Tetap Belajar Meski Jadwal Kerja Super Sibuk

Karier Anda terus bergulir dan 24 jam seakan tak cukup untuk bekerja. Anda tak bisa lagi melakukan banyak hal untuk diri sendiri sebelum dan sesudah bekerja.

Ketika itu terjadi, hal-hal yang dahulunya penting kini menjadi angin lalu, termasuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Berikut adalah tips super supaya Anda tetap bisa belajar di tengah padatnya jadwal kerja, dilansir dari The Muse, Sabtu (20/4).

 1. Intip YouTube

Pekerja manapun pasti sempat membuka YouTube di tengah padatnya rutinitas. Lakukan sesuatu yang menarik untuk subyek pekerjaan Anda. Ada banyak YouTuber berbagi berbagai pengetahuan.

Banyak keterampilan bisa Anda dapatkan secara gratis di dunia maya ini. Seberapa serius Anda mengikuti instruksi para YouTuber itu? Semua terserah pada Anda.

Anda mungkin bisa mempertajam keterampilan Exel, Photoshop, dan berbagai program yang diperlukan dalam pekerjaan Anda sehingga pekerjaan yang berat pun bisa terasa ringan. Carilah kredibilitas di dalamnya, sehingga Anda semakin menjadi profesional.

2. Temukan Mentor Kerja

Seorang mentor kerja dapat memberi saran dan bimbingan baik untuk Anda. Ini adalah harga tak ternilai untuk menumbuhkan kehidupan pribadi dan profesional Anda tanpa memerlukan banyak waktu.

Mentor terbaik adalah rekan kerja atau senior Anda di kantor. Mereka dapat mentransfer ilmu pengetahuan berharga yang terkumpul melalui pengalaman. Jika mereka mengenal Anda, kekuatan dan kelemahan Anda, mereka bisa mendorong Anda tumbuh dinamis, tak lagi stagnan.

Beberapa tempat kerja bahkan mengatur program mentoring formal berdasarkan jenjang karier. Senior-senior di divisi Anda, pertemuan dengan jaringan, grup alumni, dan Linkedln bisa menjadi media.

3. Gunakan Audiobook

Membaca buku sangat perlu dalam pembelajaran di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Sayangnya jam kerja membuat Anda tak sempat membaca. Audiobook membantu karena menjadi media pembelajaran alternatif.

READ  Menikam Kolonialisme dan Merdeka dengan Buku

Anda hanya membutuhkan telepon, ponsel,atau podcast untuk mendengarkan materi-materi pembelajaran yang dibacakan orang lain. Jadi, tidak ada alasan untuk mendengarkan dan belajar.

Mutia Ramadhani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *