‘Terlalu Sibuk’ Bisa Berdampak Negatif ke Diri

Pernahkah Anda bertanya pada diri, “apakah Saya terlalu sibuk?”, “Saya terlalu sibuk untuk bertemu orang…”, “Saya terlalu sibuk untuk belajar bahasa…”, dan lain-lain. Terkadang kita percaya menjadi “sangat sibuk” adalah sesuatu yang baik. Namun, ternyata terus menerus mengatakan kita terlalu sibuk bisa mengarah pada siklus negatif seperti dikutip dari Life Hack.

Kita Menuai Apa yang Kita Tanam

Pernahkan Anda membeli mobil baru dan tiba-tiba Anda sadar semua mobil ternyata mirip dengan mobil yang baru Anda beli? Itu bukan berarti produsen mobil Anda akan segera mengeluarkan desain terbaru. Hal itu artinya sistem pengaktif retikuler (RAS) Anda tengah bekerja. RAS adalah mekanisme otomatis di dalam otak yang menginstruksikan apa yang perlu Anda perhatikan dan tidak. RAS bisa diibaratkan seperti penyaring dalam otak.

RAS memiliki peran penting dari otak kita karena menjadi penentu apa yang kita pikirkan. Terdapat dua cara untuk mengendalikan otak kita yakni secara sadar maupun di alam bawah sadar. Dengan menentukan tujuan secara sadar dan membayangkannya, otak kita akan fokus pada hal-hal yang akan membuat kita semakin dekat dengan tujuan. Sementara secara bawah sadar, dengan mengatakan “kita tidak punya waktu”, otak kita akan terus mencari-cari alasan untuk membenarkan keadaan itu.

  • Menjadi Sibuk Belum Tentu Produktif
  • Ada sejumlah perbedaan penting antara sibuk dan produktif.
  • Orang sibuk memiliki banyak prioritas sementara orang produktif memiliki beberapa prioritas besar.
  • Orang sibuk fokus pada aksi, orang produktif fokus pada kejelasan sebelum melakukan aksi.
  • Orang sibuk melakukan berbagai pekerjaan, sementara orang produktif fokus pada satu tugas.
  • Orang sibuk merespons email secepatnya, orang produktif memberi porsi dalam sehari untuk menjawab semua email.
  • Orang sibuk berbicara tentang bagaimana mereka begitu sibuk, orang produktif menggunakan waktu untuk hal penting.
READ  Lihat Coretan Anak Anda, Mungkin Dia Berbakat Sukses

Faktanya, kita semua memiliki waktu untuk melakukan hal yang kita inginkan seperti menghabiskan waktu bersama keluarga, belajar bahasa, pergi ke gim, dan lain-lain. Hanya saja kita tidak bisa melakukan semua yang kita inginkan.

Tanyakan pada diri Anda apakah terlalu sering berkata “ya” pada semua hal? Jika begitu, maka sudah saatnya untuk mengatur ulang prioritas tujuan dan aktivitas guna mengerjakan fokus yang ingin dicapai.

Ahmad Fikri Noor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *