Posts

Pentingnya Imajinasi Demi Kesehatan Mental

Waktu masih kanak-kanak, kita sering berimajinasi dengan berbagai permainan.

Misalnya, kita berkhayal menjadi seorang nahkoda saat berada di atas kasur. Atau, berkhayal menjadi polisi yang mengejar penjahat saat memegang pistol air.

Seiring berjalannya waktu, kita tumbuh dewasa dan imajinasi seakan luntur dari pikiran kita.

Padahal, imajinasi adalah aspek penting untuk kesehatan kita dan telah terbukti secara ilmiah.

Riset dilakukan oleh peneliti dari CU Boulder and the Icahn School of Medicine dengan merekrut 68 peserta.

Dalam riset ini, peneliti melatih peserta untuk mengasosiasikan suara tertentu dengan kejutan listrik yang tak nyaman.

Setelah asosiasi itu ditanamkan dalam otak peserta, periset kemudian membagi mereka dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama merupakan peserta yang terpapar kejutan listrik dan asosiasi suara yang sama. Kelompok kedua merupakan peserta yang diminta membayangkan suara di kepala mereka sendiri.

Untuk kelompok terakhir, periset meminta mereka membayangkan suara yang lebih bahagia, seperti kicau burung atau hujan.

Selama percobaan, peneliti mengevaluasi tanggapan peserta melalui pemindaian otak dan sensor kulit.

Hasilnya, usai kejutan listrik dihentikan dari asosiasi, dan peserta tak menghubungan suara dengan rasa sakit, mereka bisa melupakan ketakutan dalam diri.

Marianne Cumella Reddan, pemimpin riset, mengatakan penelitian ini adalah yang pertama kali menunjukkan bahwa membayangkan ancaman dapat benar-benar mengubah cara itu direfleksikan dalam otak.

Tentu saja masih dibutuhkan riset lebih besar untuk menemukan hasil yang lebih akurat. Tapi, hasil riset ini tak bisa kita anggap sepele.

Clarissa Silva, selaku ilmuan perilaku dan pelatih hubungan, mengatakan imajinasi adalah “laboratorium kreatif” pikiran.

Saat kita semakin dewasa, kata Silva, imajinasi tak benar-benar hilang, hanya saja berubah agar sesuai dengan diri kita yang baru dan dewasa.

“Sebagai orang dewasa, imajinasi tidak selalu selaras dengan kenyataan, jadi kami mengabaikan elemen-elemen yang ada di luar sana,” kata Silva.

Meski imajinasi kita mungkin memudar dari waktu ke waktu, itu tidak sepenuhnya terhapus.

Faktanya, Silva mengatakan melatih mindfulness secara teratur dapat membantu kita membangkitkan kembali imajinasi untuk menciptakan realitas yang lebih baik bagi diri kita sendiri.

Peneliti yang terlibat dalam studi Neuron ini berpendapat, kita dapat menggunakan imajinasi secara konstruktif untuk membentuk apa yang dipelajari otak dari pengalaman.

Dengan kata lain, imajinasi kita dapat membantu kita belajar mengalami hal-hal dalam dunia nyata dengan cara yang berbeda, termasuk hal-hal yang biasanya kita takutkan.

Ketakutan bisa datang dalam berbagai bentuk dan tingkat intensitas. Jika kita mengalami ketakutan kronis, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya kita berbicara dengan dokter.

Ini mungkin terjadi karena kita menderita fobia, yang merupakan kecemasan klinis. Gangguan ini dapat didiagnosis dan diobati dengan terapi dan, jika perlu, obat-obatan.

Ketakutan non-kronis, bisa saja menghantui diri kita sewaktu-waktu. Tapi, ini bisa kita atasi dengan menyalurkan imajinasi.

” Imajinasi kita adalah di mana pikiran bawah sadar mulai membawa pikiran batin kita yang sebenarnya ke permukaan dan pikiran sadar kita,” kata Shannon Thomas, selaku terapis.

Dengan membuka pikiran kita terhadap kemungkinan yang dapat terjadi, kita membiarkan imajinasi bangkit dan membuka diri terhadap keinginan dan kekhawatiran terdalam kita yang mungkin tidak sepenuhnya kita sadari.

Menurut Shanon, itu bisa memengaruhi perilaku kita, khususnya kesehatan mental. Corrie LoGiudice, selaku pelatih emosi, imajinasi kita juga selaras dengan kecemasan.

Itulah sebabnya imajinasi dapat menjadi alat yang sangat kuat, terutama jika kita tahu cara mengendalikannya.

“Jika imajinasi terus-menerus membayangkan masa depan sebagai tempat yang berbahaya dan tidak ramah, atau peristiwa tertentu hanya dapat berakhir negatif, maka itulah lingkungan yang akan kita ciptakan untuk diri sendiri di masa depan,” papar LoGiudice.

Namun, jika kita bisa belajar menggunakan imajinasi untuk menciptakan visi hasil masa depan yang positif, menurutnya, ini akan membantu kita membangun rasa percaya diri yang lebih kuat, dan meminimalkan ketakutan seiring waktu.

Terlebih lagi, memiliki kemampuan untuk memasuki imajinasi sebagai orang dewasa dapat bermanfaat bagi kesehatan karena memungkinkan seseorang untuk menjadi kreatif,.

Imajinasi juga mempermudah situasi yang nampak sulit. Misalnya, jika kita pernah mendengar seseorang berkata “temukan tempat bahagia Anda,” imajinasi adalah tiket untuk membawa kita ke sana.

Evanye Lawson, seorang psikoterapis berlisensi, mengatakan menggunakan imajinasi dapat meningkatkan kemampuan melihat hal-hal dari perspektif yang lebih positif, bahkan ketika sulit untuk melihat yang baik dalam suatu situasi.

“Kita bisa mengelabui atau membayangkan diri kita sendiri di dalam hutan yang damai dan bahagia atau dalam situasi nyata saat ini,” papar Lawson.

Dengan cara ini, baik kesehatan mental dan kemampuan untuk menjadi kreatif – melalui seni, musik, menulis, apa pun yang cocok untuk diri kita – bisa mengalami peningkatan.

Jadi pada saat kita menemukan diri terjebak dalam situasi yang membosankan, berjuang untuk saat kecemasan melanda, cobalah untuk memasuki ruang imajinasi.

Buat skenario positif, dan lihat bagaimana imajinasi memengaruhi suasana hati kita. Jika membayangkan diri berada di tempat-tempat yang menyenangkan membuat dri kita merasa lebih baik, pertahankan.

Jika tidak, cobalah sedikit lebih lebih keras. Imajinasi kita pasti berada di suatu tempat.

Ariska Puspita Anggraini

Perasaan Bersyukur, Resep Panjang Umur

Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk bersyukur, dimulai dari kebiasaan mengucap “terima kasih” ketika mendapat sesuatu atau bantuan.

Teman yang baik, keluarga, rumah, dan kebaikan orang lain adalah sebagian dari nikmat yang perlu kita syukuri setiap hari.

Kini para ilmuwan menemukan bahwa rasa syukur bisa meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

“Perasaan bersyukur setiap hari seperti vitamin bagi tubuh,” kata profesor psikologi David Desteno, PhD, dari Universitas Boston, Amerika Serikat.

Destono tidak hiperbolik. Penelitian membuktikan kaitan erat antara orang yang selalu bersyukur dengan penurunan rasa nyeri, peningkatan kualitas tidur, dan masih banyak lagi.

Penelitian selama 15 tahun yang dilakukan profesor psikologi Robert Emmons menunjukkan hal tersebut.

Dalam satu penelitiannya, ia meminta sekelompok partisipan studi untuk menuliskan 5 hal yang mereka syukuri seminggu sekali selama 10 minggu.

Hal-hal “sederhana” seperti; sinar matahari yang hangat, menjadi seorang kakek, ataupun mendapat uang tambahan, merupakan ungkapan syukur yang dicatat para partisipan.

Di akhir penelitian, orang yang rajin menuliskan hal yang disyukuri merasa tingkat kebahagiaannya naik 25 persen.

Bukan hanya itu, perasaan syukur atas kehidupan yang dimiliki juga mendorong mereka untuk menjaga kesehatan tubuhnya dengan cara rutin berolahraga. Keluhan fisik akibat gangguan kesehatan pun berkurang.

Penelitian lain yang dimuat di Journal of Health Psychology juga menunjukkan, perasaan syukur membuat para partisipan tidur lebih nyenyak dan tekanan darahnya turun.

Kondisi Waspada

Selain kaitan erat antara tubuh dan pikiran, ternyata ada penjelasan mengapa perasaan bersyukur menyehatkan.

Ketika kita merasa tegang dan kelelahan, entah karena tenggat pekerjaan atau masalah keluarga, sistem saraf kita akan berada dalam kondisi waspada.

Kondisi itu juga membuat hormon kortisol membanjiri tubuh yang akhirnya memicu gangguan kesehatan. Misalnya saja tekanan darah naik, susah fokus, hingga inflamasi.

Sebaliknya, ketika kita merasa bersyukur dan tenang, otak akan mengirimkan sinyal pada tubuh bahwa semuanya “terkendali”.

Sebenarnya tak sulit untuk bersyukur. Kita bisa mengusahakannya.

“Rasa syukur adalah pilihan, dan kita bisa menciptakannya pada momen apa pun yang terjadi. Lama-lama, hal itu menjadi otomatis,” kata Emmons.

Ia menambahkan, kita jangan hanya membuat daftar hal yang disyukuri, tetapi renungkan juga alasannya secara spesifik. Jadi, sudahkah kamu bersyukur hari ini?

Lusia Kus Anna

5 Kiat Tubuh Sehat Dengan Mengandalkan Teknologi Internet yang Kian Maju

Sehat itu mahal harganya. Ungkapan ini tidak selamanya benar, karena saat ini sehat itu bisa diperoleh dengan murah, bahkan gratis. Dengan kemajuan teknologi saat ini, berbagai informasi kesehatan mudah diakses melalui internet. Banyak informasi yang lengkap dan Anda hanya tinggal mengikuti alias mempraktikkannya. Singkat kata, di era digital, sehat itu bisa jadi murah.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda mau sehat lewat informasi internet. Begini cara pilih-pilih informasi kesehatan di dunia maya.

Kunci sehat dengan mengandalkan teknologi informasi kesehatan

1. Tetap Utamakan Konsultasi ke Ahlinya

Sebelum Anda mencari berbagai informasi di internet, ada baiknya ketahui dulu fakta-fakta dasar yang benar dari ahlinya. Gampangnya, Anda bisa bertanya ke dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, perawat, bidan, atau tenaga kesehatan lainnya.

Anda bisa mencari informasi tersebut dengan mendatangi puskesmas terdekat ataupun pusat pelayanan kesehatan lainnya. Tanyalah pada mereka, seperti apa situs kesehatan yang resmi dan bisa dipercaya. Dari situ, barulah Anda dapat mencari berbagai informasi di internet dan mengunjungi kanal kesehatan sesuai dengan kriteria yang disebutkan.

2. Jangan Langsung ‘Telan’, Tapi Baca dengan Kritis

Setelah Anda mendapatkan informasi dari internet, sebaiknya pahami dulu isinya baik-baik. Lihat artikel tersebut, siapa penulisnya, apakah penulisnya dari bidang kesehatan atau tidak. Kemudian, lanjut melihat sumber artikelnya, apakah artikel tersebut mengacu pada sumber terpercaya, seperti penelitian-penelitian terbaru.

Jangan dulu tergoda untuk langsung membagikan kepada teman atau sahabat. Kalau masuk akal, maka boleh dipercaya. Kalau isinya hanya berujung kepada jualan produk kesehatan, maka lebih baik tidak perlu dibagikan.

3. Waspada dengan Informasi yang Disediakan

Meski sedang mencari informasi kesehatan, orangtua mesti mendampingi anak-anak ketika mereka sedang mengakses situs tertentu. Bisa saja, situs yang diakses memiliki konten pornografi.

Tak cuma itu, pastikan bahwa semua informasi yang Anda dapatkan sahih alias benar, bukannya hoaks atau berita bohong. Jadi terkadang memang Anda harus mengecek dan meriset ulang, apakah informasi yang Anda dapatkan dari situs itu benar.

4. Cari informasi pada yang Sudah Berpengalaman

Informasi yang benar terkadang bisa datang dari pengalaman orang lain. Ya, pengalaman bisa jadi pelajaran yang baik. Maka itu, Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan memperluas kenalan dan bergabung di dalam kelompok kesehatan di media sosial.

Bisa melalui Facebook, Whatsapp, line, dan sebagainya. Saat awal bergabung, perkenalkan dirimu, dan identitas secukupnya, lalu sampaikanlah maksud bergabung secara jelas. Anda bisa menyebutkan nama Anda dan bilang kalau Anda bergabung di grup ini untuk mencari informasi tentang stroke.

5. Jangan hanya Terpaku pada Satu Sumber

Biasakan untuk mencari berbagai sumber. Selain memperkaya informasi, hal ini perlu dilakukan supaya Anda tahu mana fakta dan mana yang kurang tepat. Cobalah membaca minimal dari 3-5 sumber internet di websites yang berbeda.

Misalnya, ingin tahu tentang tanaman obat yang berkhasiat mengobati kencing manis, maka cukup dengan mengetikkan kata kunci di Google ”Tanaman Obat Penumpas Diabetes”. Setelah itu, bacalah 3-5 artikel dari beberapa sumber terpercaya. Kalau baru menemukan dan memahami satu artikel dari internet, jangan langsung dijadikan acuan atau referensi.

Dengan lima kiat di atas, tentunya Anda sekeluarga dapat dengan mudah menjadi sehat lewat internet. Terus berlatih, berproses, dan bersabar adalah kata kunci yang mendasari keberhasilan dari 5 kiat sehat lewat internet ini.

Melalui internet sehat, diri kita dapat sehat, keluarga menjadi sehat, masyarakat pun ikut sehat. Masyarakat sehat inilah pondasi dasar menuju terciptanya Indonesia hebat.

dr. Dito Anurogo, M.Sc.

4 Langkah demi Kehidupan yang Lebih Baik

Keputusan yang diambil dalam hidup terkadang membuat seseorang masuk ke dalam lingkaran tertentu yang membuat putus asa, sedih atau kehilangan harapan.

Pada titik tersebut, tak jarang kita kemudian menginginkan sebuah perubahan dalam hidup, entah itu soal pekerjaan, rumah tangga, gaya hidup, atau lainnya.

Hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Setidaknya ada empat langkah yang bisa kamu lakukan jika ingin mengubah hidupmu menjadi lebih baik dan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

1. Menghadapi Rasa Takut

Kamu bisa mengubah hidupmu dengan menemukan bagaimana cara untuk mengontrol perasaanmu, sehingga dirimu tak lagi dikontrol oleh perasaan tersebut.

Misalnya, dalam menghadapi rasa takut. Kamu harus belajar untuk berani menghadapi sesuatu yang selama ini kamu takutkan dan melawannya. Jika berhasil, lihatlah perubahan apa yang akan terjadi dalam hidupmu.

2. Belajar Menyembuhkan

Kamu harus memahami bahwa dirimu mampu melepaskan hal-hal di masa lalu, ketakutan dan halangan apapun. Dengan melakukannya, keberanianmu akan mulai terbangun.

Ingatlah bahwa kamu perlu belajar menyembuhkan dirimu dari ingatan-ingatan yang menghantuimu selama ini. Ingat, terbelenggu masa lalu tidak akan pernah membuatmu berkembang atau hidup lebih baik.

Selain itu, tanamkan pada diri bahwa kamu bisa meraih perubahan dalam hidup jika kamu bisa menyembuhkan diri dari hal-hal masa lalu tersebut. Pilihannya ada pada dirimu sendiri.

3. Hidup Seimbang

Melatih kontrol diri adalah salah satu jalan yang ideal untuk menuju kehidupan yang lebih positif.

Kamu harus memahami bahwa kita bisa mengontrol bagaimana otak dan tubuh kita berjalan beriringan. Hidup dalam keseimbangan sangatlah penting jika kita mau mencapai perubahan hidup.

4. Melupakan Penyesalan

Kita semua tidak bisa mengubah hal yang sudah terjadi atau menjadikan sesuatu yang tidak pernah terjadi menjadi terjadi. Oleh karena itu, lepaskan lah masa lalu dan tak perlu disesali.

Ingatlah bahwa pikiran-pikiran seperti itu hanya akan membuatmu menjadi sedih dan jatuh, atau tidak mampu melangkah maju.

Nabilla Tashandra