Wiraswasta dan “Freelancer” Lebih Bahagia daripada Karyawan, Benarkah?

Menurut riset terbaru, mereka yang memutuskan untuk berwiraswasta atau menjadi frelancer merasa lebih bahagia di tempat kerja daripada karyawan.

Yah, meskipun mereka memiliki jam kerja lebih lama dan ketidakpastian kerja yang lebih besar.

Dilansir dari New York Post, riset yang menganalisis 5000 orang Inggris, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru ini menemukan bukti bahwa mereka yang menjadi “bos” untuk diri sendiri memiliki lebih banyak kebebasan dan kontrol.

Riset ini mengamati semua orang dari pekerja pabrik hingga direktur di berbagai sektor termasuk kesehatan, keuangan dan pendidikan. Riset menemukan bahwa mereka yang bekerja sebagai wiraswasta atau freelancer termasuk pekerja yang paling sibuk.

Mereka juga mengalami peluang inovasi lebih besar, mencapai target yang menantang dan memenuhi standar yang tinggi. Selain itu, periset berpendapat bahwa mereka yang bekerja di perusahaan non-manajerial merasa paling tidak puas dan sibuk.

Mereka yang bekerja di perusahaan non-manajerial ini biasanya mengerjakan perintah yang sudah dibuat oleh sang manajer, misalnya operator pabrik dan sejenisnya.

Profesor Peter Warr, sebagai salah satu periset dalam penelitian ini, mengatakan bahwa pekerja profesional yang tak terikat dengan perusahaan atau tanpa dipimpin oleh orang lain, benar-benar menghargai otonomi mereka.

“Mereka memiliki kebebasan untuk berinovasi, mengekspresikan pandangan mereka sendiri dan memiliki pengaruh melebihi peran mereka dan bersaing dengan pdengan perusahaan dan orang lain,” paparnya.

Juga memiliki keahlian atau mengerjakan hal yang mereka suka, jadi sepertinya tidak keberatan bekerja berjam-jam. Mereka bisa menemukan standar yang benar-benar memuaskan, ,” tambah Profesor Peter Warr.

Ariska Puspita Anggraini

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *