanfaatkan aplikasi Executive Information System, Decision Support System, dan sebagainya.

Konektivitas yang tinggi serta kapabilitas mengantar­kan informasi secara cepat dan murah, membuat informasi makin mengalir cepat bagi semua orang tanpa kecuali. Mailing list ataupun Newsgroup di Internet, mempermudah untuk mengirimkan dan menda­patkan informasi dari dan ke suatu grup pemakai dengan interest yang sama. Situs web mudah diakses secara terbuka oleh semua kolangan. E-mail telah menghancurkan batas-batas fisik lapisan dalam struktur organisasi. Setiap orang boleh dengan bebas mengirimkan e-mail ke mana saja yang dibutuhkan.

READ  Mendadak Caleg!

Hanny Santoso dari The Joseph Wibowo Center for Advance Leraning Universitas Bina Nusantara mengatakan bahwa informasi yang cepat pada akhirnya akan mempercepat semua proses dalam organisasi, baik proses perencanaan, proses produksi, sampai proses pengiriman. Ketinggalan informasi bisa berarti kehilangan kesempatan. Kehilangan kesempatan berarti kehilangan terus menerus akan dihinggapi “penyakit kekurangan informasi”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *