Saling Menasihatilah

Manusia tempatnya salah, mudah lupa. Sifat iman naik-turun. Manusia tidak luput dari masalah,  baik itu sebagai musibah ataupun ujian, dan lain-lainnya. Karenanya, kita  membutuhkan nasihat-nasihat yang terus-menerus, baik kita sebagai manusia muda atau pun manusia dewasa. Hal itu sangat penting agar kita tidak merugi.

Sebagainana firman Allah SWT dalam Surat Al-‘Ashr: 2-3: “Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran, dan saling menasehati untuk kesabaran.”

Sering sekali manusia melakukan kesalahan, baik karena  tidak tahu ilmunya atau tahu ilmunya tapi terbujuk rayuan setan  untuk berbuat salah.  Dua kondisi tersebut membutuhkan nasehat. Jika kondisi tidak tahu ilmunya diberi tahu ilmunya sambil dinasehati. Jika tahu ilmunya diingatkan sambil dinasehati. Untuk tahu ilmunya, butuh tips dan  trik tentunya. Yakinlah, jika berniat supaya manusia berbuat kebenaran, pasti ada jalannya.

Penasihat sendiripun butuh nasihat. Sebab,  walaupun tahu ilmunya, bisa juga melakukan kesalahan akibat terbujuk godaan setan.  Untuk kondisi ini, berarti penasihat butuh juga penasihat. Mencari penasehat adalah suatu solusi untuk kondisi ini. Penasihat dari penasihat pun membutuhkan nasehat, dan seterusnya mengingat sifat setan yang bersumpah sampai hari kiamat akan menggoda manusia untuk berbuat salah atau berbuat tidak berbuat benar. Tidak ada yang manusia yang tidak butuh nasehat.

Sifat lupa adalah manusiawi atau kodrati. Kondisi ini pun membutuhkan nasihat. Begitu pula halnya dengan iman, yang sifatnya naik-turun, manusia membutuhkan nasehat atau untuk mengingatkan.Tidak kalah pentingnya,  jika terkena masalah,  baik itu sebagai musibah ataupun ujian, seseorang sangat membutuhkan nasihat.

Berjamaah adalah salah satu dari solusinya. Dalam berjamaah atau majelis ilmu biasanya disebar nasihat-nasihat. Dari kondisi ini tentunya banyak nasehat yang dapat dimanfaatkan dan disesuaikan dengan nasihat yang dibuthkan. Saat ini, berjamaah dapat dilakukan dengan cara offline dan online.

Untuk lebih utama-nya berjamaah dilakukan secara offline, supaya juga ada unsur ukhuwah-nya atau sosialnya tumbuh. Jika tidak memungkinkan untuk berjamaah offline, karena alasan sibuk, paling tidak mengikuti berjamaah online. Sebab,  yang menjadi penting di sini adalah berjamaahnya, agar kita mendapatkan nasihat yang kita perlukan.

READ  Sedekah untuk Orang Tua yang Telah Wafat

Dinasehati bukan berarti manusia itu bodoh, melainkan karena sifat-sifat manusia tersebut sehingga manusia membutuhkan nasihat.  Mari kita mencari komunitas jamaah dalam kebaikan. Mendekatlah dengan keluarga, carilah sahabat dan guru yang mengingatkan atau menasihati kebaikan, dan lain-lainnya sebagai sumber nasihat.

Rini Nuraini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *